DATA KK MISKIN DESA BAUMATA BARAT, KECAMATAN TAEBENU,KAB.KUPANG “ DIDUGA ASAL-ASALAN ! “

NTT EXPOS.COM.Kupang,24/09/2015.

Jika data yang dilakukan itu sesuai aturan, tentu keluarga miskin yang benar-benar layak diberikan bantuan, pasti akan terlayani dengan baik. Dari 102 keluarga miskin yang dulunya mendapat bantuan raskin,kini hanya tinggal 16 keluarga saja yang terlayani bantuan raskin. Yang paling mengherankan lagi, ada pensiunan PNS dan keluarga yang cukup mampu, mendapat raskin dan mendapat bantuan-bantuan seperti, dana anggur merah, dana PNPM dan berbagai bantuan sosial lainnya dari pemerintah. Sementara keluarga miskin yang hidupnya sangat sulit, tidak diberikan bantuan apa-apa.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa warga desa Baumata Barat, ketika ditemui wartawan media ini, di lokasi perumnahan RSS Baumata, pada beberapa waktu yang lalu.

Para warga mengungkapkan kekesalannya bahwa pada tiga tahun lalu mereka masih mendapatkan bantuan raskin,namun kini mereka tidak lagi mendapatinya dengan alasan yang tidak pasti.

Menurut mereka, data keluarga miskin yang dimiliki oleh pemerintah desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu,Kabupaten Kupang, tidak sesuai dengan fakta yang ada, alasanya, banyak sekali keluarga miskin yang tidak mendapat bantuan raskin. Dari 102 keluarga miskin, kini hanya 16 keluarga yang terdata mendapat bantuan itu. Pengurangan yang sangat drastis ini, terasa sangat merugikan puluhan keluarga yang benar-benar miskin karena tidak terlayani lagi.

Dan yang sangat membuat mereka merasa tidak adil lagi adalah, dari 16 keluarga yang mendapat bantuan raskin, banyak yang memiliki gaji tetap sebagai pensiunan PNS dan ada yang kehidupannya cukup mampu. Keluraga-keluarga yang tampak maju ini juga diberikan bantuan-bantuan dana seperti PNPM Mandiri, dana Anggur Merah dan bantuan dana lainnya oleh pemerintah.

Kepada pihak pemerintah Kabupaten Kupang, mereka berharap, kiranya melakukan pendataan ulang tentang keberadaan keluarga miskin yang ada dalam desa Baumata Barat. Data yang dilakukan harus benar-benar akurat dan tidak boleh dilakukan asal-asalan atau dilakukan berdasarkan keinginan pribadi para petugas data. Jangan sampai karena hubungan keluarga dan kedekatan lainnya, petugas data memasukan keluarga yang dikenalnya itu. Kalau data dilakukan seperti ini, maka, akan menimbulkan kecemburuan sosial dalam hidup bermasyarakat.

Sekali lagi warga yang benar-benar miskin didesa Baumata Barat, sangat mengharapkan keadilan dalam mendata, sehingga keluarga yang benar-benar miskin bisa terlayani lagi. ( NTT EXPOS.003).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: