PEMERINTAH KOTA KUPANG HARUS TERTIPKAN WANITA DIBAWAH UMUR YANG TINGGAL DI KOS-KOSAN !

ntt-expos.com.Kota Kupang, 16/03/2016.

“ Masa anak-anak wanita berumur 12 sampai 15 tahun diterima kos sendiri oleh tuan kos tanpa sepengetahuan orangtua mereka yang ada dalam kota Kupang ?. Mereka kos bukan karena sekolah, bukan karena kerja, tetapi, dicurigai hanya ingin jauh dari pengawasan orangtua, hingga bisa hidup amat bebas. Sering ditemukan mereka duduk miras bersama teman-teman sesama umur dalam kos tersebut. Pada tengah malam, mereka sering dijemput Motor-Motor dan Mobil-Mobil, lalu pagi hari baru kembali ke Kos. Kalau mereka lewat, selalu bicara teriak-teriak dan motor-motor masuk keluar memakai knalpot resing yang keras-keras mengganggu lingkungan, yang membuat kami terkejut saat tidur. Timbul pertanyaan, wanita-wanita belasan tahun itu kerja apa hingga keluar tengah malam pulang pagi ? “. Inilah pengeluhan warga sekitar kos-kosan bilangan Kayu Putih, Airmata, Liliba, Lasiana, Oesapa dalam Kota Kupang, ketika ditemui Wartawan media ini dirumah mereka masing-masing, pada beberapa waktu lalu.

DI KELURAHAN AIRMATA, LELAKI ABG BERSAMA WANITA ABG BELASAN TAHUN TIDUR BERSAMA DALAM KOS , TERTANGKAP APARAT.
Bersama Media ini, Aparat Binpol, Babinsa, RT,RW melakukan Grebek, di bilangan Kelurahan Airmata, yang mana dalam satu kos, terdapat 3 perempuan belasan tahun dan 3 orang lelaki belasan tahun. Botol-botol miras pun ditemui berserakan dalam kos tersebut. Anak-anak wanita belasan itu ternyata masih memiliki orangtua mereka dalam kota Kupang. Rata-rata anak-anak tersebut sudah tidak sekolah lagi. Mereka mengakui kalau 3 lelaki yang datang tidur di Kos mereka adalah teman sesama Community Motor. Saat tertangkap salah seorang yang berinisial VM ( 14 Tahun), dihadapan aparat dan wartawan, mengaku kalau dirinya pernah dijebak oleh seorang Germo berinisial RY ( 30 an Tahun) , kesuatu Hotel dalam Kota Kupang, untuk melayani Tamu Hidung Belang, namun dirinya menangis hingga dan melawan hingga dilepaskan oleh Lelaki hidung belang tersebut tersebut. Hal ini sangat memprihatinkan masa depan anak dibawah umur seperti dirinyat. VM mengakui juga kalau dirinya yang menyewa kos di Airmata tersebut dan mengajak teman-teman datang tidur bersama di kos yang disewa tersebut.

Tuan Kos mengaku kalau dirinya tidak pernah tahu kalau VM kos bersama oranglain. Katanya, VM hanya minta Kos sendiri. Tuan Kos juga mengaku kalau VM bekas anak kerjanya dulu, sehingga menerima VM kos sendiri ditempatnya.

Aparat pun memberikan bimbingan dan nasehat untuk tidak kos lagi dan kembali kerumah orangtua mereka masing-masing. Namun terpantau oleh media ini bahwa 3 wanita ABG yang berumur 13 sampai 15 tahun tersebut berpindah Kos lagi ketempat lain.

DI KOS BILANGAN KAYU PUTIH, ABG-ABG WANITA BELASAN TAHUN. TENGAH MALAM DIJEMPUT MOBIL DAN MOTOR-MOTOR, DAN PULANG PAGI HARI !
Menurut pengakuan para tetangga yang sempat diwawancarai awak media ini, ada mobil jenis APV, Avansa dan Inova yang selalu datang menjemput ABG wanita belasan Tahun yang tinggal di Kos-Kosan bilangan Kayu Putih pada jam-jam 10 malam keatas. Hal ini menimbulkan kecurigaan warga, sebab ABG-ABG yang selalu datang berkumpul ditempat itu, rata-rata tidak kerja apa-apa dan tidak sekolah pula. Warga pun bertanya, ada pekerjaan apa hingga tengah-tengah malam mereka dijemput Mobil – Mobil dan Motor-motor dan pagi hari baru pulang ?.

TIDAK TERTIBKAN, TERKESAN PEMBIARAN, LINGKUNGAN KURANG NYAMAN
Beberapa Warga sekitar Kos RT 38 Kayu Putih Oebufu, menambahkan, siang hari banyak ABG Wanita belasan tahun itu bersama tante-tante, sering berkumpul di kos tersebut. Oleh karena itu warga berharap aparat RT harus bisa mencari tahu identitas jelas ABG-ABG belasan Tahun yang kos ditempat tersebut. Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini, POL PP, Para RT dan aparat Kelurahan, harus bisa mendata indentitas dan tujuan Kos anak wanita dibawah umur, sebab mereka masih punya orangtua yang tinggal dalam kota Kupang ?. Jika tidak menertipkan anak-anak belasan tahun tersebut, maka terkesan pembiaran yang akan menyebabkan lingkungan warga menjadi kurang nyaman, dan masa depan generasi muda kita akan menuju ketidakjelasan arahnya. “ dengan cara berpakaian mereka seperti Celana Umpan, Tali Satu dan separuh dada terbuka, dikuatirkan akan menjadi contoh pengaruh yang buruk bagi anak-anak kita warga sekitar tempat tinggalnya “, ucap seorang ibu, ADY ( 40 tahun), yang adalah warga lingkungan kos di bilangan Kayu Putih tersebut.
KOS-KOSAN DI BILANG LASIANA DAN LILIBA, ABG WANITA BERMIRAS RIA
Menurut Pengakuan salah seorang ABG yang diambil orangtuanya ketika lari dari rumah dan ditangkap di Pesta Valentine bilangan Labat, mengatakan, dirinya sempat diajak kos dengan beberapa temannya di Bilangan Liliba. Dalam Kos tersebut terdapat beberapa ABG belasanb tahun yang masih punya orangtuatua dalam kota Kupang. Terlihat dalam Kos itu, teman-teman mereka bermiras ria hamper pada setiap malam ketika hendak ke pesta Valentine. Tampak juga banyak botol-botol Miras banyak bergelimpangan dalam kos tersebut.

PARA ABG KOS, TAPI MASIH PUNYA ORANGTUA DALAM KOTA KUPANG !
Sesuai penelusuran media ini, puluhan anak-anak wanita belasan tahun yang kos sendiri karena  dari rumah orangtua tua mereka, ternyata masih memiliki orangtua dalam kota Kupang ini. Mereka rata-rata bekas anak sekolah namun karena ingin hidup bebas untuk pesta-pesta Valentine dimalam hari, maka mereka memilih sembunyi dan tinggal dalam kos-kosan. Orangtua mereka mencari kesana-kemari namun mereka selalu berpindah kos apabila tercium tempat tinggal nya. Ada juga anak-anak tersebut memilih kos karena dibiayai oleh orang tertentu, dengan maksud tertentu pula. Dikuatirkan apabila mereka diperalat orang-orang tertentu untuk mencari keuntungan dengan mengedarkan narkoba atau penjual seks abg belasan tahun, jika demikian maka sangat disayangkan. Masyarakat dan aparat Kelurahan harus hati-hati dan peka terhadap kondisi dunia sekarang. Karena itu Kos-kosan para ABG tanpa Identitas yang jelas harus ditertibkan.

TERJEBAK TEMAN, JATUH DALAM PELUKAN LALAKI HIDUNG BELANG !
Dengan penelusuran yang detail oleh media ini, Anak-anak Belasan tahun tersebut, sepertinya terjebak dengan ajakan dan rayuan sesama teman dan para tante girang serta para lelaki hidung belang sehingga jatuh dan takut pulang kerumah orangtua mereka. Hal ini akan membuat mereka kehilangan masa depan apabila tidak dicegah oleh kita semua.Pengakuan beberapa ABG, mengatakan, mereka dijebak oleh teman yang terindikasi dipakai orang-orang tertentu sebagai Germo yang membuat mereka terperangkap pada lelaki hidung belang, menyebabkan mereka kehilangan harga kesuciannya. Hal ini yang membuat mereka amat ketakutan untuk kembnali kerumah orangtua. ( NTTEXPOS 001).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *