AGAR REMAJA TIDAK TERJEBAK HAL NEGATIF, TERTIPKAN KOS-KOS YANG MENAMPUNG ABG DIBAWAH UMUR

ntt-expos.com. Kota Kupang. Ronda Kota. 22/07/2016.

Mengeliling kos-kosan yang berada dalam Kota Kupang sangat melelahkan, namun ada begitu banyak hal yang menarik dalam perjalanan tersebut. Banyak juga ditemukan di kos-kos yang sedikit tersembunyi dari keramaian, Bung Ronda sempat melihat anak-anak ABG Laki-laki belasan tahun, asik Miras .

Bung Ronda Kota berpkir, apakah anak-anak remaja itu masih bersekolah atau tidak ?, jika tidak, apa yang menyebabkan mereka tidak bersekolah ?. Bung Ronda Kota pun mengambil kesimpulan sendiri bahwa, mungkin factor Ekonomi yang membuat anak-anak remaja itu tidak bersekolah dan banyak mengisi waktu dengan hura-hura dan meneguk minuman keras.

Ketika memasuki suatu kelurahan yang berada di ujung Timur Kota Kupang, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang, Bung Ronda Kota melihat sekumpulan wanita dibawah umur, duduk miras dihalaman Kos yang agak jauh dari keramaian jalan raya utama. Diantara beberapa anak tersebut, Bung Ronda kota mengenal nama dan alamat jelas tempat tinggal mereka. Bung Ronda coba bertanya pada salah seorang warga sekitarnya, dan warga itu mengatakan kalau anak-anak itu mengaku berasal dari Kabupaten TTS dan sudah tidak punya orangtua lagi sehingga tinggal di Kos sambil bekerja di pusat kota Kupang.

Mendengar pembicaraan itu, bung Ronda kaget dan heran sebab 2 diantara 4 ABG perempuan dibawah umur tersebut memiliki orangtua dalam kota Kupang ini, namun menipu Identitas diri untuk bias tinggal bebas di Kos bersama teman-temannya.

Bung Ronda Kota langsung meminta tanggapan salah seorang tokoh masyarakat di tempat itu, AGN ( 50 tahun), tentang Identitas Palsu yang dilakukan oleh 2 ABG Wanita dibawah umur itu. AGN pun memberi keterangan bahwa, hamper setiap malam, para ABG itu didatangi teman-teman Pria mereka, lalu mereka pun MIras bersama kemudian pergi entah kemana hingga pagi baru pulang.

Menurut AGN, sebenarnya anak-anak yang berumur 15 tahun kebawah, jangan mudah menerima mereka untuk kos sendirian, jika tidak memiliki identitas yang jelas dan tujuan kos yang jelas pula. Katanya, inilah kelemahan aparat RT yang berada di pinggiran Kota Kupang ini, karena kurang serius menertipkan para ABG Wanita dibawah umur yang meminta kos dalam wilayah tersebut.

AGN, menambahkan, tuan Kos juga lemah dalam meminta Identitas yang akurat dari anak-anak dibawah umur yang meminta Kos di tempatnya. “ Pemerintah harus memberikan ketegasan terhadap para RT, terlebih yang berada didesa pinggiran Kota Kupang, supaya selalu memeriksa kos-kos yang diduga menampung anak-anak dibawah umur, sebab jangan sampai terjadi kumpul kebo dan ujung-ujungnya membuang anak yang terlahir dari kumpul kebo tersebut. Dan yang lebih berbahaya lagi, dengan identitas tidak jelas, bias saja anak-anak tersebut dipakai para Bandar Narkoba untuk mendagangkan barang-barang haram mereka “, tegas AGN, mengakhiri pembicaraannya.

( NTTEXPOS.003).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: