6 MEON KOLO KEFI : PERGI DITUNTUN ROH LELUHUR !

nttexpos.com. Banain TTU, Liputan Khusus.13 Juli 2016.

Malam rabu, sejak pukul 19.00, gerak-gerik tarian gong dilakukan bagai para panglima perang bersiap diri hendak ke medan perang. Teriakan-teriakan keras dalam bahasa dawan memecah kesuyian dipuncak bukit kampong Banain C yang diselumuti cuaca dingin yang terasa menggigit kulit.

Ratusan orang memenuhi halaman Rumah Adat Suku KOLO KEFI, yang baru saja selesai dipugar dan siap diresmikan dengan beberapa prosesi yang yang sangat mentradisi melekat oleh suku tersebut.
Ke 6 Meon yang akan memulai tugas baru tampak sedang melakukan ritual-ritual khusus didalam rumah adat tersebut, dengan sikap yang penuh sacral. Para warga berjubel menyaksikan ritual-ritual hanya lewat jendela rumah adat karna belum diijinkan masuk oleh karena aturahn adat yang berlaku. Para kaum wanita dilarang masuk sekaligus dilarang berbicara langsung dengan para meon sampai pada waktu yang dintentukan yakni, setelah selesai seluruh rangkaian prosesi adat.

Terlihat, para meon mulai dimasuki roh-roh leluhur mereka dan masing-masing berlari keluar ke halaman Rujmah Adat dan meronggeng-ronggeng mengelilingi tiangdi bercabang tiga yang dinamakan NIMONE. Ketiga cabang ini melambangkan tiga kesatuan dalam kehidupan suku Kolo Kefi dalam Tuhan Yang Kuasa, berlandaskan Iman, adat tradisi dan peemerintahan.

Keramaianpun berhenti seketika setelah munculnya Bintang Kejora dari ufuk Timur bukit Banain. Para 6 orang Meon segera melakukan Ritual memotong Ayam Jantan warna putih ditiang NIMENO, sebagai lambang permohonan dan permintaan Restu dari Sang Maha Kuasa, agar segera memimpin mereka menuju hutan luas, mencari rempah-rempah untuk dijadikan obat-obatan bagi ke 6 Meon dalam melayani seluruh masalah penyakit yang dialami warga suku mereka, sepanjang jalan kehidupan ini. Itulah tugas pokok yang harus dilakukan para Meon selama menjabat tugasnya dari dalam rumah adat mereka. Para Meon juga akan bertugas melindungi perjalan adat-isti adat Suku Kolo Kefi dizaman modern ini. Berat atau ringan tugas tersebut yang dijalani oleh ke 6 Meon dengan sungguh tanggungjawab. Masa Depan Tradisi dan Adat Istiadat Kolo Kefi berada dipundak mereka. Seluruh warga suku bersama para leluhurnya tentu sangat berharap keseriusan mereka dalam mempertahankan Adat mereka.

Setelah penyembelian seekor ayam jantan tersebut, ke 6 Meon pun dimasuki para roh leluhur mereka dan berlari kencang sambil memegang pedang masing-masing memasuki hutan untuk mengambil ramuan-ramuan untuk dijadikan obat-obatan yang manjur bagi pelayanan rumah adat mereka. Bersambung……( Amos Ukat). NTTEXPOS.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: