HARI KE 4 NONTON BARENG FILM DOKUMENTER NTT: “ PARA SISWA NYATAKAN PUAS !“

IMG_1791“ Suasana tegang memenuhi ruangan bioskop SMAN 3 Kupang, ketika kapal dihantam badai di selat Puku Afu, Begitu juga ketika Ine Pare ( Dewi Padi) hendak dibunuh oleh kakaknya sebagai korban adanya padi di Ende-Lio Flores, terdengan ruang bioskop hening dan diam. Ada juga puluhan siswa dan para guru, yang sempat berlinang air mata ketika Pemeran Christin Berhasil menjadi Sarjana dari kehidupanya pahit penuh kekurangan dan akhirnya menjadi Hakim Muda yang tegas memutuskan perkara narkoba yang menimpa keluarganya sendiri “.

Itulah gambaran suasana-suasana para penonton dalam ruangan bioskop yang dilengkapi Full AC selama 4 hari kegiatan Workshop dan pemutaran film-film Dokumenter Daerah Nusa Tenggara Timur.

Kalangan guru-guru dan siswa-siswi SLTP, SLTA sekota Kupang, sangat antusias hadir dan sangat merespon kegiatan Workshop dan Pemutaran Film Dokumenter NTT, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, sejak tanggal 14 sampai 17 Desember 2015, bertempat di Gedung Bioskop Smantig SMA Negeri 3 Kota Kupang.

IMG_1785Kepada media ini, para siswa dari SMAN 2, SMAN 3 , SMAN 5, SMK 2, SMK 1, SMK 4, mengatakan, sangat puas dengan suguhan film-film daerah yang ternyata memiliki kualitas gambar dan isi ceritera yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan pendidikan serta kehidupan sehari-hari yang terjadi saat sekarang.

Mereka mengharapkan, pemerintah selalu memberikan spirit agar para seniman dan anak-anak sekolah memiliki semangat terus untuk membuat dan memproduksi film-film yang berlatarbelakang budaya, pendidikan dan sejarah masa dulu maupun kisah masa sekarang.

“ beta punya hobi bikin film documenter, tapi saying beta belum memahami benar soal teknik pembuatannya, baik dari naskah maupun cara shoting dan editing. Semoga kedepan nanti, katong pung guru-guru bias mengajari lebih intensip agar katong mampu produksi sendiri lewat sekolah “, ungkap Maksi,Ruben,Ita dan Ronny, yang masih berseragam SLTA keluar dari ruang bioskop.

Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan tersebut, atas nama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Bidang Kebudayaan, Drs. Velens Bhalu, yang ditemui Media Ini, setelkah usai kegiatan hari terakhir, mengatakan, ucapan terimakasih banyak kepada seluruh siswa dan siswi dan para guru yang suidah hadir dari berbagai sekolah.

IMG_1778Katanya, khusus bagi para guru, semoga lewat workshop dan Pemutaran Film Budaya Daerah NTT tersebut, dapat menggerakkan bakat dan minat para siswa-siswinya dalam menghargai film-film daerah kita yang memiliki nilai-nilai budaya luhur, budi pekerti, semangat mengejar pendidikan, sehingga karakter anak-anak didik terbentuk sejak dini sehingga di Zaman semakin modern ini, para siswa-siswi akan mampu menghindari pengaruh-pengaruh film luar yang terkesan kurang mendidik.

Dia mengharapkan, lewat Workshop Pembuatan Film Dokumenter yang telah dilakukan oleh pihaknya, dapat mendorong para guru dan siswa untuk membuat scenario dari ceritera-ceritera rakyat NTT, adat tradisi budaya yang ada, untuk melakukan produksi menjadi Film, sehingga mampu membantu pemerintah dalam upaya melestarikan sejarah dan budaya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Workshop tersebut diharapkan menjadi bahan bagi para guru untuk menggerakan bakat dan minat para siswa untuk pengembangan bakat dan kreatifitas yang dimiliki oleh mereka.IMG_1757

Dia melanjutkan, Kepada saudara seniman kita Pieter Kembo, kami mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaannya memberikan Materi Workshop cara pembuatan Film Dokumenter yang bernuansa Pendidikan dan Budaya Nusa Tenggara Timur. Dan kepada Lembaga Swadaya Perfilman Tetaer Pluss, kami menghaturkan banyak-banyak terimakasih karena sudah bersedia memutar berbagai film-film yang diproduksinya untuk ditonton oleh 800 san siswa dan guru yang hadir selama 4 hari kegiatan tersebut.

“ Pemerintah akan selalu mendukung upaya-upaya para guru dan siswa yang mau berkreasi melestarikan sejarah dan budaya yang ada di Provinis Nusa Tenggara Timur “, ucap Valens, mengakhiri. ( NTTEXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: