BANYAK TARIAN LUAR YANG MASUK KE ATAMBUA, TEMAN-TEMAN SAYA MULAI MENINGGALKAN TARIAN LIKURAI

NTTEXPOS.COM.Kupang,14 Mei 2016.

“ Banyak teman-teman saya dan teman-teman di sekolah lain yang mulai sangat menggemari Tarian-Tarian Asing, seperti, Tari Kreasi Baru, Disko yang selalu dilakukan apabila ada Pesta Anak Muda. Tetapi kalau ada kegiatan-kegiatan Seni Budaya, saya amati, kurangnya anak-anak muda kita yang terlibat didalamnya. Kasihan kalau tradisi-tradisi asli kita seperti Tari Likurai, Tarian Tebe dan Tarian Bidu Kikit, dilupakan oleh generasi-generasi muda kita “. Inilah ungkapan tulus, salah satu siswa SMK Kusuma Atambua, Alfridus Ropa Besi, ketika ditemui awak media ini, didepan Gereja Imaculata Atambua, pada beberapa waktu lalu.

Kata Alfridus, sebaiknya pemerintah dan pihak sekolah melakukan program yang mampu menggerakan anak-anak muda kita di Atambua, untuk selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan Seni Budaya Belu, sehingga kegiatan-kegiatan Seni dan Budaya Belu dapat dilestarikan dengan baik.

Program Kegiatan yang dilakukan Pemerintah, harus bisa mendorong pihak sekolah dan sanggar-sanggar yang ada di Atambua, agar dengan sendirinya secara rutin, akan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan seni tradisi Belu, kalau tidak, pengaruh Tari-Tarian di zaman modern ini akan menguasai anak-anak remaja kita.

“ Sebagai Geneerasi Muda, saya merasa, seni budaya Belu, adalah seni yang masih asli, yang punya sejarah luhur, dan memiliki nilai-nilai mulia, yang patut dicontohi oleh generasi muda, sebab itu, sangat disayangkan apabila terlupakan oleh perkembangan zaman yang semakin modern ini”, ucap Alfridus, mengakhiri pembicaraannya. ( NTTEXPOS.003).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: