OKNUM SISWA BERSERAGAM SLTA, MIRAS DIPINGGIR JALAN “ DIANGKUT MOBIL PATROLI POLSEK ALAK “

Ntt-expos.com. Kota Kupang,16/10/2015.

“ Kami diusir Guru Kepro kami dan tidak boleh ikut ujian Mid Smester. Kami sudah minta kebijaksanaan guru itu agar uang sekolah akan dibayar oleh orangtua kami pada hari Senin nanti, tetapi Guru kami tetap mengusir kami keluar dari ruangan itu sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Karena kecewa, kamipun pergi dan bersama beberapa teman mengajak kami Miras, yach, karena pikiran kacau kami turut bermiras bersama teman-teman di pinggiran jalan raya dibilangan kelurahan Nun Baun Sabu. Tak berapa lama kemudian, pada pukul. 16.00 Wita, aparat polisi sekotor Alak tiba dan membawa kami ke kantor Polsek. Pada pukul 20.00 Wita, orangtua kami datang menjemput kami di Polsek Alak “. Begitulah pengakuan dua orang wanita ABG yang tertangkap basah Miras bersama beberapa teman-teman mereka di pinggiran jalan raya utama bilangan kelurahan Nun Baun Sabu Kota Kupang pada Kamis 15/10/2015.

KIAN MARAK ABG SUKA MIRAS, APARAT POLISI SELALU OPERASI

Akhir-akhir ini, sangat banyak ABG lelaki dan wanita, yang terlihat sering minum minuman keras di berbagai tempat dalam kota Kupang ini. Maraknya para ABG Miras itu, telah membuat kekuatiran yang sangat serius oleh pihak Aparat Keamanan, sehingga hampir setiap malam ada operasi yang dilakukan oleh pihak Pores Kupang Kota untuk menangkap para pemuda dan ABG yang Miras dipinggir jalan-jalan raya dalam kota ini. Banyak juga mereka yang terjaring oleh petugas dan diberikan bimbingan oleh aparat keamanan, namun, masih juga terlihat para pemuda dan ABG ini masih juga konsumsi miras di tempat-tempat kos. Kondisi seperti ini, tentu perlunya dukungan dan perhatian serius dari para orangtua dan aparat lingkungan tempat tinggal, sehingga anak-anak muda dan ABG terhindar dari acara mabuk-mabukan yang berpotensi terjadinya keributan dan perkelahian disekitar lingkungan warga.

MENEGUK MIRAS DENGAN SERAGAM SLTA, DIANGKUT APARAT POLISI

Seperti yang terjadi kemarin Jumat,15 Oktober 2015, sekitar pukul 15.00,Wita, di jalan Raya Kelurahan Nunbaun Sabu, tepatnya dekat jembatan daerah pertamina NBS. Tiga wanita ABG berseragam SLTA bersamna beberapa lelaki ABG duduk Miras di bawah poihon kersen. Dan selang satu jam kemudian,mobil patroli Polsek Alak muncul dan membawa mereka kew markas polsek tersebut. Dan setelah diberikan bimbingan dan nasehat oleh aparat, para orangtua ABG-ABG tersebut dipanggil aparat datang menjemput anak-anak mereka.

Pengakuan para ABG pada Media ini bahwa kecewa dengan sikap Oknum Guru yang mengusir mereka dan tidak boleh mengikuti proses ujian Mid Smester karena masih tertunggaknya uang sekolah mereka, bisa juga menjadi pemicu bagi para ABG ini untuk nekad meneguk miras, namun, kecil kemungkinan persoalan sekolah tersebut yang menjadi dasar mereka meneguk Miras hingga 5 botol Aqua.

KECEWA APAPUN, HARUS SADAR, ORANGTUA JUGA HARUS SERIUS

Menurut salah satu aparat polsek Alak, mengatakan, persoalan yang terjadi itu besar kemungkinan ada ajakan dari teman-teman mereka yang sudah tidak bersekolah lagi sehingga para Siswa yang masih berseragam tersbut berani minum di pinggir jalan yang bukan lokasi tempat tinggal mereka. Katanya, hal itu terjadi karena para ABG itu tidak bisa mengendalikan diri dan tidak menyadari kalau mereka itu adalah anak sekolah.

Kepada para orangtua, aparat berharap adanya perhatian serius pada anak-anak mereka agar menjauhi diri dari minuman keras. Tanpa perhatian serius maka para muda-mudi kita bisa terjebak dalam masalah-masalah kriminal oleh karena mabuk-mabukan.

3 WANITA DAN SEORANG LELAKI TERTANGKAP, 4 ORANG LAINYA LOLOS

Menurut pengakuan salah satu ABG yang tertangkap tersebut mengatakan, minuman yang didapati mereka berasal dari hasil pajak pada mobil-mobil angkot yang melewati jalan itu, yang dilakukan oleh teman lelaki mereka yang bernama samaran RON ( 19 tahun). Jumlah teman-teman mereka yang turut minum sebanyak 8 orang,yakni, 3 wanita dan 5 lelaki. Namun saat mobil patroli tiba, 4 teman lelaki mereka menghindar pergi dan lolos dari pengawasan aparat polisi, sehingga yang tertangkap hanya 3 orang wanita dan seorang lelaki yang adalah pelaku tukang pajak mobil untuk membeli miras tersebut.

Kepada Media ini, KS ( 14 tahun) menjelaskan, mereka yang tertangkap berjumlah 4 orang, yaitu, 3 orang wanita ABG yang bersekolah di sala satu SLTA dalam kota Kupang, yang bernama samaran DE ( 16 Tahun), KA ( 15 Tahun), KS ( 14 Tahun) dan lelaki ABG bersamaran RN ( 19 Tahun)

Karena perebuatan ini, didepan beberapa aparat polsek Alak, KS mengatakan, sangat merasa malu dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya pada hari-hari mendatang.

JANJI TIDAK ULANGI. SIKAP OKNUM GURU, KERINDUAN SEKOLAH TAK BISA TERLAKSANA.

Lewat media ini, KS mengatakan, sangat merasa kesal dan kecewa atas perlakuan Guru yang tidak mengijinkan dirinya mengikuti ujian Smester karena belum melunasi uang sekolah, namun, KS menyadari kalau sikap tidak mau bijaksana yang dilakukan oleh oknum guru tersebut, akan membuat anak-anak yang kurang mampu tidak bisa melanjutkan pendidikan yang diinginkan.

“ Orangtua saya sudah menghadap wali kelas dan berjanji akan membayar lunas tunggakan yang masih 2 bulan. Wali kelas memahami dan menyuruh saya datang sekolah ikut ujian. Tetapi sampai disekolah Guru Kepro mengusir tegas saya dengan kata-kata kasar dihadapan teman-teman sekelas saya. Saya merasa amat malu. Guru itu mengatakan kalau saya sudah dikeluarkan dari sekolah itu padahal kemarin orangtua saya menghadap dan tidak pernah diberikan surat tanda keluar dari sekolah itu. Karena kondisi malu dan amat kecewa, saya pun ikut teman saya ke wilayah NBS, disanalah saya diajak Minum Minuman keras, yach…karena sedang kecewa, sayapun minum dengan berseragam sekolah dan akhirnya terjaring aparat polisi “. Inilah pengakuan KS pada media ini di halaman Kantor Polsek Alak, saat hendak pulang bersama ayahnya. ( NTT EXPOS.003).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: