DR.ABU BAKAR QOSIM, M.PD.PEMIMPIN ITU,DIDENGAR OMONGANNYA, DILIHAT PERBUATANNYA

Jika Pemimpin hanya bisa banyak berkata lalu tidak berbuat seperti kata-katanya, maka pemimpin itu akan dilupakan oleh masyarakatnya. Hal ini diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Kelurahan Kayu Putih, Drs. Abu Bakar Qosim, M.Pd. saat ditemui wartawan Exodus Pos di Kediamanya Beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini, semua lapisan masyarakat amat mengharapkan Figur Pemimpin daerah yang memahami benar sendi-sendi kebutuhan hidupnya. Pemimpin yang bisa berkata janji lalu mampu melaksanakannya walaupun tidak semuanya dapat dilakukan, yang terpenting, minimal ada sentuhan-sentuhan nyata mengenai janji saat melakukan kampanye.

“ Kita memahami keterbatasan- keterbatasan yang dimiliki oleh sang pemimpin, namun walaupun sedikit, perlu ada perbuatan nyata yang mesti dilakukan sesuai apa yang pernah dijanjikan, agar masyarakat tidak menilai bahwa pemimpinnya telah mengabaikan kebutuhan mereka “, ungkap Abu Bakar.

Abu Bakar melanjutkan, pemimpin yang sedikit janji lalu banyak kerja nyata akan disenangi oleh masyarakatnya sehingga jika pemimpin itu telah habis masa jabatannya, rakyat akan memilihnya kembali karena perbuatannya sesuai dengan
perkataannya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa,“ Mulutmu,Harimaumu”, apa yang diucapkan adalah kewajiban yang harus dilakukan, kalau tidak, akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri, dan bukan tidak mungkin, kata-kata dan janji –janji itu akan mengecilkan diri sang pemimpin ditengah-tengah masyarakatnya. Kalau sudah demikian maka pemimpin tersebut akan ditinggalkan oleh masyarakat yang dipimpinnya.

Agar seorang pemimpin tetap eksis dimata masyarakat, maka jangan selalu menebar janji jika janji yang tidak mungkin bisa dilakukan.

Saat kita menjadi pemimpin, kita harus turun langsung ke tengaht-tengah kehidupan masyarakat dan mendengar apa keluhanya, apa kebutuhan prioritas nya, kemudian mengajak masyarakat untuk bersama mencari jalan keluar yang bisa dilakukan demi kebutuhan mendasar yang diperlukan, lalu melibatkan masyarakat dalam usaha-usaha memenuhi kebutuhanya, agar masyarakat merasa apa yang dicapai adalah perjuanganya juga, sehingga masyarakat merasa dihargai oleh pemimpinnya, niscaya akan tumbuh rasa kebersamaan dan kedekatan yang saling mengikat, dan jika sudah demikian, maka pemimpin tersebut akan disayangi oleh masyarakatnya dan tanpa melakukan banyak kampanye pada saat ingin maju menjadi kepala daerah, masyarakat akan tetap memilih pemimpin tersebut untuk menjadi pemimpin mereka , ucapnya tegas. ( NTT-EXPOS.004).


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: