JULIE LAISKODAT SUTRISNO: “DORONG KERAJINAN TENUN NTT,BEBERKAN NILAI DIBALIK MOTIF”

ntt-expos.com. Kupang 27 Maret 2018.

Julie Laiskodat Sutrisno, pemilik usaha Batik Levico Jakarta sekaligus pencinta kain tenunan Nusa Tenggara Timur, mengatakan, berbagai motif yang ada pada kain tenunan NTT memiliki filosofi yang bernilai luhur,karena itu, kain tenunan NTT harus tetap dijaga kelestarianya dari zaman ke zaman. Motif-Motif bernilai hasil rajutan tangan para penenun menjadi simbol peradaban manusia yang hidup di NTT. Karena itu amatlah disayangkan apabila seni rajutan penuh makna ini tidak diurus secara baik. Selain sebagai upaya pelestarian kekayaan warisan budaya juga harus dikelola menjadi kegiatan ekonomi kreatif bagi para penenun guna memperbaiki pendapatan ekonomi hidup keluarganya.

Kata Julie, yang adalah isteri Calon Gubernur NTT 2018, Victor Bungtilu Laiskodat, bahwa simbol-simbol yang tertera dalam rajutan tenunan khas NTT mengisahkan banyak hal penting tentang persatuan, gotong royong, keperkasaan dan penghormatan mendalam terhadap sesama manusia dan terlebih penghormatan mendalam terhadap Tuhan Sang Maha Kuasa.

Dalam wawancara khusus dengan awak media ini, Julie mengatakan dirinya sangat kagum atas kegigihan para kaum wanita penenun NTT, karena setia merajut tenunan dari masa ke masa demi mempertahankan nilai karya budaya warisan leluluhur mereka. Oleh karena itu Julie berjanji untuk tetap mendorong usaha kerajinan tenun ini agar bisa  mendatangkan ekonomi lebih baik bagi para penenun untuk hidup sejahtera. “ Bukan sekedar untuk mendatangkan ekonomi saja, tetapi yang paling utama adalah tetap lestarinya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam motif-motif kain tenunan tersebut”, papar Julie dengan serius.

Kepada media ini, Julie menyinggung nilai-nilai yang ada pada kain tenunan ikat khas NTT, antara lain,Sarung Waibalun Flores Timur bermotif Motif Bunga memiliki arti tanda harapan dan cinta kasih. Motif Belah Ketupat yaitu pertanda baik, Motif Telon, artinya perlindungan, dan Motif Kenuma yang artinya selalu bersama. “ Sungguh bernilai arti dibalik motif-motif kain tenunan NTT”, ucap Julie.

Julie, menjelaskan lagi, Ada Motif Tengkorak Besar dan Tengkorak Kecil dari Tenunan Sumba, melambangkan Raja dan Ajudanya, dan motif ini memiliki kisah tersendiri. Ada juga  Motif Tenunan lainya di NTT yang bergambar Cicak, yang berarti adanya Raja Kecil yang memiliki aturan tersendiri tentang apa yang harus ditaati oleh kaum laki-laki dan kaum perempuan.

Dia melanjutkan, tenunan Timor yang bermotif garis-garis lurus dari atas ke bawah, yang artinya tetes hujan yang selalu turun dari langit ke bumi menyuburkan tanaman untuk kehidupan, ada motif ranting pohon,melambangkankan cabang-cabang dari rumpun adat besar. Ada juga Motif Udang pada kain tenunan Sumba Timur yang digunakan untuk menutup jenazah. Bagi orang Sumba Timur Udang adalah lambang kebangkitan sesudah kematian, yang artinya memperoleh kehidupan yang abadi setelah meninggalkan dunia.

“ Betapa mengandung nilai spiritual yang tinggi dalam motif tenunan kita di NTT. Kita patut mendorong,menjaga dan melestarikan nilai-nilai dari rajutan tenunan adat ini “, papar Julie.

Menyinggung motif dari didaerah lainya, Julie, mengatakan masih sangat banyak motif dan ragam warna yang amat menarik dan bernilai, antara lain,  seperti Motif kuda kecil dalam geometris berlambangkan ritme kehidupan masyarakat Kupang dalam Alam Raya, dan ini punya makna mendalam tentang kebersamaan untuk menggapai kemakmuran hidup.

Ada juga dari Flores yang bermotif bintang kejora yang menandakan cahaya kelahiran baru bagi si bayi , dan kain motif ini menjadi pembungkus bayi yang baru lahir, dengan tujuan bayi ini akan bertumbuh besar dan selalu terhindar dari berbagai mara bahaya.

 “ Masih ada banyak sekali motif yang bernilai luhur, karena itu, kita harus melindungi dan menjaga keaslian makna dibalik ribuan motif itu. Kita juga harus mampu mengelola karya tenun menjadi pendapatan ekonomi yang layak bagi para pekerja nya sehingga mereka tetap berkarya menjaga warisan budaya peninggalan leluhur kita “ tandas Julie mengakhiri penjelasaanya. ( NTTEXPOS.COM.001).

 

 

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: