POTENSI DESA TERTINGGAL HARUS DIBERDAYAKAN !

Oleh : Arif dan Subhan

DSCF2939“ Kekurangan Infrastruktur di Pedesaan, diduga menjadi penyebab pokok kemiskinan di Indonesia. Ketidakcukupan Infrastruktur di desa, menyebabkan batasan-batasan pertumbuhan pertumbuhan ekonomi di pedesaan, seperti, terbatasnya produksivitas dan menghalangi pertumbuhan Sumber Daya Manusianya. Oleh karena itu, potensi-potensi alam yang dimiliki oleh pedesaan harus di berdayakan oleh pemerintah maupun swasta, untuk memiliki daya dorong yang dasyat menopang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat “. Hal ini di ungkapkan oleh para petugas Survai Desa Tertinggal, dari PT. Mareva Lumtor Jakarta, ketika ditemui oleh Media ini, di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa tenggara Timur, ketika melakukan Survai Desa tertinggal di desa Belo tersebut, pada beberapa waktu yang lalu.

Kepada Media ini, Arif dan Suban, mengatakan, Survai ini dilakukan dengan maksud, menggali Informasi dan data terkait potensi dan permasalahan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam Kawasan Pedesaan. Data-data ini akan di analisis untuk merumuskan konsep pengelolaan Sumber Daya Alam Kawasan Pedesaan, dari Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, pemerintah Kabupaten/Kota dan desa yang bersangkutan.DSCF2974

Arif dan Subhan, menjelaskan, kegiatan ini dilakakan, agar, pemerintah dapat memetakanpembangunan kawasan pedesaab sebagaimana yang tertulis dalam pasal 1 angka 9, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan Sumber Daya Alem, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman pedesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan social dan kegiatan ekonomi.

Dijelaskan lagi oleh keduanya, untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, yang dususun dengan prinsip keterpaduan antara air tanah dengan melibatkan peran masyarakat dan dunia usaha seluas-luasnya. Sebab pola pengelolaan Sumber Daya Alam adalah kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. Kata mereka, adalah tepat membuat titik berat kegiatan utama pada pertanian karena sebagian besar desa masih terdiri dari usaha pertanian, sebagai mata pencahariaan pokok, akan tetapi perlu juga dibuat catatan bahwa sebagian wilayah Indonesia ada juga yang dominan melakukan usaha perikanan, terutama yang berdada di pesisir pantai.

Kata mereka, Identifikasi dan Analisa data Informasi Potensi Sumber Daya Alam kawasan pedesaan dimaksudkan untuk memastikan peran Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, Swasta dan Desa, dalam pengelolaan kawasan pedesaan.

DSCF2968Menurut keduanya, Kelurahan Belo di Kota Kupang, yang kini mereka kunjungi adalah contoh Desa yang memiliki sumber daya alam di bidang mata air, yang belum dikelola secara professional, sehingga Kelurahan Belo, memang pantas menjadi perhatian pemerintah. Kelurahan belo yang mempunyai 4 mata air, dan salah satunya mata air dari sungai luas dibawah tanah, adalah potensi yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk menghidup masyarakat pertaniannya. Namun sesuai data dan fakta, ke empat mata air yang dimiliki Kelurahan Belo, belum digunakan secara professional menuju kesejahteraan masyarakatnya yang sebagaian besar adalah petani.

Diakhir perbincangan, Arif dan Subhan, mengatakan bahwa tujuan utama dilakukan Survai ini adalah, melaksanakan perumusan kebijakan pengelolaan Sumber Daya Alam Kawasan Pedesaan yang didasarkan pada Daftar Kewenangan Hak Asal Usul dan Kewenangan local berskala Desa antar Desa dan mempunyai sinergisitas dengan kebijakan, program dan kegiatan lintas sektor.

Hasil analisa kebijakan terhadap identifikasi dan Informasi potensi Sumber Daya Alam kawasan pedesaan akan dimanfaatkan sebagai Baseline data bagi, Kementerian Desa PDTT, dalam menerbitkan kebijakan Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan Pedesaan.
“ Semoga apa yang kami lakukan di Kelurahan Belo, akan mendapat perhatian dari pemerintah”’ ungkap Arif dan Subhan menutup perbincangan dengan media ini. ( NTT EXPOS.001).

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *