“ PASIEN KELUHKAN PELAYANAN OBAT DI PUSKESMAS BAKUNASE “

Kepada Media Ini, Pasien DA (40 Tahun), mengutarakan rasa tidak puasnya, atas pelayanan dari pihak Puskesman Bakunase, lantaran,.obat yang diberikan kepadanya, tidak sesuai harapan. Katanya, dia mengalami penyakit gatal-gatal selama 2 bulan. Karena penyakit itu, kulitnya mengalami luka-luka berat.

BEROBAT DI PUSKESMAS OEBOBO, DAPAT OBAT MINUM DAN GOSOK , TAPI BELUM SEMBUH

Katanya, waktu berobat di Puskesmas Oebobo, DA berobat dengan cara membayar karena menurut petugas, Jamkesmasnya berlaku di Puskesmas Bakunase.

Di Puskesmas Oebobo itu , dirinya diberikan dua macam obat minum dan 1 macam obat gosok. Obat-obat yang diberikan telah habis dimimum dan digosok, namun, penyakit tersebut belum sembuh, dan bahkan semakin bertambah parah. Kulitnya semakin gatal-gatal dan kalau digaruk keluar darah lalu terluka kemudian. bekas-bekas luka di tubuh DA semakin banyak sampai pada bagian tubuh yang vital.

BEROBAT LAGI KE PUSKESMAS BAKUNASE, HANYA DIBERIKAN OBAT CTM

Lanjutnya, karena semakin parah , dirinya datang lagi ke Puskesmas Bakunase. Di Puskesmas ini, dia mengaku kepada dokter bahwa gatal dan luka-luka tersebut telah mengenai hampir seluruh tubuhnya, termasuk bagian-bagian vital tubuhnya. DA menunjukan luka-luka yang sudah mulai membengkak, memerah dan bernanah kepada dokter yang memeriksanya.

Setelah dokter memeriksa, DA, diberikan resep untuk mengambil obat pada Apotik Puskesmas itu. Ketika namanya di panggil untuk mengambil obat, DA, sangat kaget karena dirinya hanya diberikan beberapa butir obat CTM saja.

DA kecewa dan bertanya pada petugas tetapi tidak ada yang mempedulinya. Dengan kecewa, DA, ingin menemui dokter yang memeriksanya namun dokter tersebut tidak berada lagi di ruang kerjanya.

BERHARAP DAPAT OBAT YANG LEBIH BAIK TERNYATA TIDAK

Kepada Media ini, DA, mengatakan lagi, dirinya telah menjelaskan pada dokter Puskesmas itu, kalau sudah hampir dua bulan lamanya, dia mengalami penyakit tersebut. DA juga telah mengaku dan menunjukkan luka-luka akibat gatal tersebut yang telah merambat sampai ke bagian tubuh yang vital. Dirinya berharap, kiranya, dokter memberikan obat yang sepadan dan memadai dengan tingkat keparahan yang telah dialaminya selama 2 bulan ini. Tetapi, dirinya hanya diberikan beberapa butir obat CTM saja.

Kata DA, mungkin karena dirinya pasien Jamkesmas , sehingga dilayani seperti itu ?, ataukah Puskesmas itu tidak memiliki obat-obatan lain selain CTM ? “ Masa, penyakit sudah seperti ini, kok, hanya diberikan beberapa butir CTM saja”. ucapnya dengan nada kesal.
PEMERINTAH HARUS TINGKATKAN PELAYANAN PUSKESMAS

Kepada Pemerintah, DA, berharap, kiranya pelayanan obat terhadap pasien, harus sesuai dan memuaskan. Dokter-dokter yang bertugas di Puskesmas, harus dokter yang benar-benar professional, sebab, puskesmas adalah pintu pertama dan harapan dari masyarakat kecil untuk mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.

Di Puskesmas, harus diberikasn stok obat-obatan, yang bisa melayani berbagai jenis penyakit yang diderita masyarakat kecil. “ Kalau Stok Obat untuk penyakit gatal-gatal saja tidak lengkap, apalagi bagi pasien yang mengalami penyakit-penyakit yang kronis dan berbahaya “, tandas DA, mengakiri. ( NTT-EXPOS.001).

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: