LULUSAN S1 FKIP UNIVERSITAS PGRI KUPANG 2014, PERTANYAKAN KEABSAHAN IJASAH MEREKA

Kupang,ntt-expos.com.02/06/2015

“ Berulang kali mencari pekerjaan dengan ijasah sarjana, selalu tidak diterima. Pemberitaan di Media Massa dan Pernyataan Pemerintah Pusat, tentang tidak sahnya Gelar Doktor yang disandang Rektor kami, Dr.Semuel Haning, SH.MH, telah diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat NTT maupun Nasional. Ijasah kami telah tertera gelar Doktor tersebut, sehingga kemanapun kami mencari pekerjaan, selalu dipermasalahkan dan tidak diterima. Kami yang berjumnlah 300 san lulusan S1 FKIP PGRI Kupang tanggal 30 April 2014, yang ijasahnya tertera tanda tangan Rektor kami, memakai Gelar Doktor Semuel Haning, SH.MH, terancam tidak bisa digunakan. Pernyataan Menristek baru-baru ini, tentang adanya solusi mengatasi masalah tersebut, harusnya cepat dilakukan sehingga kami tidak jadi penganggur “.

Hal ini diucapkan ES ( 28 tahun), mewakili puluhan teman seangkatannya, lulusan S1, 30 April 2014, ketika ditemui wartawan media ini di kediamannya bilangan Oepura Kupang, pada Selasa 02/06/2015.

Kepada Wartawan Media ini, mewakili puluhan temannya, ES, mengatakan, berita- berita yang dilancarkan di berbagai media masa, tentang tidak sahnya gelar Doktor yang disandang Rektor Universitas PGRI Kupang, harusnya, diikuti dengan langkah cepat oleh pemerintah Pusat, untuk mengatasi Gelar Doktor yang tertera dalam Ijasah S1 FKIP, yang dimiliki oleh 3 ratusan lulusan tahun 2014 lalu. Tanpa solusi yang cepat, akan merugikan nasib para lulusan tersebut.

Dia menjelaskan, peluang pekerjaan yang ada di pemerintah maupun swasta, yang terjadi dalam awal tahun ini, terpaksa ditinggalkan oleh tiga ratusan lulusan S1 tersebut, sebab masih terteranya gelar Doktor Rektor Semuel Haning,SH.MH. Hal ini sangat-sangat merugikan para lulusan tersebut.

“ Orangtua dan keluarga kami, merasa amat kecewa dengan masalah ini. Pemerintah Pusat yang berwenang harus segera mengatasinya, kalau tidak, percuma orangtua mengeluarkan banyak biaya untuk suatu yang tidak ada kepastian jelas “, tandas ES dengan kesal.

Lewat ini, ES dan puluhan temannya, mengatakan, tidak mempersalahkan sapa-sapa, tetapi, karena Universitas PGRI Kupang, adalah Universitas yang sah, maka Ijasah mereka tentu Sah untuk digunakan, sehingga Pemerintah Pusat jangan sepelekan masalah tersebut. Pemerintah Pusat harus bisa mengambil langkah tepat dan cepat, sehingga Ijasah mereka bisa digunakan untuk mencari pekerjaan, merobah hidup menjadi lebih baik sesuai harapan orangtua dan keluarga. ( NTT EXPOS.01).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *