MENCINTAI FILM NEGERI SENDIRI, MENGHARAGAI JATI DIRI BANGSA !

Ntt expos.com. Kupang, 20 September 2015.

Perobahan tingkah dan watak oleh generasi muda kita yang mulai perlahan melupakan etika, adat dan budaya yang dimiliki, oleh karena pengaruh Film-Film Luar Negeri yang kurang mendidik, sangatlah mengkuatirkan.

Film-film luar negeri yang sangat wah ! dan penuh dengan hiruk pikuknya pola dan tingkah buruk yang dipertontonkan terbuka, dikuatirkan bisa membawa dampak buruk bagi jiwa dan watak masyarakat kita terlebih bagi generasi muda tulang punggung negara.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bisa memnbiasakan diri untuk menonton dan mencintai Karya-karya Film Nasional maupun Karya Film-Film Lokal NTT, yang tentunya memuat dan memiliki nilai-nilai luhur kehidupan, pendidikan, tradisi budaya dan pesona wisata, sehingga etika dan tradisi luhur bangsa kita, daerah kita NTT, tetap terjaga dan kelak mampu dipertahankan dalam menghadapi zaman yang semakin moderen ini.

Hal-hal tersebut diatas, diungkapkan oleh, Kabid Ekonomi Kreatif berbasis Seni Dan Budaya, dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dra. Yuliana Rambu Rauna, ketika ditemui Wartawan media ini, di ruang kernya, beberapa waktu lalu.

Kata Yuliana, sebagai Kabid Ekonomi Kreatif berbasis Seni dan Budaya, dirinya bersama semua staf yang ada, akan selalu berjuang dan berjuang terus untuk melakukan berbagai usaha lewat Perfilman daerah untuk mampu mengangkat nilai-nilai luhur Seni dan Budaya NTT, agar bisa mejadi suri teladan dan totontonan yang menarik, bernilai dan mempesona bagi semua orang, sehingga, selain sebagai upaya pelestarian Nilai-Nilai, juga bisa mendatangkan ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, sebagai Bidang yang bernaung dalam Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk mempertahankan Nilai-Nilai Budaya dan Seni Tradisi, lewat Perfilman Daerah, tentu tidak bisa terlepas juga dengan upaya ekonomi kreatif bagi pelaku-pelaku Seni dan Film, mengapa ? karena tanpa ekonomi yang baik, maka, keseriusan dan kreatifitas insan seni, lambat laun menjadi tak berdaya untuk terus berkarya membangun dan mempertahankan Nilai Seni Budaya lewat pembuatan Film yang bernilai membangun bangsa.

Menurutnya, mengembangkan Industri Pariwisata beserta industri kreatifnya di NTT, adalah suatu keharusan masa sekarang dan memungkinkan , sebab, kayanya Nusa Tenggara Timur dengan banyaknya pesona alam yang beragam, sejarah dan budaya yang menarik, seni tradisi yang indah.

Semua kekayaan yang ada, tentu tidak begitu saja dapat memberi nilai tambah jika tidak diiringi dengan usaha menggugah minat pasar untuk megunjungi dan menikmati berbagai obyek yang ada, agar bisa dikenal, dikenang sepanjang waktu. Katanya, bidangnya, bersama dinas Parekraf NTT, akan selalu berjuang memberdayakan para insan seni yang ada, untuk, meningkatkan ekonomi kreatif lewat pembuatan-pembuatan film yang berlatarbalakang, wisata, dan seni budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur Tercinta.

Dan yang paling penting dari semua itu, masyarakat NTT harus bisa mencintai film-film Nasional dan terkhususnya Fil-Film Lokal NTT, sehingga produksi produksi Film daerah yang berlatar belakang Sejarah,Wisata, Seni Tradisi dan Budaya asli, biusa menpata tempat yang layak di hati lapisan masyarakat. Jika Masyarakat luas sudah mencintai Film-Film Lokal, maka tentu akan mampu mendatang ekonomi yang baik bagi para insan seni dan masyarakat. Dan dengan Ekonomi yang baik, para insan seni akan lebih giat dan kreatif dalam memnuat karya-karya yang bernbilai membangun jatiu diri bangsa.

Yuliana, menambahkan, apabila ada Film-Film Impor yang tidak memdidik atau yang berpotensi bisa membawa dampak buruk dalam tatanan hidup masyarakat, sebaiknya tidak perlu ditonton.

Dia menghimbau, tonton dan cintailah film-film lokal, baik film dalam negeri atau film daerah daerah kita NTT yang miliki nilai-nilai mendidik, sehingga pola hidup dan watak serta etika hidup asli kita masyarakat NTT, bisa tetap terjaga dengan baik. Yuliana, mengakhiri, “ Ingat, Mencintai film negeri sendiri adalah sikap tepuji karena telah mengharagi jati diri bangsa !”.
( NTT EXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: