DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI NTT LAKSANAKAN “ WORKSOP PEMBUATAN FILM DOKUMENTER “

“ Kita tetap terus menerus melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong anak-anak sekolah kita, untuk bisa berkarya sejak dini, sebelum orang-orang luar datang menggarap ceritera-ceritera rakyat dan tradisi budaya kita, kemudian dimodifikasi sedemikian rupa menjadi milik daerah lain. Kekayaan Seni Tradisi dan Budaya serta Ceritera-ceritera rakyat kita , merupakan kekayaan yang luar biasa, yang diharapkan bisa digarap secara baik oleh anak-anak sekolah di NTT, terlebih yang sekolah dijurusan Teknik Audio-Visual. Dalam Kegiatan Worksop ini, diharapkan bagi Para Guru dibidang Audio-Visual yang hadir, bisa memberikan dorongan kepada siswa dan siswinya untuk memulai membuat film documenter sebagai out put dari pembelajaran yang diperolehnya “.IMG_1668

Hal ini diucapkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs.Valen Bhalu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Timur, saat membuka acara Workshop Pembuatan Film Dokumenter, yang dilakukan di Aula Bioskop SMN3 Kota Kupang, pada hari Senin,14 Desember 2015.

Katanya, kegiatan ni merupakan program awal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, sehingga tentunya pihak sekolah dan para guru, harus bisa mendukungnya dan menyerap tata cara pembuatan Film Dokumenter yang baik dan benar. Jika pihak guru dan siswa merespon kegiatan ini secara baik, maka upaya pelestarian dan pengembangan Kesenian Budaya dan Ceritera Rakyat, yang dilakukan oleh pemerintah pasti akan dapat berjalan sesuai harapan.

Katanya lagi, Film yang mengangkat seni budaya dan ceritera rakyat di NTT, bisa mendukung pemerintah dalam upaya Pembangunan karakter bangsa, karena lewat film-film tersebut memiliki kisah yang mengandung adat budaya kita yang sudah ditanamkan oleh leluhur terdahlu, yang tentunya didalamnya memiliki nilai dan etika
dalam hidup beradat, berbudaya dalam semangat kebersamaan yang kokoh. Hal seperti ini harus ditanamkan sejak sekarang kepada generasi muda, lewat Film Dokumenter.

Valen, menjelaskan, acara Workshop ini dilakukan satu hari dan kemudian akan dilanjutkan dengan pemutaran film-Film Dokumenter yang ada di NTT, seperti Puku Afu, Dilemma dan Ine Pare yang telah di Produksi oleh Teater Pluss Kupang NTT. Pemutaran 3 Judul Film tersebut akan dilakukan pada tanggal 15 sampai tanggal 17 desember 2015, pada setiap Pukul 16.00 Wita ( Jam empat soreh)

Acara Workshop Pembuatan Film Dokumenter ini, menghadirkan ratusan siswa bersama para Guru dari sekolah masing-masing yang berada dalam wilayah Kota Kupang. Workshop ini diperuntukan bagi para guru SLTA dan SMK serta para siswa dari sekolah-sekolah tingkat SLTA dan SMK yang ada di kota Kupang.

SIMG_1662edangkan Materi Workshop tersebut, dipaparkan oleh Pieter F.kembo, yang adalah salah satu Seniman NTT, yang telah banyak memproduksi Film-Film Dokumenter berupa ceritera Rakyat NTT, Film-Film Realita hidup yang dialami oleh orang-orang kecil, saat menjalani pendidikannya.

Dihadapan Ratusan Guru dan Siswa, Pieter F.kembo, yang pernah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional serta Kementerian Pariwisata, dibidang Skenario Film Ceritera serta dibidang Produksi Film Dokumenter, mengatakan, Ceritera-ceritera Rakyat, Seni Tradisi Budaya yang dimiliki NTT, merupakan potensi yang hebat, yang bisa dikelola secara baik oleh pemerintah dan masyarakat NTT sendiri, untuk menjadi media pendidikan maupun media pelestarian Seni Budaya dan Ceritera rakyat yang ada di NTT. Tanpa keterlibatan Para siswa,Guru dan Pemerintah, maka potensi yang ada tersebut tidak bisa dikelola secara benar sesuai harapan.

Dalam pemaparannya, Pieter F.kembo, mengatakan, film documenter harus bisa diproduksi oleh para Siswa, para Guru, serta siapa saja, asalkan memiliki niat untuk melaksanakannya. Film Dokumenter yang memiliki nilai adalah ceritera yang diambil dari Seni Tradisi Budaya serta Ceritera Rakyat yang ada di NTT.

Kata Pieter, cara terbaik agar seseorang bisa memproduksi film documenter dengan baik dan benar adalah IMG_1670mengikuti workshop Pembuatan Film tersebut, sehingga dengan pengalaman yang diperoleh, mereka mampu memproduksi sendiri Film Dokumenter sesuai tatacara dan standart produksi yang menasional.

Dalam pemaparannya, Pieter F. Kembo, menjelaskan secara jelas, terbuka dan transparan tentang bagaimana suatu Film bisa diproduksi dengan baik. Dia menjaleskan secara jelas, tentang tahap-tahap dalam Produksi Film Dokumenter, yang terdiri dari kegiatan Pra Produksi, Kegiatan Produksi dan Kegiatan Pasca Produksi.
( NTTEXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: