KEPALA BPNB BALI, I MADE DHARMA SUTEJA, S.S.,M.Si. “ NILAI BUDAYA LOKAL MEMPERKOKOH KETAHANAN SOSIAL DAN JATI DIRI BANGSA ! “.

Nttexpos.com. Kupang, 02/1/2016.Liputan Khusus.

foto-berita-kantor-bpnb-bali“ Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali memiliki fungsi dan tugas melaksanakan pelestarian aspek-aspek tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan dalam wilayah kerja Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Banyak hasil penelitian yang kami lakukan, dan telah dipublikasikan lewat media Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional serta jurnal budaya. Banyak juga kegiatan non penelitian yang berhasil kami lakukan. Pencermatan kami, upaya pelestarian budaya, memerlukan perhatian serius dari berbagai komponen masyarakat, terlebih perhatian serius dari pemerintah kita”.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, I Made Dharma Suteja, S.S.,M.Si, ketika ditemui wartawan media ini, di ruang kerjanya, kantor BPNB Bali, dibilangan Jalan Raya Dalung , Kuta Utara, pada awal oktober waktu Lalu. Berikut petikan wawancara Tanya jawab wartawan media ini, Pieter , dengan Kepala BPNB Bali, sebagai berikut :

Wartawan nttexpos : Sebagai Balai Pelestarian Nilai Budaya dalam wilayah kerja Bali, NTB
dan NTT, apa saja yang telah dilakukan BPNB Bali selama ini ?

Kepala BPNB Bali : Kami selalu melakukan langkah-langkah cepat dan tepat untuk menjalankan berbagai program menyangkut upaya Perlestarian Tradisi, Kepercayaan, Kesenian, Perfilman, sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat lewat Dirjen Kebudayaan Nasional. Tenaga-tenaga Profesional yang berada di BPNB Bali, selalu saling bersinergi untuk melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami demi memperoleh hasil otentik penelitian, tentang nilai-nilai tentang Tradisi, tentang Kepercayaan, tentang Kesenian Asli, tentang Sejarah yang terjadi dalam hidup berbudaya yang dimiliki Orang Bali, Orang NTB dan Orang NTT. Semua itu kami lakukan dalam bentuk penelitian lalu didokumentasikan lewat Perfilman, kemudian kami laporkan kegiatan itu pada Dirjen Kebudayaan dan setelah itu dipublikasikan dalam Media Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional serta Jurnal Budaya. Itulah tugas kami.

Wartawan nttexpos : Bapak belum menjelaskan seberapa banyak keberhasilan kerja yang
telah dilakukan BPNB Bali.

Kepala BPNB Bali : Begini, sejak tahun 1997 hingga sekarang, sudah 285 data Naskah
Penelitian yang berhasil kami lakukan dalam wilayah kerja kami di Bali, NTB dan NTT. Hasil penelitian dilakukan merata dalam tiga Provinsi yang menjadi wilayah kerja kami.

Wartawan nttexpos : Saat melakukan berbagai kegiatan penelitian, tantangan apa saja yang
ditemui ?, lalu bagaimana langkah-langkah dan sikap yang dilakukan pihak BPNB ?

Kepala BPNB Bali : Pekerjaan apa saja tentu ada tantangan.  Dalam wilayah kerja kami ada sangat banyak ragam kebudayaan bernilai luhur yang dimiliki masyarakat, namun kebanyakan mereka masih belum tahu kebudayaan miliknya itu. Ini terjadi karena ditengah kehidupan yang masih serba kekurangan sana-sini, masyarakat sangat focus dalam memenuhi kebutuhan ekonomi hidupnya, sehingga soal budaya, kurang diperhatikan serius oleh mereka. Mereka hanya mengetahui jika kebudayaan mereka itu sudah terkenal karena diangkat oleh berbagai media publik. Ketidak berdayaan dan lemahnya dukungan masyarakat terhadap upaya pelestarian budaya, adalah suatu masalah yang dihadapi. namun , di tengah-tengah lemahnya dukungan masyarakat, BPNB tetap bersinergi dalam menjalankan program pelestarian budaya. BPNB masuk dan meneliti secara kekeluargaan, mengajak kerjasama dan mendekati berbagai tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, para seniman, para budayawan, para sastrawan dan pemerintah setempat, setelah itu, kami pun  turun langsung ketengah masyarakat setempat seraya memberikan pencerahan tentang nilai-nilai penting yang terkandung didalam kebudayaan mereka yang kurang diperhatikan selama ini, dan cara yang kami lakukan, ternyata mendapat respon positif dari berbagai masyarakat setempat, sehingga data-data yang kami memperoleh benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan secara baik ke tingkat nasional.

Wartawan nttexpos: Lemahnya dukungan masyarakat terhadap upaya Pelestarian Budaya karena mereka lebih utamakan soal pemenuhan ekonomi hidup, lalu bagaimana pendapat anda agar upaya pelestarian budaya tetap berjalan sesuai program ?

Kepala BPNB Bali : Untuk masa sekarang, keterlibatan aktif pemerintah pusat dan daerah, sangat dibutuhkan. Kenapa demikian ?, karena arus globalisasi berjalan semakin langgeng, naka dikuatirkan kebudayaan asli masyarakat kita yang memiliki nilai-nilai luhur akan ternoda oleh karena pengaruh zaman modernisasi. Memang peran masyarakat harus dominan, namun, dengan kondisi ekonomi hidup sekarang ini, masyarakat masih sangat sibuk mengurus ekonomi keluarga, maka, tentunya pemerintah kita harus selalu berperan aktif agar kebudayaan masyarakat yang bernilai luhur tetap terjaga dengan baik sesuai aslinya. Menurut kami, Pemanfaatan Kebudayaan masyarakat yang mengandung nilai-nilai hidup yang luhur, akan membentuk karakter hidup bangsa kita untuk mempertahankan jati diri bangsa dalam menghadapi pengaruh negatif  zaman modernisasi.

Wartawan nttexpos : Tadi anda mengatakan beragam suku bangsa yang ada dalam wilayah
kerja BPNB Bali. Apakah anda bisa menjelaskan berapa banyak jumlah  suku bangsa dan kepercayaan yang ada dalam wilayah kerja anda ?

Kepala BPNB Bali : O ya, jumlah suku bangsa yang ada dalam wilayah kerja BPNB Bali berjumlah 54 suku bangsa. Di Bali terdapat 4 Suku Bangsa yaitu , Bali Dataran, Bali Aga, Loloan dan Nyama Selam. Di NTB ada 9 Suku Bangsa, Yaitu, Suku Sasak, Bayan, Bima, Dompu, Donggo, K ore, Mata, Mbojo, dan Samawa. DiNTT ada 45 Suku Bangsam yang terdapat di Alor, Dawan, Atanfui, Abui, Anas, Bajawa, Bakifan, Blagar, Boti, Deing, Ende, Flores, faun, Hanifeto, Helong, Kolana, Kui, kabala, Labala, Lamaholot, Lemma, Lio, Maung, Mela, Modo, Manggarai, Marae,Nage Keo,Ngada, Noenleni, Rongga, Riung, Rote, Sabu, Sika,S umba dan Tetun.

Tentang Kepercayaan Agama, Mayoritas Penduduk Bali beragama Hindu, NTB Mayoritas Islam, NTT beragama Katolik dan Protestan. Dari aspek agama pun ikut memberi andil terbentuknya karakter dan kebijaksanaan pembangunan budaya dari suku bangsa yang ada di ketiga wilayah kerja BPNB Bali.

Wartawan nttexpos : Apa yang menjadi hal mendasar untuk melakukan aksi kerja BPNB ?

Kepala BPNB Bali : Tentu kami harus melakukan segala sesuatunya sesuai dengan Visi dan Misi yang ada. Visi kami adalah menjadi pusat informasi nilai budaya lokal dalam upaya memperkokoh ketahanan sosial dan jati diri bangsa. Sedangkan Misi kami adalah, melaksanakan analisis dan pengembangan dalam rangka melestarikan nilai budaya, melaksanakan penyebaran Informasi kepada msyarakat tentang nilai budaya, melaksanakan bimbingan edukatif dan teknis kepada masyarakat dalam rangka pelestarian nilai budaya. Jadi tugas-tugas penting yang harus kami lakukan adalah Melaksanakan pelestarian aspek-aspek tradisi, Kepercayaan, Kesenian, perfilman dan kesejarahan dalam wilayah kerja Bali,NTB dan NTT.

Wartawan nttexpos :Pengamatan media kami, gencarnya kiprah BPNB Bali selama ini,
semakin hari semakin dikenal oleh lapisan masyarakat di Bali, NTB  dan NTT. Mungkin anda bisa menjelaskan fungsi-fungsi utama BPNB  Bali dalam upaya pelestarian kebudayaan ?

Kepala BPNB Bali : Fungsi-Fungsi utama BPNB Bali adalah : Pelaksanaan pengkajian terhadap aspek-aspek tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman, dan kesejarahan, pelaksanaan perlindungan tradisi, kepercayaan,kesenian, perfilaman dan kesejarahan, pelaksanbaan pengembangan tradisi,kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan, pelaksanaan pemanfaatanm tradisi, kepercayaan, kesenian, perfilman dan kesejarahan, pelaksanaan kemitraan pelestarian aspoek-aspek tradisi, kepercayaan,kesenian,perfilman dan kesejarahan, pelaksanaan pendokumentasian dan penyebarluasan informasi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan, aspek-aspek,Tradisi,Kepercayaan,Kesenian,perfilman dan kesejarahan. Dan yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan urusan ketatausahaan BPNB Bali agar melaksanakan berbagai kegiatan program secara terarah.

Wartawan nttexpos : Selain kegiatan penelitian, apa ada kegiatan non penelitian ?

Kepala BPNB Bali : Ada dan cukup banyak yang telah kami lakukan

Wartawan nttexpos : Apa saja jenis kegiatan tersebut ?

Kepala BPNB Bali : Kegiatan-kegiatan Non Penelitian yang sudah dilakukan BPNB Bali adalah : Pelaksanaan Jejak Tradisi Daerah Bali,  Lawatan Sejarah Regional Bali,  Pelaksanaan Dialog Budaya foto-bpnb-k3-yg-dipake-beritaBali,NTB,NTT,  Peragaan Tradisi Lisan Daerah,  Bali, NTB, NTT,  Belajar bersama Maestro Pemutaran Bioskop Keliling, Dialog Kesejarahan, Kegiatan Saka Widya Budaya Bhakti Pramuka, Peningkatan SDM Kebudayaan, Kegiatan BPNB Menyapa Masyarakat, Dialog Interaktif Kebudayaan. Dalam melakukan aksi pelaksanaan program selama ini, walau dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat, mereka selalu menerima pihak kami dengan baik. Kami yakin, makin hari akan semakin baik keterlibatan dan dukungan masyarakat terhadap upaya pelestarian yang kami lakukan ini.

( NTTEXPOS.COM. 001/112016).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: