DOAKU MENYENTUH HATI TUHAN (1 Sam 1:1-28

Oleh: Ev. Andre Saleh, S.Th

Kitab 1 Samuel merupakan mata rantai sejarah yang utama di antara masa para Hakim dengan Raja Israel yang pertama. Pada masa ini Israel belum menjadi sebuah bangsa sehingga pemerintahan langsung dipimpin oleh Allah (Theokrasi). Kemudian pada pasal delapan Israel menghendaki seorang raja dan Saullah yang dipilih menjadi raja Israel pertama dengan undian.

Di awal kitab ini, ada sebuah cerita yang sungguh menarik namun juga sungguh menyedihkan di mana ada seorang laki-laki keturunan Efraim mempunyai dua isteri, yang pertama bernama Hana dan yang kedua bernama Penina.

Alkitab mencatat Penina mempunyai anak sedangkan Hana tidak alias mandul (ay 2). Di dalam adat istiadat Yahudi, isteri yang mandul merupakan hal yang tabu atau memalukan dan seorang suami mempunyai alasan untuk menceraikan isterinya dan wajib menikah lagi (poligami).

Namun yang menariknya adalah Elkana tidak melakukan demikian, ia tetap beristerikan Hana namun ia menikah lagi dengan Penina. Sudahlah tentu Hana merupakan isteri pertama karena ia mandul maka Elkana menikah lagi.

Setelah Israel masuk ke tanah Perjanjian dengan kepemimpinan Yosua, maka Yosua membagi-bagikan bagian demi bagian dari tiap suku Israel dan Silo menjadi tempat Kemah Suci diletakkan. Silo juga menjadi pusat keagamaan Yahudi selama 369 tahun.

Alkitab menjelaskan bahwa Elkana dan seisi keluarganya pergi berziarah tahunan dan mempersembahkan korban kepada TUHAN. Jarak antara Rama tempat di mana Elkana tinggal dengan Silo hanyalah 24 km. Walaupun sekeluarga bersama-sama pergi ke Silo namun suasana hati Hana tidaklah bersukacita dan bahagia, karena ia mandul oleh sebab itu Penina selalu menyakiti hatinya sehingga ia menangis dan bahkan tidak mau makan.

Keadaan ini bukan terjadi setahun dua tahun, melainkan Alkitab mencatat dari tahun ke tahun (ay 7). Bagi Elkana Hana tidak memberikan kepadanya keturunan tidaklah masalah sebab bagi dia, dirinya lebih berharga dari sepuluh anak laki-laki (ay 8), namun bagi Hana sungguh sebuah masalah dikarenakan ia selalu disakiti oleh Penina dan di dalam lingkungannya ia pun pasti malu terhadap tetangga sekelilingnya maupun kerabatnya dan kerabat dari suaminya Elkana.

Di dalam keadaan yang penuh dengan kesedihan dan tidak berpihak baik kepada Hana, DOAlah yang menjadi satu-satunya jalan keluar untuk Hana bisa menyampaikan seluruh kegalauan hatinya yang selama bertahun-tahun dialaminya, bukan saja berdoa secara biasa-biasa namun sambil menangis tersedu-sedu (ay 10). Situasi seperti ini memberikan tanda bahwa telah hampir habis kekuatan untuk berharap, hampir habis kekuatan untuk meyakini bahwa Tuhan sanggup memberikan kepadanya seorang anak laki-laki. Mengapa hanya karena seorang anak laki-laki membuat Hana begitu hancur hati? Sampai-sampai Imam Eli menganggapnya mabuk.

Di dalam adat istiadat Yahudi, anak laki-lakilah yang menjadi pewaris dari segala milik orang tuanya, sedangkan anak perempuan setelah berusia dua belas tahunlah baru berhak menerima warisan. Mazmur 144:12 berbunyi: “Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang di pahat untuk membangun istana! Mazmur 127:3 juga berbunyi: “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah”.

Hana sungguh-sungguh mengharapkan pertolongan TUHAN. kemudian ia bernazar jika TUHAN semesta alam sungguh-sungguh memperhatikan sengsaranya, mengingatnya, memberikan kepadanya seorang anak laki-laki maka Hana akan mempersembahkannya kepada TUHAN seumur hidupnya.

Sekali lagi, jalan keluar yang Hana lakukan adalah BERDOA kepada TUHAN dan Alkitab mencatat TUHAN ingat kepadanya (ay 19), dan setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamainya Samuel yang artinya “yang di minta dari TUHAN”.

Selama bertahun-tahun Hana pergi ke rumah TUHAN dengan hati yang hancur dan tangan yang kosong (mandul) namun kini ia pergi ke rumah TUHAN dengan hati yang berlimpah ucapan syukur dan sukacita karena TUHAN telah mengingatnya dan memberikan Samuel kepadanya. Ayat 27-28 berbunyi: “Untuk mendapatkan anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepada aku, apa yang ku minta dari-padanya. Maka akupun menyerahkan kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN”. Lalu sujudlah mereka disana lalu menyembah kepada TUHAN”.

PERENUNGAN

Mungkin ada di antara Bapak Ibu Saudara yang terkasih selama bertahun-tahun mengalami pergumulan yang berat dengan masalah kehidupan anda sehingga membuat anda hampir putus asa atau juga ada di antara kaum perempuan yang membaca renungan ini mengalami pergumulan yang sama dengan Hana (mandul) selama bertahun-tahun, namun izinkanlah saya mengingatkan kepada anda bahwa DOALAH yang menjadi satu-satunya jalan keluar untuk anda dapat menerima jawaban kemenangan dari TUHAN.

Sikap doa bagaimana yang menyentuh hati TUHAN? Pertama, berdoalah kepada Tuhan dengan hati yang hancur (ay 10). Kedua, berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan terus menerus (ay 12-13). Ada harga yang harus dibayar oleh kita jika kita ingin pergumulan kita di jawab oleh Tuhan. Jika saya sedikit bertanya, mengapa Allah sumber segala jawaban mau menutup kandungan Hana? dan selama bertahun-tahun membiarkan Hana merasakan hancur hati karena status mandul yang dimilikinya? Allah hanya ingin memberikan kesempatan kepada Hana untuk setia menghampiri hadirat TUHAN dan selalu bertekun berdoa, dan Allah membutuhkan kesempatan juga untuk melakukan mujizat dalam hidup Hana.

Kita pun akan mengalami kesempatan-kesempatan yang baik itu dari Allah. SENTUHLAH HATI TUHAN DENGAN DOA KITA. Allah sangat menghargai dan menghormati sikap hati yang Hana miliki. Allahpun juga pasti menghargai dan menghormati sikap hati kita jika kita berdoa dan terus menerus berdoa. Janganlah jemu-jemu untuk berdoa kepada Allah, Dia sumber pertolongan satu-satunya yang sanggup melakukan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Allah hanya sejauh DOA. AMIN !.

( NTTEXPOS.EDITORIAL).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: