BOLEKAH ANAK DIBAWAH UMUR DIPEKERJAKAN DI TEMPAT HIBURAN MALAM ???

Nttexpos.com.Kota Kupang,19/02/2016

“ Kami ini orang awam soal hukum dan undang-undang perlindungan anak, tetapi setahu kami, anak-anak yang masih usia sekolah yang berumur sekitar 12 tahun sampai 16 tahun, harusnya tidak dipekerjakan ditempat-tempat hiburan malam, seperti Bar dan Café maupun diskotik. Yang sangat mengherankan, anak-anak yang dipekerjakan itu tidak diketahui oleh orangtua mereka. Mengapa Pemilik Bar, Diskotik dan Café tidak mengecek umur anak-anak itu maupun asal-usul serta orangtua anak-anak tersebut ?. Menurut kami, menerima dan mempekerjakan anak-anak perempuan dibawah umur sebagai pelayan Bar, Diskotik dan Café-Café adalah perbuatan yang kurang baik, karena, lika-liku kehidupan dunia malam sangat rawan terhadap pembentukan jiwa anak-anak itu menuju masa depan yang berguna”. Inilah pengeluhan beberapa orangtua yang mengetahui kalau anak mereka yang berumur 12 sampai 16 Tahun yang kepergok bekerja sebagai pelayan bar yang berada didalam kota Kupang.

PEMERINTAH HARUS TERTIBKAN, JANGAN KECOLONGAN DENGAN DATA DIRI PALSU !

Sebagai Penguasa Kota Kupang, Pemerintah Kota harusnya melakukan pengecekan ditempat-tempat hiburan malam dan bersikap tegas terhadap pengusaha Bar,Café dan Diskotik yang ternyata memperkerjakan anak-anak perempuan dibawah umur. Kecolongan pemerintah dalam memeriksa data-data diri yang sesungguhnya dari anak bawah umur yang bekerja di tempat-tempat tersebut adalah suatu kesalahan besar, sebab jika anak-anak itu terpengaruh dengan negatifnya dunia malam, maka dapat merusak masa depan mereka, hal ini membuat kita kehilangan generasi muda yang diharapkan dimasa mendatang. Ada anak-anak yang bekerja di Bar,Café dan Diskotik tertentu dengan memakai nama palsu dan data dirinya yang palsu. Hal ini harus dicermati oleh pengelola usaha-usaha tersebut. “ Jangan hanya ingin kaya tetapi mengorbankan masa depan anak-anak harapan bangsa kita “, ucapa PR ( 52 Tahun) yang adalah orangtua dari salah seorang anak perempuan bernama Samaran AYU, yang bekerja di satu Bar dalam kota Kupang, tanpa diketahui oleh orangtuanya. Katanya, Ayu dipekerjakan oleh seorang Ibu berinisial MM.

BANTUAN APARAT KEAMANAN, MENYELAMATKAN MASA DEPAN GENERASI MUDA !

Beberapa orangtua yang anak-anak mereka ketahuan bekerja di Bar, Café dan Diskotik, antara lain , PR ( 52 Thn), AA ( 54 Thn), mengatakan, merasa heran sebab, biasanya ada pemeriksaan rutin oleh pemerintah dan aparat keamanan pada tempat-tempat hiburan malam, tetapi mengapa masih kecolongan kalau anak-anak perempuan dibawah umur masih lolos bekerja di tempat-tempat tersebut ?. Mengapa bisa terjadi ?. PR mengatakan, mungkin data-data diri yang disodorkan oleh pihak pengelolah tidak sesuai dengan umur anak-anat tersebut alias palsu, hal ini harus dicermati secara detail oleh petugas.

Para Orangtua berharap, aparat kemanan dan pemerintah, harus sungguh-sungguh mau menyelamatkan masa depan Generasi Muda kita dengan cara memeriksa secara detail data-data anak-anak yang dipekerjakan di tempat-trempat hiburan malam tersebut.

Keseriusan dan Bantuan aparat kemanan dalam menertibkan persoalan ini, merupakan kiat yang terpuji sebab turut menyelamatkan generasi muda kita dari kehidupan dunia malam yang rawan terehadap pengrusakan jiwa dan mental  masa depan anak-anak kita di Kota Kupang.

LARI DARI RUMAH, KOS DILUAR DAN KERJA DITEMPAT HIBURAN,PERAN RT dan RW, DIUJI

Menurut pantauan media ini, anak-anak dibawah umur yang kedapatan bekerja ditempat-tempat hiburan malam, banyak yang kost di daerah sekitar Bar, Diskotik atau Café tempat mereka bekerja. Penelusuran membuktikan anak-anak perempuan belasan tahun itu, lari dari rumah-rumah mereka karena ajakan teman dan ajakan orang-orang tertentu yang adalah kaki tangan dari perusahan tempat hiburan malam. Keberadaan anak-anak itu tidak diketahui oleh orangtua mereka sehingga sulit dilacak oleh keluarga.

Sesuai data akurat yang diperoleh, anak-anak perempuan belasan tahun yang kedapatan Kos diluar pengetahuan orangtua, antara lain : IN ( 14 Tahun), CA ( 15 Thn), OS ( 16 Thn), JI ( 15 Thn), TN ( 15 Thn), VN ( 14 Thn), KK ( 14 Thn),(SK ( 15 Thn), IL ( 17 Thn), LD ( 15 Thn), EV ( 15 Thn), JS ( 13 Thn). Anak-anak ini sebelumnya anak-anak ini adalah Siswi pada beberapa SLTA dalam kota Kupang, namun kini keluar dan kos sendiri lalu bekerja di tempat-tempat hiburan malam. Tempat-tempat kos mereka berada di sekitar wilayah Kelurahan Oesapa Timur, Oesapa Tengah, BTN Kolhua, Kayu Putih, Liliba. Tempat-tempat Kos mereka cukup mewah, pertanyaannya, siapa yang membiayai kos mereka ?

Mengetahui umur mereka, harusnya aparat lingkungan, seperti RT,RW dan Lurah,  menertibkan warga -warga baru yang kos ditempat mereka. Jika tidak , maka sangat disayangkan sekali, artinya aparat Kelurahan tidak mendukung upaya Pemerintah dalam melindungi anak-anak dibawah dari bahaya-bahaya yang merusak mental masa depan mereka. ( NTTEXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: