KADIS KEBUDAYAAN NTT, DRS SINUN PETRUS MANUK “ KELOLA BUDAYA LOKAL DORONG EKONOMI RAKYAT NTT “

ntt-expos.com. Kota Kupang 1/2/2018.

“ Ketahanan budaya lokal bertjuan mendukung pembangunan manusia NTT pada khususnya dan membangun manusia indonesia pada umumnya. Keunikan dan keragaman budaya adalah kekayaan yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Juga lewat budaya, kita dapat mempersatukan keberagaman guna menopang pembangunan, bangsa dan negara “. Hal ini diungkapkan oleh Kadis Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk, saat ditemui wartawan media ini, diruang kerjanya pada Kamis, 1/2/2018.

Dijelaskanya, NTT miliki berbagai obyek budaya, yaitu, Seni Tradisi, Ritus atau Upacara Adat, Kuliner, Arsitektur Tradisional, Tradisi Lisan, beragam Pakaian Adat, Seni Kerajinan, beragam Kain Adat, ratusan Tarian Daerah, ratusan Lagu Daerah, ratusan Ceriteran Rakyat, ratusan Jenis Corak Tenunan Asli, memiliki ratusan jenis Musik Daerah yang menarik dan unik yang tersebar dalam 22 kabupaten, jika semua ini dikelolah secara profesional, akan menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi kehidupan masyarakat dari sektor Wisata Budaya.

“ NTT memang sangat kaya akan wisata budaya, wisata alam dan wisata bahari, tinggal dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi rakyat kecil sekaligus mendatangkan PAD bagi daerah kita,” ucapnya dengan nada serius.

Menurut mantan Kadis Pendidikan ini, pelaksanaan nilai-nilai budaya adalah bukti legitimasi masyarakat terhadap budaya. Eksistensi budaya dan keragaman nilai-nilai luhur kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat NTT adalah sarana untuk membangun karakter warga negara, baik yang berhubungan dengan karakter privat maupun karakter publik.

Katanya, pembangunan karakter melalui budaya lokal sangatlah dibutuhkan untuk menopang karakter bangsa, karena dalam konteks pembangunan budaya nasional dapat ditempuh dengan cara mentransformasi nilai-nial budaya lokal sebagai salahsatu sarana untuk membangun karakter bangsa dan negara.

Petrus Manuk, yang baru menjabat Kadis Kebudayaan Provinsi NTT belum setahun ini menambahkan bahwa dirinya akan mendorong seluruh staf dan karyawanya untuk bekerja keras membangun sektor kebudayaan agar mendatangkan ekonomi bagi pembangunan masyarakat NTT.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan semua budayawan dan seniman, agar bersama mendayagunakan warisan budaya yang ada, untuk dikemas menjadi wisata budaya yang menarik sehingga para wisatawan manca negara akan senang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur.

“ Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)sudah tercatat ada 163, telah ditetapkan nasional ada 19, masih tertunda penetapanya ada 3. Tahun 2018 ini kami akan perjuangkanagar ditetapkan lagi sebanyak 6, yaitu, Tradisi Hole dari Sabu Raijua, Lego-Lego dari Alor, Rewa Ika, Reka Watu Were dan Lewa Nuang atau penangkapan Ikan Paus, ketiganya dari Lembata, yang keenam adalah Ritual Pati Ka dari Ende,” Ucapnya mengakhiri pembicaraan. (NTTEXPOS 001/2018).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: