LIKU-LIKU MASA KULIAH,JADI INSPIRASI BANGUN NTT

IMG01163-20140302-0943

“ Siapa yang ingin hidup susah di Tanah Rantau, Siapa yang kira, nantinya mendapat pengalaman yang menghidupkan jiwa ?, siapa juga yang mau menderita kalau bukan demi masa depan yang lebih baik untuk membangun daerah Kelahiran NTT tercinta “. Itulah penggalan ucapan dari M.Yessi Ade Putri, Mahasiswi Bahasa Inggris Universitas Bakhti Indonesia Banyuwangi.
Putri kelahiran kota Kupang, 24 tahun lau ini, mengatakan, begitu banyak pengalaman sejak kuliah di tanah Jawa.

Pengalaman-pengalaman yang dia dapati, lenbih banyak susah dari pada senangnya. Tapi semuanya itu diterimanya dengan hati yang tulus demi cita-cita luhur bagi keluarga, bagi Daerah Kelahiran NTT dan Bagi Bangsa dan Negara.
Bersama teman-temannya dari Kupang, Lusia ( 23 Tahun), Lidya ( 24 Tahun), Ance ( 23 Tahun), Yudit ( 22 tahun) dan Hilda ( 24 tahun), memiliki semangat yang dasyat untuk menyelesaikan pendidikan di pulau jawa, dengan tujuan kembali dan berkarya bagi NTT tercinta.
Berangkat dari kelurga yang berekonomi lemah, tidak membuat kelimanya patah semangat dalam mengejar pendidikan yang layak di Pulau Jawa.
“ Ada saat kami berlima menangis bersama karena suatu kesulitan hidup, ada saat juga kami tertawa gembira karena suatu keberhasilan yang kami berlima peroleh. Itulah liku-liku hidup sebagai anak rantau yang berjuang keras demi suksesnya pendidikan di tanah orang.
Dia mengisahkan, sebagai Generasi Muda NTT, dia ingin membangun NTT dengan pengalaman dan pendidikan yang diperolehnya dari Pulau Jawa. Katanya, keuletan orang-orang muda pulau jawa dalam bekerja dan menjalani pendidikan, membuat dirinya semakin terinspirasi bahwa, untuk bisa meraih suatu kesuksesan, seseorang harus bisa dan mau bekerja keras, kalau tidak demikian, maka, apa yang diharapkan tidak mungin tercapai.
Mahasiswi Semester Akhir Bahasa Inggris UBI ini mengatakan, berbekal keberanian dan moitivasi kuat untuk bisa sukses dalam pendidikan, dirinya bersama keempat sahabat karibnya, rela hidup penuh kesulitan di Pulau Jawa. Pengalaman-pengalaman yang didapati mereka, akan menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa akan datang.
Dia dan teman-teman sesama dari Kota Kupang yang kuliah di UBI ini bertekad, untuk membangun NTT dengan bekal berbahasa inggris yang baik, terlebih untuk melayani kebutuhan dalam bidang pariwisata di NTT.
Menurutnya, di NTT, banyak daerah tujuan wisata yang mempesona dan mengagumkan, yang selalu dikunjungi para wisatawan manca negara, sehingga dia dan teman-temannya yakin, dengan kemampuan bahasa inggris yang diperoleh lewat kuliah ini, akan sangat bermanfaat ketika kembali ke NTT.
Dia berharap, kaum muda NTT, harus bisa membantu pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan dengan apa yang dimiliki, sehingga kedepannya, NTT lebih banyak dikunjungi para wisatawan asing. Dengan kunjungan tersebut, masyarakat bisa memperoleh pendapatan ekonomi keluarga yang lebih baik.
Bolelebo, NTT lelebo, Bolelebo tanah Timor Lelebo, syair-syair luhur inilah yang memotivasi kelimanya untuk kembali dan bermanfaat bagi masyarakat NTT tercinta.
( NTT EXPOS.004).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: