PERANAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN BUDAYA NASIONAL

OLEH : AMURWANI DWI LESTARININGSIH
( Dibawakan Dalam Kegiatan Dialog Akbar Kebudayaan/Silahturahmi Raja-Raja di Kota Kupang, Tanggal 29 Agustus 2016 )

ntt-expos.com.Kupang,29/10/2016

Indonesia mempunyai posisi strategis baik secara geografis dengan pulaunya yang berjumlah 17.504 maupun kekayaan alam dan budayanya. Kekayaan budayanya yang dari 638 suku bangsa yang sudah terdata secara keanekaragaman bahasa yang lebih dari 750 bahasa, adalah kekayaan masing-masing suku bangsa dengan identitas budaya yang berbeda-beda satu dengan lainya.

Kekayaan alam dan budaya merupakan potensi sekaligus dapat menjadikan bencana bagi bangsa Indonesia. Para Founding Fathers bangsa telah menentukan berbagai suku bangsa, adat istiadat dan beragam budaya, serta bahasa dalam satu bangsa yaitu Indonesia.

Dalam Astagatra satu diantara unsure-unsur dari astagatra yaitu adalah budaya ( Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Pertahanan ). Ketahanan Budaya mempunyai peranan penting dalam mempertahankan keutuhan Bangsa Indonesia. Sebagaimana Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 ayat ( 1) : “ Negara memajukan Kebudayaan Nasional ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya “. Dalam Pasal tersebut jelas-jelas disebutkan tentang perlunya Kebudayaan Nasional yang dikembangkan dari nilai-nilai budaya masyarakat daerah.

Sebagaimana disebutkan dalam pasal 31 ayat (5) UUD Tahun 1945, bahwa pengembangan budaya haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai religious, budaya masyarakat setempat, dan nilai-nilai persatuan bangsa sesuai arah kebijakan pembangunan Nasional.

Permasalahanya adalah, pada saat ini budaya daerah sudah tidak menjadi daya tarik lagi bagi pemuda. Bagaimana menumbuhkan kecintaan pemuda pada budaya daerah, sehingga budaya daerah mempunyai peranan yang cukup signifikan bagi ketahanan budaya nasional.

DEFINISI KETAHANAN BUDAYA

Ketahanan Budaya dapat diartikan sebagai suatu kondisi bangsa dal;am menghadapi tantangan dari berbagai terapan yang bersifat merusak baik dari dalam maupun dari luar terhadap keutuhan Bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan Nasional.

Kebudayaan daerah yaitu suatu gagasan, ide, tata nilai, norma, perilaku, dan hasil-hasil perilaku dalam bentuk karya maupun benda yang telah digunakan dalam waktu sangat lama, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dari masyarakat suku bangsa tertentu.

Kebudayaan Daerah itu akan mengalami proses perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman, dengan adanya kontak-kontak budaya. Perubahan itu dapat berakibat positif namun juga dapat berakibat negatif. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi perubahan pada kebudayaan daerah antara lain adalah : 1. Globalisasi. 2. Alkulturasi . 3. Westernisasi.

Perlu adanya proses seleksi dalam menghadapi kontak-kontak budaya dengan budaya asing. Dalam proses seleksi itulah diperlukan peranan budaya lokal untuk menghadapi tantangan perubahan zaman. Budaya Lokal harus dapat menjadi identitas dan corak bagi perkembangan budaya nasional. Untuk menyingkapi unsusr-snsur budaya yang diserapkan oleh proses seleksi. Ketahanan Budaya memberi kontribusi yang cukupa signifikan untuk itu.

Dalam kontak-kontak budaya itu tidak jarang akan muncul kegoncangan budaya ( Culture Shock ), yaitu kondisi kegoncangan jiwa seseorang atau masyarakat apabila mengalami kelambatan dalam menerima budaya asing yang datang secara tiba-tiba.

Juga adanya ketimpangan budaya ( Cultur lag ), yaitu adanya ketimpangan salah satu unsur kebudayaan untuk menyesuaikan diri dengan unsur kebudayaan lain yang berubah. Disinilah pentingnya peran budaya lokal sebagai jati diri dari kebudayaan nasional.

PERAN PENTING BUDAYA DAERAH

Sebagai puncak-puncak kebudayaan nasional, kebudayaan daerah mempunyai peran penting sebagai berikut :
1. Kebudayaan Daerah sebagai unsure yang dinamis dalam sejarah Indonesia yang bercirikan Bhineka Tunggak Ika. Meskipun kita terdiri dari berbagai ragam suku bangsa, dengan bahasa, adat dan budayanya, namun kita merupakan satu kesatuan yaitu Bangsa Indonesia.
2. Setiap Daerah mempunya nilai-nilai yang menjadi konsepsi dan acuan yang dianggap baik ataupun buruk, sehingga kebudayaan daerah berfungsi sebagai norma yang menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku.
3. Kebudayaan daerah mempunyai potensi yang tak ternilai harganya yang dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa .
4. Setiap kebudayaan daerah mempunyai peran sebagai asset kekayaan khazanah Budaya Indonesia dalam dunia Internasional.

Beberapa hal yang belum diupayakan secara maksimal untuk mengembangkan potensi budaya daerah. Hal itu antara lain karena factor-faktor sebagai berikut :

1. Masyarakat daerah kurang memahami perlunya mengidentifikasi kebudayaan daerahnya.
2. Masyarakat daerah kurang dapat menghargai tinggalan-tinggalan budaya dan kekayaan budaya yang ada di daerahnya.
3. Adanya perbedaan yang cukup mendasar dalam menghadapi perubahan untuk menerima unsure-unsur budaya baru dalam masyarakat perkotaan dan pedesaan.
4. Adanya pola piker pada sebagian masyarakat yang mudah mnenerima budaya asing tanpa memikirkan dampaknya terhadap perkembangan budaya daerah itu sendiri.

Kondisi-kondisi itu setidaknya dapat dijadikan peluang untuk mengembangkan kebudayaan daerah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Keanekaragaman budaya daerah dapat menjadi identitas bagi budaya nasional, dengan cara mempertahankan keaslian budaya itu tanpa memasukan unsure-unsur budaya asing.
2. Mengembangkan kebudayaan daerah melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik. Berbagai media seperti industri budaya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan budaya daerah. Secara Ekonomis Industri kreatif dalam bidang budaya akan memberikan nilai tambah baik di bidang ekonomi maupun di bidang budaya itu sendiri.
3. Perlu memberikan ruang yang cukup untuk menumbuhkan kreatifitas bagi para budayawan maupun pelaku seni untuk mengembangkan kreasi dan memberi inspirasi bagi budayawan daerah dengan perlindungan dan penghargaan akan hak cipta dan royalty bagi budayawan maupun pelaku seni daerah.
4. Budaya daerah dapat pula dikembangkan sebagai wisata budaya yang menghasilkan devisa bagi daerah itu.

Sebagi contoh : Tradisi lisan yang dimiliki oleh salah satu suku bangsa di Nusa Tenggara Timur . Dalam Tradisi lisan itu tersimpan baik sejareah asal usul wilayah itu, adat istiadatnya, norma-norma, yang berlaku, hal itulah setidaknya memberikan identitas bagi masyarakat di wilayah pendukung tradisi lisan itu. Perlu kiranya tradisi lisan ini ditanamkan dan diajarkan secara terus menerus pada generasi-generasi berikutnya.

Tantangan yang perlu kita hadapi saat ini untuk meningkatkan peran budaya local dalam ketahan budaya nasional adalah menjawab tantangan zaman yang terus berubah. Untuk itu perlu kiranya :

1. Meningkatkan kualitas SDM daerah untuk mengelola budaya daerah.
2. Meningkatkan potensi budaya daerah serta melestarikanya.
3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengelola keanekaragaman budaya daerah.
4. Meningkat usaha-usaha untuk mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah. ( NTTEXPOS.COM).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: