JALAN RAYA 8 DESA DI PERBATASAN TIMOR LESTE RUSAK PARAH

NTT-EXPOS.COM.Atambua,29Juli 2015.

“ Jika kami ingin menjual hasil bumi untuk ekonomi keluarga, harus melewati jalan yang rusak parah berjarak 40 an kilometer. Kami sulit berdagang ke pusat kota kabupeten kami Atambua. Dengan kondisi jalan raya semacam ini, membuat kami tidak bersemangat menjual hasil bumi yang ada. Kapan jalan raya di 8 desa Kecamatan Lamaknen ini bisa dibuat oleh pemerintah ?. “.Inilah keluhan warga di 8 desa perbatasan dengan Timor Leste, yakni, Desa Rebululik, Desa Sisi, Desa Lutarato,Desa Ekin, Desa Lo’o nuna, Desa Nualain, Desa Henes dan Desa Lakmaras.

Kepada Media ini, masing-masing warga 8 desa itu, mengharapkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Belu, mengatasi masalah jalan raya yang semala ini selalu dikeluhakan oleh mereka.

Jalan Raya sejauh 40 a kilometer itu, merupakan jalan raya yang berada tepat di daerah perbatasan utara dengan Timor Leste, yang menghubungkan pusat Kecamatan Weluli dengan desa Paling Perbatasan yang bernama Lakmaras.

Kata warga, untuk melakukan usaha perbaikan ekonomi keluarga dengan menjual hasil bumi dan hewan ke pusat Kota Kabupaten Belu di Atambua, mereka harus melewati jalan raya yang sangat rusak parah, sehingga mereka merasa tidak bersemangat untuk berjualan ke Kota Atambua.

Kata salah seorang tokoh warga, sala satu cara untuk mendapati uang, mereka hanya bisa bermain sabung ayam antar warga, dan jika menang, maka, mereka bisa menadapati uang untuk kebutuhan keluarganya. Tetapi bagi yang kalah, pasti hidup tambah sulit. Dan jika sudah sulit hidupnya, maka, pasti bisa terjadi saling curi dan rampok. Dan kalau sudah demikian, kenyamanan hidup antar warga sangat terganggu..

Kepada Pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Pusat, Masyarakat di 8 Desa Kecamatan Lamaknen Selatan itu merngharapkan adanya perhatian serius tentang kebutuhan Jalan Raya yang baik, sehingga aktifitas ekonomi masyarakat bisa terjangakau sesuai harapan, demi mampu memperbaikai ekonomi keluarga mereka.

Sesuai Pantau Wartawan Media ini di Lokasi, jalan raya deari kota Atambua ke Pusat Kecamatan Weluli beraspal butas, namun dari Weluli ke desa-desa Kecamatan Lamaknen Selatan, benar-benar rusak parah. Medan jalan raya pun sangat sulit karena berbukit dan berlembah sedangkan jalan raya hanya berupa batu-batu bulat yang licin. Kondisi jalan seperti itu, sulit dilewati kendaraan bermotor. ( NTT EXPOS.002).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *