JADI SOPIR PEJABAT, JANGAN DIPERLAKUKAN SEENAKNYA !

Sudah puluhan tahun saya menjadi sopir para pejabat di lingkup pemerintah Provinsi NTT. Banyak sekali pengalaman pahit yang saya dapati. Dari pagi sampai malam, Saya harus melayani kepentingan pejabat itu beserta semua anak dan keluarganya.

Saya pulang kerja setelah anak saya tertidur, lalu saya harus pergi dari rumah sebelum anak-anak saya bangun tidur. Sebagai ayah, saya tidak bisa membimbing anak saya secara baik karena jarang bertemu.

Kalau hanya melayani sang pejabat saja, tentu saya masih punya waktu mengurus anak-anak saya. Saya harus melayani semua kepentingan anak,isteri dan keluarga sang pejabat itu, kalau tidak, saya pasti dipecat dan kehilangan pekerjaan. Pernah anak saya tertabrak mobil dan sekarat, namun, karena saya masih melayani keluarga pejabat itu, maka, saya tidak bisa membantu anak saya ke rumah sakit.

Itulah pengakuan hati dari beberapa sopir pejabat, ketika bertemu dengan Wartawan Media ini di halaman kantor Gubernur Provinsi NTT, belum lama ini.

Kata salah seorang Sopir, berinisial nama samaran SM ( 53 tahun ), selama puluhan tahun menjadi sopir pejabat, dirinya banyak mendapat pengalaman pahit dan juga ada pengalaman yang manis.

SM mengakui, tidak semua pejabat yang menjadi atasannya memiliki sifat yang suka seenaknya memerintah dirinya untuk melayani seluruh keluarganya. Ada pejabat yang berhati baik dan suka menolong sehingga dirinya bisa diangkat menjadi PNS.

Ada pejabat yang benar-benar memahami bahwa hanya dirinya saja yang pejabat, sehingga tidak seenaknya memerintah sopir untuk melayani anak-anak dan isteri serta keluarga lainnya.

Sebagai Pegawai Golongan satu, dengan gaji yang kecil, SM bisa menyekolahkan anak-anaknya sehingga banyak yang sukses menjadi Sarjana. Kata SM, rajin, ulet, tabah dan sabar, membuat anak-anaknya berhasil mencapai gelar sarjana.

SM, mengharapkan, kiranya para pejabat sekarang, harus bisa memberikan pengertian kepada anak-anak, isteri dan keluarganya, agar tidak memperlakukan para sopir, dengan sewenang-wenang.Berikan waktu juga bagi sopir agar dapat mengawasi dan membimbing keluarga dan anak-anak mereka. Sehingga keluarga para sopir tersebut bisa berperan menjadi ayah yang baik bagi keluarganya. ( NTTEXPOS.001).


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: