PANTI ASUHAN SONAF MANEKA BUTUH BANTUAN PENDIDIKAN

“ Mareka ini, anak-anak susah, orangtua mereka sudah tidak ada. Kami harus kuat mencari uang untuk membiayai hidup mereka setiuap hari. Sudah delapan tahun kami tidak mendapat bantuan apa-apa dari pihak pemerintah. Kini kami susah payah unbtuk bisa menghidupi anak-anak yang berjumlah 122 orang”. Hal ini diungkapkan oleh Umbu ( 47 Tahun) dan Nelly ( 45 Tahun), pengurus panti asuhan Sonaf Maneka, ketika ditemuyi di Panti Asuhan itu, pada beberapa hari lalu.
Kata Umbu, jumlah anak-anak yang berada di Panti Asuhan itu, sebvanyak 122 orang. Yang paling kecil berumur 2 tahun Delapan Bulan, dan yang paling besar berumur 14 Tahun. Banyak yang bersekolah di SD,SMP dan SMA, sedangkan yang lainnya, akan didaftarkan masuk sekjolah pada tahun ajaran baru, yakni bulan Juni 2015.

Ditanya tentang keadaan hidup anak-anak yang dibinanya, Umbu mengatakan, pada delapan lalu, anak-anak panti asuhan yang bersekolah mendapat jatah biaya pendidikan oleh pemerintah pusat sebanyak 20 orang setiap tahunnya.

Dan pada tahun berikutnya, tidak lagi mendapat bantuan rutin pendidikan dari pihak pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Katanya, dia tidak mengetahui kenapa pihak panti tidak lagi mendapat bantuan rutin untuk pendidikan anak-anak panti.

“ Memang pemerintah kerap kali memberikan bantuan tetapi tidak rutin. Yang menyulitkan kami adalah biaya pendidikan bagi anak-anak yang bersekolah.Waktu itu, kami dapat jatah bantuan pendidikan hanya untuk 20 orang. Anak-anak yang sekolah berjumlah 50 orang lebih. Maka untuk bisa mengatasi biaya pendidikan mereka, dirinya bersama pengurus lainnya, mencari uang dengan berbagai cara agar bisa membantu biaya pendidikan anak-anak panti”, tandasnya.

Dengan suara sesal, Umbu mengkritisi, bahwa pada delapan tahun lalu itu, ada beberapa panti asuhan yang mendapat jatah bantuan biaya pendidikan lebih dari 20 orang, sedangkan pihak Panti Asuhannya, hanya mendapat jatah 20 orang. Hal ini membuat Umbu dan para pengurus lain merasa kesal. Namun, mereka tetap menerima dengan senang hati.

Umbu menjelaskan, selama tahun in,i Panti Asuhan Sonaf Maneka, tidak lagi mendapat bantuan rutin dari pihak pemerintah, maka, pengurus panti berusaha melakukan pendekatan dengan berbagai pihak dalam masyarakat sehingga bisa membantu biaya makan dan minum serta biaya sekolah anak-anak panti asuhannya.

“ Selama ini masyarakat yang mengunjungi panti kami, selalu membawa bantuan, dan dengan bantuan-bantuan itu, kami bisa menghidupi anak-anak Panti Asuhan kami “, tandas Umbu dengan nada serius.

Kepada seluruh masyarakat yang selama ini selalu membantu, Umbu mengucapkan banyak terimakasih. Dan kepada pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, kiranya sudi memperhatikan Nasib Anak-Anak Panti Asuhan yang dibinanya itu dengan cara memberikan bantuan rutin terlebih bantuan bagi pendidikan anak-anak yang ada dip anti asuhan itu..

Sesuai pantauan Wartawan Media ini di Lokasi Panti tersebut, terdapat 6 kamar untuk anak-anak lelaki dan 6 kamar bagi anak-anak perempuan. Kamar-kamar tersebut terdapat tikar dan bantal yang dibentangkan di lantai sebagai tempat tidur. Ada sekita 2 tempat tidur tingkat yang terbuat dari kayu yang sudah keropos, berada di 2 kamar lelaki, sedangkan ada 4 tempat tidur di kamar-kamar wanita. Terdapat dapur umum yang sangat sederhana dan kamar mandi,WC, yang juga sangat sederhana. Tembnok-tembok yang tampak sudah memudar okernya serta beberapa kursi plastik yang nampak sudah patah pada sandarannya. ( NTT EXPOS.001).


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: