DUA KARYA BESAR SKENARIO FILM ANAK NTT “ PATUT MENJADI MEDIA EDUKASI DAN PROMOSI WISATA “

Oleh : Irwan Thio
( Pemerhati Film Daerah NTT )

Ntt-expos.com. Kota Kupang 12/10/2015.

Menelusuri perkembangan dan karya para Seniman yang ada di Nusa Tenggara Timur, khususnya yang bergerak didunia penulisan Skenario Film, patutlah kita memberikan jempol, karena sejak Tahun 2005, para penulis kita sudah masuk barisan Nominasi tingkat Nasional dan pada Tahun 2014, lagi-lagi orang NTT dengan Karya Skenario Film layar lebar, masuk urutan dua Nasional. Hal ini patutlah kita banggakan sebab penulisan skenario yang rumit itu ternyata mampu dikerjakan oleh seniman kita di Nusa Tenggara Timur.

SKENARIO FILM “GADIS PEMETIK SASANDO” MASUK SEPULUH BESAR NASIONAL

Pada Tahun 2005, Skenario Film Gadis Pemetik Sasando, setebal 154 Halaman, dengan durasi tayang kurang lebih selama 120 menit itu, karya seniman kita Pieter Kembo, terpilih menjadi urutan ke 5 dalam 10 besar skenario film Faforit tingkat nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Nasional.

Kalau tidak salah, peserta penulis skenario film layar lebar pada waktu itu berjumlah 185 orang dari seluruh indonesia, dan para juri yang menilai adalah : N.Riantiarno, Arswendo Atmowiloto, Djenar Mahesa Ayu, Pranoto, Titi Said. Juru-juri berkelas Nasional dan Internasional ini, telah memberikan nilai obyektif yang luar biasa, sehingga orang NTT harus bangga kalau anak daerahnya juga termasuk dalam 10 besar skenario Film Faforit nasional tersebut.

Film yang berlatar belakang sasando, yang selalu dimainkan oleh seorang gadis cantik ketika hatinya menangis menanti sang kekasih yang tak kunjung kembali dari perantauan tersebut, cukup menggetarkan sukma setiap insan ketika mendengar tutur-tutur syair yang dilagukan penuh kepilauan dan kerinduan panjang. Film yang juga mengakomodir pesta dan acara tradisi Suku Rote dengan pakaian budaya asli dalam berbagai acara dan kehidupan keseharian para tokoh penting dalam film ini, patutlah didukung oleh pemerintah Nusa Tenggara Timur, untuk dijadikan Film Pendidikan dan Budaya dan sebagai contoh bagi generasi muda kita, agar selalu menjunjung tinggi budaya aslinya, sehingga tidak gampang terlupakan begitu saja oleh generasi mendatang.

SKENARIO FILM ”OFA LANGGA” URUTAN DUA NASIONAL, SETELAH ARSWENDO ATMOWILOTO

Siapa tak kenal Arswendo Atmowiloto yang sudah memiliki nama besar di Indonesia ini, setiap orang sangat menghormati karya-karya besar yang telah dihasilkan oleh Arswendo Atmowiloto. Sastrawan dan Budayawan tingkat Nasional ini, telah memiliki jam terbang yang sangat tinggi di dunia karya-karya sastranya yang luar biasa. Namun kita orang NTT juga harus berbangga, sebab, pada tahun 2014, anak daerah kita Pieter Kembo, lagi-lagi mampu bersaing dalam 100 lebih penulis skenario film layar lebar se-indonesia dan hasilnya karya Pieter kembo berhasil menduduki urutan dua dalam lima besar skenario film yang terpilih untuk difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

Ke 5 Skenario Film yang terpilih tersebut adalah : Keluarga cemara, Karya Arswendo Atmowiloto, Ofa Langga, Karya Pieter Kembo, Bumi Sambhara, Karya Yudianto Suros, Kereta Sinema, karya Ilma Indiasri, Sang Empu Keris, karya Tedjo.

Para Juri dalam pembedahan naskah-naskah skenario ini adalah, Melvy Yendra, Gustaf Sakai, Hari Ambari, Damhuri Muhammad, Catur Firmansyah, Umi Budyastuti, telah banyak memberikan pandangan dan saran kepada para penulis, sehingga tentu skenario yang dihasilakan tersebut benar-benar telah memenuhi syarat dan dasyat untuk diproduksi menjadi film yang amat menarik.

Dengan keberhasilan yang telah diraih oleh anak daerah NTT, dengan karya-karyanya yang sudah setara nasional, seperti saudara Pieter Kembo ini, harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah Provinsi Kita di NTT, khususnya, dinas Parekraf dan Dinas PPO, sehingga Skenario yang memiliki syarat makna budaya,tradisi dan pesan moral yang telah diakui scara nasional tersebut, bisa dilakukan produksi film yang membangun daerah kita dibidang Seni dan Budaya serta mendukung pemerintah NTT di bidang kepariwisataan.
SAYANG SEKALI KALAU KARYA UNGGULAN ANAK NTT INI TIDAK
DIDUKUNG UNTUK DIFILMKAN DI DAERAH NTT TERCINTA !!!

Menela’ah, isi tulisan kedua Skenario karya Pieter kembo yang telah diakui secara nasional tersebut, kita melihat begitu banyak harta kekayaan Budaya Tradisi orang NTT yang terpapar didalamnya, Yaitu, mulai dari Logat Asli, Musik Tradisional, Tuturan dan syair-syair adat yang menggelitik jiwa, Penggunaan Kain Sarung adat asli yang menantang, Panorama alam yang penuh pesona dan seksi, tokoh-tokoh ceritera dengan dialeg aslinya yang menggigit, mestinya direspon segera oleh pemerintah kita di NTT, lewat dinas-dinas terkait yang ada, sehingga bisa terkover untuk diproduksi menjadi Film yang bermutu pendidikan bagi anak-anak generasi muda NTT dan juga menjadi film yang mampu menjuual kekayaan alam wisata budaya NT,  agar dikenal secara nasional dan internasional lewat media televisi dan film layar lebar. ( EDITORIAL NTT-EXPOS).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: