KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) DAN PELAYANAN OBAT RUMAH SAKIT !

Kota Kupang.04/10/2015.

“ Minta maaf bapak dan ibu, obat jenis ini sudah habis stoknya di rumah sakit kami. Nanti kami berikan resep supaya bapak beli di apotik saja. Tapi uang kami tidak seberapa pak, janganb sampai obatnya mahal dan kami tidak mampu !. Yach…bapak dan ibu harus usaha dan membelinya sebab persediaan kami kebetulan habis ! “. Begitulah dialog antara dokter disala saturumah sakit dan pasien yang berobat memakai Jamkesmas.

Menurut pengakuan beberapa pasien yang sempat ditemui wartawan media ini, dihalaman parkir sala satu rumah sakit di kota Kupang, pada beberapa waktu yang lalu, mengatakan, sebagai pasien Jamkesmas, banyak kali mereka harus membeli obat di apotik sesuai resep dokter. Alasanya dokter karena obat-obatan yang dibutuhkan mereka tidak tersedia di rumah sakit. Hal ini membuat mereka merasa kecewa sebab sebagai pemegang Jamkesmas, mereka mengharapkan bisa berobat gratis di rumah sakit.

Kata sala seorang yang tidak mau menyebut namanya, menyatakan dirinya amat kecewa sebab hampir setiap saat kalau sakit, dia harus membeli obat di apotik luar rumah sakit. Dan karena tidak punya uang, dia kadang tidak bisa membeli obat yang diresepkan oleh dokter. Hal ini menyebabkan penyakitnya semakin hari semakin parah dan terpaksa berusaha utang untuk berobat ke dokter praktek yang ada di kota kupang.

Terkait dengan pihak rumah sakit selalu mengatakan stok obat habis pada pasien Jamkesmas, maka pada acara penyerahan Kartu Indonesia Sehat, yang dilakukan di kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Raja, oleh BPJS Kesehatan Cabang Kupang, pada tanggal 30 September 2014 yang lalu, para penerima Kartu Indonesia Sehat dari dua kecamatan itu menanyakan masalah kekurangan obat dari pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan Cabang Kupang. Kepala BPJS Cabang Kupang, Frans Parera, menjelaskan, sebenarnya negara telah membayar biaya pengobatan bagi para pasien Jamkesmas, sehingga harusnya pihak rumah sakit juga menyiapkan obat-obatan untuk kebutuhan para pasien. Memang banyak terjadi dimana, pasien Jamkesmas sering diberikan resep untuk membeli obat di luar rumah sakit. Hal ini sangat memprihatinkan sekali.

Oleh karena itu, pihak BPJS sangat mengharapkan pihak rumah sakit penerima pasien Jamkesmas yang sekarang diganti dengan KIS, harus benar-benar menyediakan obat-obatan, sehingga pasien KIS tidak membeli obat di apotik. Masalah ketiadaan obat-obatan ini barus ditanggapi serius oleh pihak rumah sakit yang bersangkutan, kalau tidak, pasien yang benar-benar miskin, akan merasa dipersulit dan disusahkan, karena harus mengeluarkan uang banyak membeli obat-obatan diluar rumah sakit.

Kepada para warga penerima KIS, yang dilakukan secara simbolis pada 20 keluarga dalam 2 kecamatan, BPJS mengharapkan menggunakan kesempatan berobat sebaik-baiknya, sebab negara telah membayar biaya pengobatan dari keluarga pemegang KIS. Warga diminta untuk menggunakan kartu KIS ini sesuai aturan yang berlaku, warga jangan menggunakan kartu KIS diluar haknya.

Acara penyerahan KIS yang berpusat di kantor camat Kota Raja, dihadiri oleh camat Kota Raja, Muhammad Khairil, S.STP,M.Si, dan juga Pihak Dinas Sosial Kota Kupang. Dalam kesempatan ini, Camat Kota Raja, mengatakan, sangat berterimakasih karena sekitar 1773 keluarga di kota Raja mendapat KIS, dan ada sekitar 1296 keluarga di kecamatan Oebobo juga akan menerima KIS. Kepada 20 Keluarga yang menerima KIS secara simbolis, camat, mengharapkan, selalu menggunakan kartu tersebut untuk kesehatan keluarga masing-masing.

Camat menekankan, warga harus berobat ke puskesmas apabila terserang penyakit. Dan bagi pasien yang sakitnya gawat, maka tentu bisa langsung berobat ke rumah sakit penerima KIS.

Kata camat, warga diminta bersabar, karena bagi keluarga yang belum menerima KIS pada kesempatan awal ini, nanti dalam waktu dekat, akan dilayani di kelurahan masing-masing. ( NTT-EXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: