DANA PEMELHARAAN KUBURAN PAHLAWAN I.H.DOKO, TAHUN 2015 “ TIDAK JELAS PERUNTUKANYA “

Kota Kupang, ntt-expos.com, 12/1/2015.

Pada pertengahan Tahun 2015, pihak keluarga diberitahukan  oleh pihak Dinas Sosial Provinsi NTT bahwa  dana Pemeliharaan Kuburan I.H.Doko di pekuburan kapadala untuk tahun 2015, sebesar 12 juta rupiah , akan dialokasikan untuk biaya pemindahan kerangka Jenazah Pahlawan I.H.Doko, dari TPU Mapoli ke TPU Fatukoa, termasuk biaya peti Jenazah dan Batu Nisan.

Pihak keluarga pun menerima penjelasan itu dengan senang hati, sebab akan meringankan beban biaya keluarga pada waktu pemindahan kerangka Jenazah pada bulan Desember Tahun 2015.

Ketika masuk bulan Desember 2015, pihak keluarga melakukan pendekatan lagi ke pihak Dinas Sosial Provinsi NTT, untuk rencana penggalian Kerangka Jenazah Pahlawan I.H.Doko, agar segera dipindahkan dan dimakamkan kembali di Makam Pahlawan Nasional,I.H.Doko Fatukoa, sesuai keinginan pemerintah.

Saat waktu pelaksanaan kegiatan pemindahan kerangka jenazah pada 21 Desember 2015, tiba-tiba pihak Dinas Sosial Provinsi NTT, mengatakan bahwa uang pemeliharaan yang dijnjikan untuk proses pemindahan kerangka jenazah,  peti dan nisan, sudah tidak ada lagi. Pihak keluarga merasa kecewa dan bertanya, bagaimana mungkin dana yang bertahun-tahun selalu, kini lenyap seketika diakhir tahun 2015 ?

Sebagai anak, kenalan,saudara, dan cucu,  pihak keluarga berusaha sendiri mengumpulkan biaya untuk menggali kembali Kerangka Jenazah Pahlawan I.H.Doko, membeli Peti Jenazah, membeli Batu Nisan dan membiayai ongkos-ongkos yang berkaitan dengan kebutuhan proses pemindahan.

Menurut beberapa keluarga dekat Almarhum Pahlawan I.H.Doko, mengungkapkan kekecewaanya, atas masalah tersebut.
Menurut mereka, biaya pemeliharaan yang besarannya setahun 10 juta rupiah itu, harusnya bisa digunakan untuk membiayai proses pemindahan kerangka jenazah, mengapa tidak diberikan oleh pemerintah terkait yang bertanggungjawab ?, kemana besaran dana pemeliharaan selama 1 tahun tersebut ?, masalah ini harus dijelaskan secara terbuka pada keluarga.

Sementara, salahsatu keluarga dekat Almarhum Pahlawan I.H.Doko, mengatakan, pihak dinas social harus bertanggungjawab atas ketidakjelasan penggunaan dana pemeliharaan tahun 2015 tersebut, sebab dana itu adalah uang Negara, uang rakyat.
Katanya, Almarhum, I.H.Doko, telah berbuat yang terbaik bagi rakyat NTT semasa hidupnya dulu, sehingga diberikan gelar Pahlawan Nasionall Oleh Presiden, oleh karena itu, penyimpangan penggunaan dana pemeliharaan kuburan tersebut terkesan melecehkan nama besar Pahlawan Asal NTT yang telah berjasa banyak bagi Nasional dan terkhusus bagi NTT tercinta.

“ Kalau Pahlawan Nasional asal daerah sendiri, dihargai dengan cara seperti ini, apalagi perlakuan cara menghargai terhadap Pahlawan Nasional yang bukan berasal dari NTT ? “, ucap YT, yang adalah keluarga dekat Doko, mengakhiri pembicaraannya.  ( NTTEXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: