MAKNAI NATAL DENGAN SESUNGGUHNYA

Refleksi Media NTTEXPOS

Dimalam yang kudus itu, kondisi mencekam dalam kesunyian. Maria dan Yoseph, terbata-bata berjalan mencari tempat untuk kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Karena tiada tempat yang didapatkan dalam rumah dan penginapan, maka datanglah Maria dan Yosep ke kandang domba yang penuh dengan kotoran berserakan. Disinilah, ditempat inilah, bayi yang akan menjadi tumbal menyelamatkan dosa-dosa kita dilahirkan dalam suasana yang amat-amat sederhana. Bayi suci yang disebut putra Allah itu, tidak memiliki apa-apa untuk membaringkan kepalanya. Kalau di hayati benar, amatlah memilukan sekali keadaan kelahiran sang juru selamat kita tersebut.

KARENA KASIH ALLAH PADA KITA, PUTRANYA RELA DIKORBANKAN.

Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus yang menjadi juru selamat kita umat manusia, adalah suatu peristiwa amat kudus, sebab kedatangannya ke dalam dunia ini, oleh karena utusan Sang BapaNYA, untuk mjenyelamatkan umat mjanusia dari dosa-dosa yang semakin merajalela. Dengan demikian, maka Bapa Maha Kuasa, sangat mengasihi manusia sampai berkenan mendatangkan Putranya ke Dunia agar menjadi tumbal atas dosa-dosa kita semua, dengan cara dianiaya, difitnah, dicambuk kemudian digantung di atas tiang salip dan yang terakhir , lambung sang penyelamat ditikam dengan tombak tajam.

NATAL ADALAH PEROBAHAN SIKAP NYATA

Menyimak begitu Kasihnya Allah kepada kita, dan menimba semangat dalam peristiwa kelahiran penuh kesederhanaan itu, maka dapat simpulkan bahwa Natal, harus dimaknai sebagai suatu perubahan hidup yang baru, Natal adalah peristiwa Kasih Allah yang mulia kepada manusia, oleh karena itu, manusia harus membalasnya dengan perbuatan-perbuatan baik untuk saling mengasihi,meNghormati, turut membagi kasih pada orang-orang yang membutuhkan, hidup sederhana dan tidak sombong, rela berkorban demi kebaikan-kebaikan hidup bagi sesamA. Hal-hal inilah yang penting dimaknai secara bijak.

ORANG KAYA RAYAKAN DENGAN FOYA-FOYA DAN TAWA RIA

Fakta sekarang, orang merayakan Natal dengan membuat rumah baru, mengecet rumahdengan cat yang mahal, membuat kue-kue berkelas tinggi, pakaian yang mahal-mahal, membeli petasan berjuta-juta untuk dibunyikan, pesta miras dan joget dansa hura-hura. Makan bersama di temnpat-tempat hotel berbintang, dan karena kekenyangan maka tertidurlah sang kaya di kamar hotel mewah pada malam natal itu, yang terjadi bersamaan dengan kelahiran sang juru selamat dalam kandang hina, tak ada bantal untuk membaringkan kepalanya.

ORANG MISKIN RAYAKAN HANYA DENGAN DO’A DAN AIR MATA

Sementara, dengan perjuangan keras, orang-orang miskin menahan lapar sambil menangis dan berdo’a menyambut malam kelahiran juru selamat dengan kondisi apa adanya. Tiada kue natal, tiada baju baru, tiada sepatu baru, tiada gula dan kopi, hanya ada air putih untuk membasahi lidah yang haus dan menenangkan hati yang lusuh dan layu karena kelaparan.

Lalu pertanyaannya, masih adakah hati mengasihi dalam diri sang kaya ?, masih adakah rasa kepedulian sang kaya atas penderitaan seperti peristiwa kelahiran Yesus Juru Selamat, yang terlambang lewat hidup dan keadaan terkini yang dialmi orang-orang miskin ? sadarkah si kaya akan hidupnya yang hanya sementara dan sewaktu-waktu dipanggil Tuhan, kemudian jaminan masuk surga menjadi tidak jelas ?

NATAL ADALAH MOMENTUM BERBUAT BAIK

Menurut ukuran kami, Natal, harus disemangati sebagai perobahan hidup baru, sikap baru. Kalau dulu kita banyak berbuat kesombongan maka segera merobah dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan rendah hati. Natal adalah momentum untuk melakukan perbuatan kasih dan berdamai dengan sesame agar hati dan jiwa menjadi sejahtera.

Penderitaan dan kemiskinan yang dialami orang lain adalah momentum dan kesempatan emas untuk berbuat kasih untuk bisa masuk surga. Jika kita menggunakan momentum Natal dengan berbuat baik yang penuh manfaat, maka kita sungguh-sungguh mengamalkan kasih setia Allah Bapa, lewat kedatangan Yesus Kristus untuk menebus doda-dosa kita lewat darah yang mengalir di tiang kayu salip.
Jadikanlah Natal, sebagai kesempatan berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama, sehingga kita disebut Anak-Anak Allah pemilik Kerajaan Surga. SALAM DARI BUNG REDAKSI NTT-EXPOS.COM. (Peresko).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: