KEPALA SUKU BESAR NAI ATLULUS NAIT OPAT AIN TATAF : PEDANG PARA MEON PUNYA KEKUTAN DASYAT !

nttexpos.com.Banain-TTU, Liputan Khusus, Amos Ukat. 14 Juli 2016.

“ Ada 5 pedang dalam rumah adat Kolo-Kefi. Ke 5 pedang tersebut memiliki kekuatan dasyat untuk melindungi rumah adat dan warga suku yang berada dalam naungannya. Jika hendak ada perang, atau akan terjadi masalah besar, maka pedang itu akan memberi isyarat khusus sebelumnya. 1 pedang utama akan dipegang oleh pemimpin suku, 4 pedang dipegang 4 Meo lainnya, sedang seorang Meo yang tidak memegang pedang bertugas menjadi pembicara rumah adat. Walau demikian, ke 6 Meo, memiliki tugas yang merata dalam melayani kebutuhan seluruh warga rumah suku “.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Suku Utama atau Suku Besar Kefi, yakni rumah adat “Atlulus Nait Opat Ain Tataf” Banain C, Elias Kefi, ketika ditemui wartawan di tenda rumah adat Suku Kolo-Kefi. Dia menjelaskan, rumah suku Kolo-Kefi adalah Anak Suku besar dari Rumah Adat Utama, yang bertugas melayani anak-anak suku Kolo-Kefi dalam wilayahnya.

Dia mengatakan, pembuatan dan peresmian rumah adat anak suku Kolo-Kefi dilakukan bersama oleh para kepala suku utama dan warga anak-anak suku, guna memperbaharui dan mengadakan isi rumah adat tersebut, seperti obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, penguatan tradisi agar mampu berjalan dalam zaman yang makin moderen ini.

Katanya, dalam acara ini, akan dilakukan sekaligus untuk memilih 6 Meo dan seorang pemimpin mereka untuk menjalankan amanat leluhur Kolo-Kefi, yang telah ditinggalkan oleh pemimpin lamanya bernama Lukas Anunut, selama 17 Tahun.

Dia melanjutkan, cara memilih pemimpin suku dari 6 orang tersebut, dilakukan lewat berbagai ritual untuk mendapat petunjuk langsung dari para leluhur Kolo-Kefi.

“ Seorang terpilih menjadi pemimpin suku, tidak dilakukan oleh manusia, tetapi berdasarkan petunjuk roh leluhur yang diperoleh dari ritual-ritual yang dilakukan selama beberapa hari kegiatannya. Seseorang yang terpilih akan sah diterima oleh teman-teman Meo lainnya dan seluruh warga anak suku Kolo-Kefi. Hal ini telah berjalan turun-temurun sejak saman dulu sampai sekarang “, ungkap Elias mengakhiri. ( Amos Ukat).NTTEXPOS.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: