PANTAI WISATA TABLOLONG BANYAK PUNGUTAN LIAR ?

ntt-expos.com.Kupang,14/04/2018.

 “ Di pintu masuk lokasi kami sudah bayar sesuai karcis. Masuk di dalam kami bayar perorang 50oo rupiah. Bayar parkir mobil di dalam 20 ribu rupiah. Lalu bayar sewa lopo 50.000. Kami tanyakan kenapa semua pembayaran di dalam lokasi tidak memakai karcis untuk pendapatan pemerintah kabupaten ? para penagih itu mengatakan lokasi di dalam  adalah tanah mereka. Sangat mengecewakan sekali “. Itulah pengakuan para pengunjung  pantai Wisata Tablolong  kabupaten Kupang, yang ditemui di pantai itu pada hari minggu, 08 April 2018 lau.

Kepada media ini, beberapa anak remaja kota Kupang, mengatakan, mereka sangat kecewa dengan kondisi yang dialami di pantai tersebut. Kata mereka, biaya-biaya yang harus dibayar untuk bisa menikmati wisata pantai tersebut sangat mahal bagi mereka, padahal tak ada fasilitas apapun yang memadai bagi pengunjung.

Yang paling mengecewakan bagi mereka adalah, ketika orang datang menagih biaya penggunaan lopo . Orang-orang tersebut mengatakan dengan tegas bahwa lokasi pantai itu adalah milik mereka jadi siapa saja yang duduk atau berlindung dalam lopo , harus membayar kepada mereka tanpa karcis apapun.

Keadaan tersebut menimbulkan  pertanyaan dalam hati pengunjung, bagaimana mungkin pemerintah kabupaten kupang membuka lokasi wisata tetapi orang-orang bebas menagih uang secara suka-suka saja tanpa ada aturan yang jelas.

 “ Mungkin pemerintah kabupaten Kupang  punya lokasi hanya dibagian pintu masuk saja, sedangkan areal pantai adalah milik oarang-orang tersebut ? atau bentuk kerja sama apa yang menjamin kalau penagihan tambahan tersebut menjadi pemasukan bagi pemerintah kabupaten Kupang ?”, ucap Vredek, mewakili beberapa teman remajanya.

Sementara Niko ( 50 tahun), yang adalah satu pengunjung yang sempat diwawancarai saat itu, mengatakan, jika ini merupakan pantai wisata yang dikelolah pemerintah kabupaten Kupang, maka seharusnya ada aturan yang jelas soal retribusi apa yang harus dibayar oleh para pengunjung. Jika tidak ada aturan yang jelas maka bisa terjadi pungutan-pungutan liar yang merugikan pemkab Kupang dan pengunjung yang datang. “ Jika pemkab Kupang tidak mengatur secara baik pungutan yang berada di lokasi ini maka kedepanya pasti para pengunjung tidak akan datang lagi di tempat ini “, ucap Niko seraya meninggalkan pantai itu dengan mobil Avansa nya. NTTEXPOS.003.

 

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: