KEMISKINAN RAKYAT KECIL, KRONIS ?

Kicau-kicau Pemerintah Kota Kupang dan Pemprov NTT, tentang kurangnya angka kemiskinan di NTT, dan tentang Kehidupan Rakyat Kota Kupang yang sudah membaik, sepertinya ternoda. Pasalnya, hampir setiap subuh, masih ada oknum pemulung yang makan makanan dari dalam bak sampah.

Sempat dipergok oleh wartawan media ini, ada seorang pemulung yang duduk di tempat sampah pinggiran jalan raya pusat kota Kupang, sedang makan makanan yang telah dibuang ke dalam bak sampah. Dengan lahapnya dia makan dan minum sisa-sisa aiur dalam botol Aqua yang telah dibuang oleh orang di tempat itu.

Pemandangan ini telah mengusik perasaan hati dari orang- orang yang lmelewati jalan raya itu. Kata salah seorang sedang berjalan kaki, Ruben ( 40 tahun), setelah melihat kejadian itu, mengatakan, sangat prihatin sekali dan ingin membantu tetapi dirinya juga orang kekurangan.

Begitu juga dengan Niko ( 45 Thn ), seorang pejalan kaki yang lewat, dia mengatakan, memang hidup rakyat kecil sekarang ini, sudah amat sulit. Untuk mencari uang beli beras saja amat susah mendaptinya. Padahal, banyak program-program social untuk membantu orang miskin.

Niko, mengatakan, orang seperti itu, patut mendapat perhatian dari pemerintah, baik dari tingkat RT sampai ke yang lebih atas, sehingga ia dapat hidup lebih baik lagi dan tidak makan makanan dari bak sampah.

Menurut Niko, pemandangan seperti ini telah menodai motto kota Kupang yang adalah kota Kasih. Kalau motto ini benar-benar dijalankan dan dipahami oleh pemerintah kota Kupang, maka tentunya tidak sulit mengatasi oknum pemulung yang makan makanan sisa tersebut. ( NTT EXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: