KELUHAN WARGA PERBATASAN : TIDAK TERLAYANI AIR BERSIH SELAMA PULUHAN TAHUN

NTT-EXPOS.COM .Atambua,16 Juli 2015.

C360_2015-07-12-06-05-21-865“ Pipa-pipa air sudah terpasang sejak puluhan tahun lalu dari Wilayah Brewen desa Sisi sampai ke Kewar, namun, sampai saat ini tidak dialiri air bersih. Kini pipa-pipa itu telah menjadi karat, dan bahkan ada yang sudah dibongkar dan dicuri orang. Sampai saat ini kami warga sangat menderita kekurangan air bersih. Untuk memperoleh air minum, mandi dan wc, kami harus turun ke kali yang berjarak sekitar 8 kilometer”. Hal ini dikeluhkan oleh warga yang berada di desa Ekin Kecamatan Lamaknen-Kabupaten Belu, HS (50 Tahun), ketika ditemui Wartawan Media ini, pada beberapa waktu yang lalu.

Kata HS, yang juga adalah tokoh masyarakat Ekin, mengatakan, yang paling sulit, apabila ada tamu yang berkunjung ke daerah mereka. Jika tamu ingin WC, maka, harus menanti pengambilan air yang cukup jauh. Hal ini sangat prihatrin sekali.

Dengan kekurangan air bersih untuk Mandi,Cuci, dan minum, sangat mempengaruhi kesehatan warga masyarakat. Banyak masyarakat yang menderita sakit karena kekurangan air minum.

Hs, menjelaskan. Sejak kepemimpinan Bupati Lopes selama dua periode atau selama 10 tahun, hal ini sudah dikeluhkan oleh warga di beberapa desa yang tidak terlayani air oleh pipa-pipa yang sudah terpasang itu, namun sampai turunya Bupati Lopes, masalah ini tidak pernah diselesaikan. Hal ini membuat warga Ekin dan warga-warga dibeberapa desa lainnya, merasa amat kecewa sekali.

C360_2015-07-12-06-05-09-787Lewat Media ini, warga berharap, kiranya pengeluhan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Belu, sehingga pipa-pipa tersebut bisa segera dialiri air bersih.

Kata warga dari beberapa desa yang berada disepanjang alur pipa-pipa itu terpasang, mengatakan, jika pemerintah meragukan kenyamanan pipa-pipa tersebut, maka pemerintah bisa memberikan tugas kepada para RT,Dusun dan Para RW, untuk menjaga kenyamanan pipa-pipa itu. Dan apabila ada warga yang berani merusak atau membongkar pipa-pipa tersebut, maka tentu akan ditindak secara Adat dan secara Hukum yang berlaku.

Menurut warga, jhangan karena perbuatan bebertapa oknum yang telah membongkar pipa-pipa itu, lalu, pemerintah tega membiarkan warga beberapa desa di perbatasan ini yang berjumlah hampir ribuan keluarga, harus menderita ketiadaan air bersih selama puluhan tahun.

Harapan warga, Pemerintah Kabupaten belu, harus bisa mengatasi masalah air bersih lewat pipa-pipa yang sudah terpasang itu, sehingga, warga bisa merasakan pelayanan air bersih. ( NTT-EXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: