DI PENGADILAN NEGERI ATAMBUA, PEKERJA CLEANING SERVICE DI PHK “ MENGADU KE PENGADILAN TINGGI NTT DAN MA “

ntt-expos.com. Kota Kupang, 01/02/2016.

“ Kami sudah bekerja sebagai tenaga kontrak selama 7 tahun di Pengadilan Negeri Atambua. Selama bekerja, kami tidak pernah melakukan kesalahan fatal yang merugikan lembaga sehingga pada setiap pergantian tahun kontrak kami selalu diperpanjang hingga sudah 7 tahun lamanya. Kami bekerja sebagai Cleaning Service, namun apa saja yang disuruh oleh atasan selalu kami kerjakan walaupun itu diluar kerjaan yang sebenarnya.

Ketika memasuki awal taun 2016 ini, tiba-tiba kami tidak boleh lagi diterima bekerja di PN Atambua tanpa alasan yang kuat dan tanpa adanya pemutusan hubungan kerja secara tertulis.

Hal ini membuat kami dan keluarga serta anak-anak merasa amat kecewa. Segala upaya pendekatan kepihak atasan kami, telah kami lakukan, namun usaha kami sia-sia, sebab ketidakmampuan kami untuk memenuhi permintaan oknum atasan kami sesuai jam yang ditentukan.

Kini kami hanya bisa berdo’a, semoga adanya perhatian dan dukungan dari para petinggi lembaga peradilan dalam hal ini dari pihak Pengadilan Tinggi NTT maupun Mahkamah Agung, agar adanya keadilan yang sebenarnya bagi pekerja Cleaning Service seperti kami ini “.

Hal ini diungkapkan oleh dua orang Tenaga Honor yang tidak mau nama mereka ditulis, ketika bertemu dengan awak Media ini, di bilangan Jalan Eltari Kota Kupang NTT, pada Senin Malam, 01/02/2016.

DIPANGGIL PENGADILAN TINGGI NTT UNTUK KLARIFIKASI MASALAH

Kepada Media ini, keduanya mengatakan, kedatangan mereka ke Kota Kupang untuk menghadap ke Pengadilan Tinggi NTT, untuk mengklarifikasi masalah pemberhentian tanpa sebab yang dilakukan oleh Atasan PN Atambua. Merasa pemberhentian kerja tanpa sebab yang jelas, maka keduanya telah bersurat kepada pihak Pengadilan Tinggi NTT maupun Mahkama Agung, dan kini PT NTT merespon pengaduan mereka, oleh karena itu keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan dan kalrifikasi masalah tersebut.

“ Kami ini orang kecil, kami tidak punya kekuatan melawan atasan kami, tetapi karena merasa tidak bersalah, maka kami coba memberanikan diri mencari keadilan. Dan semoga keadilan yang sebenarnya akan memihak kami sehingga masalah ini mendapat kejelasan mengapa kami diberhentikan secara tiba-tiba tanpa sebab apa-apa”, ucap keduanya dengan sikap yang amat kecewa.

WALAU KERJA SEBAGAI CLEANING SERVICE, KELUARGA AMAT BANGGA

Keduanya mengungkapkan isi hati bahwa, kedua keluarga mereka selama ini merasa bangga karena keduanya bisa bekerja di lembaga peradilan terhormat PN Atambua, walaupun hanya sebagai Cleaning Service. Kebanggaan keluarga mereka tiba-tiba bungkam karena keduanya diberhentikan dengan cara tiba-tiba tanpa sebab dan tanpa kesalahan apa-apa, padahal keduanya sudah 7 tahun mengabdi tanpa pamrih dengan Honor 1 juta rupiah perbulannya. Dari honor tersebut, keduanya telah banyak membantu hidup keluarga dan sekolah bagi anak-anak mereka. Kini mereka tiba-tiba diberhentikan dan menjadi pengganggur, hidup keluarga mulai amat susah. Untuk dating menghadap ke pengadilan Tinggi NTT, keduanya gadaikan motor agar bisa membayar ongkos kendaraan Bus dari Atambua ke Kupang.

TIDAK BOLEH BEKERJA KARENA TERLAMBAT ANTAR PERMINTAAN

Menurut keduanya, sebenarnya mereka masih bisa bekerja, namun, karena tidak memnuhi permintaan Oknum Atasan, maka keduanya tidak diterima lagi. Dan Setelah keduanya diberhentikan, pihak PN Atambua menerima lagi tenaga kontrak yang baru, dan hal ini sangat memukul perasaan hati mereka.

“ kami sempat bertemu dengan orang yang memaasukan tenaga Honor yang baru, orang tersebut mengaku bahwa Ponakannya masuk bekerja karena mampu memenuhi permintaan dari pihak Oknum Atasan di PN Atambua “, ucap salah satu dari keduanya.

KEDUANYA AKAN BICARA TERBUKA SOAL BENTUK PERMINTAAN TERSEBUT

Ditanya soal bentuk dan jenis permintaan yang terlambat diantar agar bisa bekerja kembali, keduanya mengelak menjelaskan secara terbuka. Keduanya berjanji, apabila tidak ada lagi solusi yang terbaik , maka secara terbuka , keduanya akan menceriterakan bentuk dan jenis permintaan yang terlambat diantar dan menyebabkan keduanya diberhentikan tiba-tiba.

Atas perlakuan yang dialami, kini keduanya telah melayangkan surat pengaduan kepada Pihak Pengadilan Tinggi NTT dan Mahkamah Agung RI. Kini pihak Pengadilan Tinggi NTT telah memanggil keduanya untuk dating ke Kota Kupang untuk mengklarifikasi masalah tersebut. ( NTTEXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: