PERFILMAN DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN PERKEMBANGANYA

Oleh : Pieter Kembo

NTT EXPOS.COM. Kupang. 15.10/2015

Tahun demi tahun, masyarakat NTT semakin memahami dunia perfilman yang ada di NTT, baik yang diproduksi oleh Organisasi Film Daerah, TVRI NTT dan juga oleh para insan Perfilman Nasional yang datang dan melakukan shooting dalam wilayah Nusa tenggara Timur.

Dulu, ketika sinetron televis gencar menayangkan ceritera-ceritera modern dengan permainan emosional carakter yang tajam dan saling berlawan keras, banyak membuat warga NTT jenuh dan jengkel, namun, perlahan demi perlahan akhirnya masyarakat NTT mulai menyadari bahwa Film mempunyai peranan penting untuk mendukung pembangunan bangsa dan Negara.

Kalau diingat pada belasan tahun lalu, saat Teater Pluss Kupang awal memberanikan diri untuk melakukan produksi Film-Film Lokal, banyak mendapat tantangan dan cemohan dari sebahagian warga NTT. Tetapi dengan keberanian dan tahan uji, Tetaer Pluss kupang akhirnya berjalan terus dan berhasil menyenangkan public NTT dengan menayangkan Film-Film Produksi daearah sendiri lewat Televisi Nusa tenggara Timur. Perjuangan panjang Teater Pluss Kupang bersama TVRI NTT, telah cukup banyak memberikan lebel perfilman bagi Nusa tenggara Timur .

Kita mesti patut berbangga sebab, Film-Film karya daerah kita, banyak yang telah ditayangkan oleh TVRI Nasional maupun TVRI NTT. Walau dengan berbagai kekurangan peralatan dan biaya produksi, Teater Pluusss Kupang telah menembus sekat-sekat sulit dan mampu memproduksi Film-Film bersama Teater Pluss Kupang dan telah ditonton oleh public daerah maupun Nasional.

Film-Film yang telah berhasil menembus public Nasional adalah, Film Maria dan Maurits, yang diproduksi oleh TVRI NTT bersama teater Pluss Kupang pada tahun 2011, untuk lomba Piala Gatra Kencana TVRI Nasional. Tahun 2012, bersama TVRI memproduksi Film Mutiara Kampung Merah Putih untuk Lomba Gatra Kencana TVRI Nasional, Tahun 2013 dengan TVRI NTT memproduksi Film Cendana, juga untuk Piala Gatra Kencana TVRI Nasional, dan pada tahun 2015, Teater Pluss bersama TVRI memproduksi Film berjudul “ Do’a Anak Pinggiran” juga untuk lomba piala Gatra Kencana nasional TVRI. Sedangkan untuk Acara Variaty Show daerah untuk penayangan Nasional TVRI, bersama TVRI memproduksi Film Ceritera Komedi Situasi lewat pentas Teater Rakyat yang diberi judul “ Pesta Sang Raja “.

Film-film yang berhasil di Produksi sendiri oleh Teater Pluss Kupang adalah, Cinta yang Kandas ( tahun 2004), Suara malam Natal ( 2005 ), Sebening Hati yang Fitri ( 2005), Film Tragedi Puku Afu ( tahun 2006), Film Dilemma ( 2007), Film hati yang terluka ( 2008), Meunsine Mpoi ( 2009), Ine Pare ( Dewi Padi) tahun 2014.

Film yang menembus kancah Nasional, dan menduduki juara kedua , yang dihasilkan oleh Teater Pluss Kupang adalah Film Dokumenter berjudul “ KOSU WENA ALE ONE KERI”. Film ini menduduki rangking dua Nasional dalam Kegiatan Fasilitasi Film Pendek dan Dokumenter, oleh Direktorat Kebudayaan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, yang dilaksanakan pada bulan Oktober dan Nopember 2014 yang lalu.

Kini dengan pengalaman yang dimiliki oleh pekerja film Teater Pluss Kupang, kiranya diberikan dukungan yang memadai oleh Pemerintah Provinsi serta para pengusaha dan donatur, sehingga cita-cita Teater Pluss untuk memproduksi film-film dari ceritera rakyat NTT, untuk upaya pelestarian budaya dan pembelajaran bagi anak-anak sekolah kita bias tercapai dengan baik.

Upaya pelestarian budaya dan ceritera rakyat yang ada di NTT, lewat media pandang dengar lewat audio-visual, yakni Film, akan memudahkan para penonton mengetahui jalan ceriteranya secara detail dan gampang di pahami. Dengan pemaparan lewat media Film, akan sangat membantu mendorong dan menggerakan generasi muda kita, untuk mencintai dan melestarikan serta terpanggil untuk senantiasa menghargai budaya peninggalan leluhur kita, sehingga walau zaman semakin maju, kekayaan budaya dan ceritera rakyat kita tetap dikenal, dikenang dan dihargai atau dengan kata lain tidak akan punah dan tidak akan terlupakan sepanjang zaman.

Banyaknya suku,adat dan budaya serta pesona wisata yang menakjubkan dan penuh pesona dalam wilayah Nusa Tenggara Timur, menjadi kekayaan yang amat mahal. Oleh karena itu cara yang cocok untuk mendokumentasikan secara baik adalah dibuat menjadi film, sehingga selaian sebagai upaya pelestarian Budaya dan Alam, juga akan menjadi bahan promosi yang mampu menarik wisatawan manca Negara. Jika berhasil dibuat dan ditayang secara rutin, lalu disebarkan ke setiap kabupaten yang ada di NTT, maka, diyakin akan mampu mendatangkan PAD bagi daerah kita NTT tercinta. (EDITORIAL).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: