FILM ETNIK KOSU WENA KERI, MENGGAPAI CITA : DI SUKAI 200 SISWA SLTP-SLTA YANG HADIR !

Semua mata tertuju pada layar bioskop, para siswa-siswa mengikuti dengan cermat jalannya Film Dokumenter Budaya Ngada, yang berjudul Kosu Wena Keri, yang artinya Padi Dalam Rumput Ilalang tersebut.

Pemutaran Film Dokumenter hari ke 3, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, makin mendapat simpatisan serius dari para Siswa-Siswa berbagai sekolah SLP dan SLTA sekota Kupang.

Pada hari ke 3 ini, para siswa yang hadir semakin bertambah banyak memadati Gedung Bioskjop SMAN 3 yang berkapasitas 300 orang tersebut. Hal ini menandakan bahwa para siswa mulai tertarik dengan produksi-produksi film daerah yang dilakukan oleh para insane seni yang ada di NTT.

Kapada media ini, beberapa siswa dari SMA Negeri 5 Kupang, mengatakan, sangat Puas dengan Film yang ditayang hari ini, sebab mereka baru memahami bahwa ceritera-ceritera daerah ternyata memiliki nilai-nilai tentang persatuan, kekeluargaan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.

Kata mereka, film-film yang bertemakan budaya dan pendidikan yang diputar hari ini, telah menyentuh hati mereka untuk ingin memulai produksi sendiri film-film Dokumenter yang bernilai sejarah dan Pendidikan, asalkan adanya dukungan awal dari pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang berada di Kota Kupang ini.

Sementera salah satu Guru yang mendapingi para siswa dari SMAN 5 Kupang, Jhon Nenotek, mengatakan, banyak anak-anak didik mereka yang punya keinginan kuat untuk mengetahui tatacara pembuatan film Dokumenter, oleh karena itu, pemerintah dalam hal i8ni dinas yang berwenang, sekiranya membuat Workshop disetiap sekolah yang ada sehingga para siswa semakin memahami Film Dokumenter serta mampu membuat produksi sendiri disekolah mereka.

Sementara itu, Kepala Seksi Perfilman pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Froubel, yang ditemui setelah usai pemutaran film tersebut, mengatakan, marasa bangga karena sejak hari pertama pemutaran Film-Film Dokumenter Daerah, kehadiran siswa semakin hari semakin meningkat.

Katanya, semoga dengan kegiatan pemutaran Film-Film Dokumenter, bisa memberikan dorongan kepada para siswa untuk mencintai karya daerahnya sendiri dan tertarik untuk memproduksi sendiri ceritera-ceritera rakyat yang ada di NTT.

“ Kini Pemerintah menggalakan gerakan cinta film daerah dengan maksud bisa mencegah film-film luar yang berpotensi tidak mendidik dan juga untuk pelestarian seni budaya, ceritera rakyat serta pembentukan karakter bagi generasi muda kita “, ungkap Foubel mengakhiri pembicaraan. ( nttexpos-002)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: