Evaluasi Program Hibah Air Minum PDAM Kota Kupang

OLEH : PDAM KOTA KUPANG

Pelaksanaan kegiatan Program Hibah Air Minum APBN tahun 2016 di PDAM Kota Kupang telah selesai dilakukan.

Dari target 1666 sambungan rumah (SR) yang akan diverifikasi untuk diberikan penggantian oleh Pemerintah Pusat, terdapat 1644 SR yang memenuhi syarat pada saat verifikasi oleh pihak konsultan dan BPKP perwakilan Provinsi NTT yang kemudian akan diganti oleh Pemerintah Pusat (98,96%).

secara faktual, PDAM Kota Kupang melakukan Pemasangan sejumlah 1674 SR sesuai dengan daftar yang telah dikeluarkan oleh pihak CPMU (Central Project Managemen Unit) Kementerian PUPR, tetapi dalam tahapan verifikasi, terdapat 30 SR yang tidak diterima dengan beberapa alasan antara lain kenaikan daya listrik diatas 1300 VA, penolakan oleh penerima manfaat yang mengakibatkan terjadinya peralihan pada rumah yang lain, serta permintaan untuk dilakukan pemutusan sementara oleh pelanggan sendiri.

Dalam rapat evaluasi tahunan antara Manajemen PDAM dengan Dewan Pengawas, pencapaian pelaksanaan program ini menjadi hal yang harus diveluasi karena harapan semua pihak adalah jumlah transfer hibah oleh Pemerintah Pusat yang nantinya masuk ke kas daerah adalah 100%, dan oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi bersama antara Manajemen dengan Dewan Pengawas sehingga apabila program ini kembali dilaksanakan maka hasilnya bisa mencapai angka 100% yang berarti bahwa transfer hibah dari Pemerintah Pusat sama nilainya dengan jumlah penyertaan modal Pemerintah Daerah.

Sebagai bagian dari evaluasi program tersebut, Manajemen PDAM dan Dewan Pengawas melakukan kunjungan ke PDAM lain yang juga mengikuti program ini dengan pencapaian dibawah PDAM Kota Kupang yang berdampak pada nilai transfer hibah oleh Pemerintah Pusat tidak sesuai dengan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD).

PDAM Kabupaten Nganjuk di Jawa Timur menjadi tujuan kunjungan tersebut dan hasilnya bahwa seluruh kendala yang dialami oleh PDAM Kota Kupang juga dialami oleh PDAM Kabupaten Nganjuk tetapi yang lebih sulit adalah mereka harus berkompetisi dengan program SPAM lain yang dilakukan oleh pihak diluar PDAM seperti PAMSIMAS dan lainnya yang mengakibatkan berkurangnya jumlah pelanggan yang harus dipasang sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh pihak CPMU (Central Project Managemen Unit) Kementerian PUPR.

Selain itu Manajemen PDAM Kabupaten Nganjuk juga diminta pertanggungjawaban oleh PEMDA Kabupaten Nganjuk karena jumlah transfer hibah ke kas daerah tidak sesuai dengan Perjanjian Hibah Daerah (PHD) awalnya. Terhadap hal ini Manajemen PDAM Kabupaten Nganjuk memberikan penjelasan bahwa syarat mutlak keikutsertaan program ini adalah penyertaan modal PEMDA sehingga dana yang masuk ke kas PDAM dari PEMDA sebenarnya buka dana talangan melainkan penyertaan modal yang tidak harus dikembalikan.

Persoalan ini merupakan persoalan yang saat ini juga dialami oleh PDAM Kota Kupang karena jumlah transfer hibah ke kas daerah tidak sesuai dengan Perjanjian Hibah Daerah yang telah diterbitkan pada awal pelaksanaan program ini. Terhadap penjelasan dari Manajemen PDAM Kabupaten Nganjuk, Dewan Pengawas PDAM Kota Kupang memahami dan memaklumi termasuk yang ada di kota kupang.

Dengan adanya evaluasi ini diharapkan semua pihak dapat memahami secara menyeluruh tahapan pelaksanaan Program Hibah Air Minum di Kota Kupang serta apabila nantinya PDAM Kota Kupang kembali mengikuti program ini seluruh kendala bisa diantisipasi sehingga pencapaiannya bisa lebih maksimal.

Untuk diketahui bersama, kunjungan dalam rangka evaluasi program Hibah Air Minum ini dilakukan oleh Manajemen PDAM serta Dewan pengawas dan diterima secara langsung oleh Direktur Umum PDAM Kabupaten Nganjuk Dra Sri Wahyuni Yuliati. ( PDAM Kota Kupang.05, Januari 2017 ).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *