PROBLEM KADERISASI DAN MASA DEPAN DEMOKRASI

Oleh : Romanus Ndau
Dosen Universitas Bina Nusantara , Jakarta

PRAGMATISME KEKUASAAN MELABRAK MASA DEPAN DEMOKRASI
Demokrasi, kata Robert A.Dahi(1991), merupakan suatu sistem politik yang kompleks dan rumit. Baginya Demokrasi memerlukan kerja nyata,sistem politik yang baik dan konsisten serta ditopang oleh aktor yang memiliki kualitas dan integritas. Pengabaian terhadap nilai-nilai tersebut membuat demokrasi ibarat menyusuri lorong gelap penuh ketidakpastian. Rekruitmen calon wakil rakyat merupakan momentum penting untuk menumbuhkan demokrasi sehingga prosesnya harus dilandasi pada sistem yang rasional, terbuka dan partisipatif. Sayangnya parpol mengabaikan soal ini seperti terlihatdari dominasi artis, pengusaha dan kerabat, keluarga dekat dalam daftar calon wakil rakyat.

Hal ini menjadi wajar jika publik mencemaskan kualitas parlemen. Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa parpol belum sepenuhnya menjadi kekuatan penopang demokrasi. Bukannya bersikap kritis, parpol justru membuka pintu leba-rlebar bagi pemburu kekuasaan dan kemewahan pribadi. Parpol berlomba menawarkan kemudahan berupa nomor urut kecil, dapil strategis dan sogokan uang hingga miliaran rupiah.

Parpol juga gesit merayu dan menebar undangan terbuka bagi figur-figur potensial untuk direkruit jadi wakil rakyat. Persyaratan, kompetensi dan komitmen kader tergusur oleh popularitas dan tumpukan uang. Pragmatisme kekuasaan melabrak prinsip rasionalitas, asaz kepatutan dan masa depan demokrasi.

KADERISASI MENJAMIN LAHIRNYA PEMIMPIN HEBAT
Menurut Pater Beek,SJ (2008:192), kader adalah orang yang bisa menggetarkan dunia karena mampu menawarkan perubahan. Kader terlibat dalam tindakan nyata dan senantiasa berjuang untuk kebaikan bersama. Mereka berani mengambil resiko, tanpa rasa takut,termasuk mengorbankan kepentingan diri. Rasa takut melemahkan bahkan melumpuhkan sehingga gagal menuntun pemimpin yang baik.

Parpol modern bertumpu pada kekuatan kader. Kader merupakan tenaga inti dan penggerak parpol karena menjadi sumber Ide, gagasan dan inovasi. Kader adalah insan teruji dan terpuji karena kapasitas intelektual, Integritas dan loyalitasnya. Kualitas kader merupakan syarat utama bagi mekarnya harapan publik bahwa partai politik merupakan bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Kader berkualitas hanya tumbuh jika parpol serius menangani kaderisasi. Kaderisasi memainkan peran eksistensial karena agenda ini berperan penting untuk menyiapkan embrio-embrio pemimpin yang mampu mendinamisasi dan memajukan partai.

Kaderisasi menggaransi lahirnya calon pemimpin yang memiliki wawasan luas tentang ideologi, semangat kebangsaan, politik, demokrasi, kepemimpianan, pembangunan, otonomi daerah dan sebagainya. Sialnya, agende sepenting ini sering kurang mendapat perhatian dari parpol. Kalaupun kaderisasi diagendakan tapi biasanya tidak dilandasi perencanaan yang rasional, cenderung asal jadi dan dangkal. Kurikulum pendidikan kaderisasi tidak disusun secara baik sehingga kurang mampu membekali kader dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan. Bahkan banyak parpol yang memandang kaderisasi ibarat mempersiapkan pekerja bengkel, cukup dengan pendidikan dan pelatihan singkat saja.

Terabaikan agenda kaderisasi dari parpol membuat parpol miskin kader yang memiliki kualitas, loyalitas dan militansi. Sulit rasanya parpol mengharapkan munculnya kader dengan kapasitas yang bisa diandalkan jika sejarah, ideologi dan visi partai, tidak mereka pahami. Sama halnya mustahil bagi seorang kader untuk mendorong demokrasi dan pembangunan jika konsep-konsep dan strateginya tidak pernah dipelajari membuat parpol gagal melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas dan berintegritas sebagai komponen pokok dalam memajukan demokrasi.

PERKETAT REKRUITMEN
Rekruitman politik memainkan fungsi sentral dari sistem politik sekaligus menjadi indikator berfungsi tidaknya parpol dalam menyiapkan kader-kader dan menyebarkan pengaruh politik kepada publik. Jason dan Gable dalam Political Develpoment and social Change (1996) menyatakan bahwa rekruitmen politik merupakan jalan untuk mewujudkan perubahan social. Rekruitmen poilitik berfungsi untuk mendorong transformasi seseorang dari status non-politik menjadi aktor politik.

Aktor politik hanya bisa berperan optimal jika terbebas dari beban kepemimpinan pribadi, mereka harus dijauhkan dari potensi-potensi conflict of interest. Rekruitmen politik juga bermakna sebagai mekanisme seleksi dan penugasan kader untuk memainkan peras spesifik di bidang politik. Itu berarti , kader menjadi duta parpol di arena public . Kader harus mampu menerjemahkan ideology dan visi parpol dalam tindakan kongkret dengan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan etika public.

Kegagalan kader dalam mengemban peran dan tanggungjawabnya akan berdampak pada merosotnya legitimasi parpol di mata public. Jika demikian, rekruitmen politik menyongsong pemilu 2014 semestinya dilakukan secara ketat dengan membuka ruang bagi partisipasi public.

Parpol harus mampu membangun system rekruitmen yang lebih berorientasi kualitatif dengan menempatkan kapasitas intelektual, kompetensi keahlian dan totalitas pengabdian sebagai persyaratan pokok. Tradisi rekruitmen yang lebih menonjolkan aspek senioritas, koneksi dan popularitas sudah saatnya ditinggalkan. Langkah ini efektif untuk mendongkrak legitimasi parpol dimata public sekaligus membuat demokrasi semakin realistis diharapkan. ( LiderNo.7 / II /Juni 2013)***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *