PEMERINTAH HARUS ATASI MASALAH PUPUK, RATUSAN PETANI TERANCAM KELAPARAN !!!

NTT-EXPOS.COM.Kupang 01/07/2015.

“ Tahun ini, Kami menderita gagal panen padi. Sekarang kami mau melanjutkan tanam sayur-mayur untuk bisa bertahan hidup, namun, sampai saat ini, belum mendapat pelayanan pupuk dari distributor. Kalau pupuk tidak ada, kami akan gagal lagi bertani sayur- mayur, dan itu akibatnya, tiga ratusan keluarga yang ada di wilayah ini, akan kelaparan selama setahun lagi. Biaya untuk sekolah dan kuliah anak-anak kami akan sangat terganggu. Pemerintah Kota dan Provinsi harus segera respon masalah ini, kalau tidak, kurang lebih, seribu jiwa yang berada dalam dalam tiga ratus keluarga di wilayah kami ini, dipastikan akan mengalamai kelaparan “. Ungkapan penyesalan ini datang dari Aleks Manafe ( 52 Tahun) yang adalah Ketua Kelompok Tani Oenunu RW.09, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ketika diwawancarai media ini, pada Selasa Malam, 30/06/2015,pukul 19.12.Wita, di Kediamannya, kampung Oenunu.

Aleks Manafe, mengatakan, sebagai ketua Kelompok Tani Oenunu, yang melayani ratusan keluarga petani wilayah RW 09, terdiri dari 4 RT, dirinya merasa amat prihatin, karena tahun ini, tiga ratusan keluarga petani wilayah itu, terancam mengalami kelaparan panjang.

MINTA BANTUAN PENGECER DAN PEMERINTAH TAPI TIDAK TERJAWAB
Dia menjelaskan, dirinya bersama pengurus sudah berulang kali datang meminta pupuk dari pihak pengecer yang melayani dua kecamatan, yaitu,kecamatan Alak dan kecamatan Kota Raja. Pihak Pengecer, mengatakan, tahun ini, pupuk yang diberikan jatah oleh pemerintah, untuk melayani ribuan petani di dua kecamatan ini, memang sangat terbatas. Jumlah pupuk yang diberikan, tidak mencukupi tingkat kebutuhan para petani yang ada dalam dua kecamatan, sehingga pihak distributor sudah melakukan pendekatan pada pemerintah, namun beberapa bulan ini, pemerintah belum menjawab permintaan penambahan pupuk, akibatnya, masalah pupuk tidak bisa diatasi dan menyebabkan, tahun ini, banyak petani di kecamatan Alak dan Kecamatan Kota Raja, alami gagal panen padi

.Aleks menambahkan, dia bersama beberapa pengurus Kelompok Tani Oenunu, sudah beberapa kali melakukan pendekatan pada pihak pemerintah dalam hal ini, dinas pertanian Kota Kupang maupun pihak dinas Pertanian Provinsi NTT, namun sampai saat gagal panen terjadi, kebutuhan pupuk belum terlayani oleh pemerintah kota Kupang maupun poemerintah Provinsi NTT.

Katanya lagi, saat melakukan pendekatan pada Dinas Pertanian Provinsi NTT, petugas mengatakan, pengedaran pupuk untuk musim tanam padi, telah selesai pada bulan maret hingga april, sehingga stok untuk pertanian padi sudah tidak ada lagi.

SAAT PUPUK DIJUAL UMUM, PETANI TIDAK PERNAH GAGAL PANEN
Selaku Ketua Kelompok Tani Wilayah Oenunu, Aleks Manafe, menjelaskan, kalau dulu, pada tahun 2013 kebawah, saat pupuk masih dijual umum, para petani bisa membelinya dan tidak pernah alami gagal panen padi maupun sayur-mayur.

Sekarang saat pupuk diambil alih pemerintah dan penyalurannya lewat pengecer, para petani mulai mengalami gagal panen yang serius, lalu kemana lagi kami harus minta bantuan untuk bisa mengatasi persoalan ini ?.

Kini, para petani, mau menanam sayur mayur untuk mengatasi gagal panen padi yang dialami, tetapi, sampai saat ini, belum ada kejelasan stok pelayanan pupuk dari pihak pengecer maupun dari pihak pemerintah.

TANAM SAYUR-MAYUR, ATASI GAGAL PANEN PADI, PUPUK TIDAK ADA !
Musim tanam sayur-sayuran hanya sisa dua bulan kedepan, dan jika kondisi pupuk masih seperti ini, kami tidak bisa lagi berupaya mengatasi kelaparan yang terjadi dalam kehidupan tiga ratusan keluarga anggota kelompok tani Oenunu. Lanjut Aleks, di beberapa tempat dalam kecamatan Alak dan Kecamatan Kota Raja, juga mengeluhkan hal yang sama, yakni, gagal panen padi.

MINTA PEMERINTAH HARUS SEGERA ATASI AGAR TIDAK KELAPARAN
Lewat Media ini, Aleks bersama seluruh anggota kelompoknya, meminta, pemerintah segera membantu mengatasi kebutuhan pupuk yang dialami para petani, kalau tidak, maka sia-sialah usaha bertani dalam tahun ini. Dan jika tahun depan, cara pelayanan pupuk masih seperti ini, para petani yakin, kemiskinan akan bertambah drastis di wilayah kelurahan Batuplat. Kalu sudah mengalami kemiskinan, maka, pemerintah kota Kupang tentu harus bisa membantu mengatasi masalah makanan dan biaya pendidikan anak-anak petani wilayah itu.

TANAH SEKARANG BUTUH CAMPURAN BEBERAPA PUPUK
Aleks Manafe, bersama puluhan petaninya, meminta, kini kondisi tanah mereka sangat membutuhkan campuran beberbagai pupuk, seperti, Urea, Tsp,Psk. Kalau pupuk yang diberikan hanya satu macam saja, tanah tidak akan subur dan sayur-mayur akan mati. Aleks meminta, pemerintah harus segera mengatasi pupuk yang dibutuhkan warga petani Oenunu yang terdiri dari empat RT dalam Wilayah RW 09 ini. Jika tidak segera mengatasi kebutuhan pupuk, maka para petani pasti tidak bisa menanam sayur-mayur mengatasi masalah gagal panen yang telah di alami tersebut. ( NTT-EXPOS.02).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *