PILKADA SERENTAK DI PROVINSI NTT : JANGAN PILIH PEMIMPIN KARENA UANG !

Beberapa hari lagi, Pilkada di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan dilaksanakan. Para Tim Sukses bergerilya kesetiap pelosok-pelosok kabupaten untuk mencari simpatisan rakyat terhadap jago mereka sebagai calon Bupati di Sembilan Kabupaten se Provinsi Nusa tenggara Timur Tercinta. Rakyat kecil yang terdiri pedagang sayur, papalele ikan, tukang ojek, tukang parkir, seles barang toko, penjual Kue, tukang cuci pakaian, pendek kata, orang-orang kecil yang selama ini sulit mendapat perhatian dari orang-orang berdasi, kini mendapat senyuman manis dari para kandidat yang datang bersoasialisasi diri.
Lewat pertemuan-pertemuan, para kandidat dan tim suksesnya mulai bicara soal membangun daerah untuk kesejahteraan rakyat, terutama bagi rakyat kecil yang selama ini hidup enggan mati tak mau. Rakyat kecil pun mulai menjadi perhatian serius dalam segala pembicaraan dari sang calon beserta para juru kampanyenya.

Kini rakyat kecil begitu penting dimata para calon. Pertanyaan balikpun terbetik dalam hati orang kecil bahwa, apakah benar, apa yang dibicarakan sang kandidat nanti akan dilakukannya ketika terpilih nanti ? ataukah ini adalah salah satu jurus untuk meraih suara dari rakyat kecil ?, yang tahu adalah sang kandidat itu sendiri.

Banyak hal yang terjadi dan diketahui nyata bahwa, janji-janji sang calon, banyak yang tidak dilaksanakan sehingga menyebabkan rakyat kecil tetap hidup dalam kesulitannya sendiri. Apa yang menyebabkan hal demikian terjadi ?, yang tahu adalah sang pemimpin terpilih itu sendiri.
Oleh karena itu, sebagai rakyat yang memiliki hak memilih pemimpin, janganlah salah dalam menjatuhkan pilihan, sebab jika kita salah memilih, maka apa yang kita harapkan tentang perubahan hidup, pasti akan terganjal selama 5 tahun kedepan lagi.

Yang paling menyedihkan lagi, karena mengetahui rakyat kecil yang hidup penuh kekurangan, maka sang calon mulai melakukan jurus prihatin lalu membagi-bagikan bantuan berupa uang atau barang. Rakyat pun menerima karena butuh, dan ketika sehari sebelum pemilihan berlangsung, datanglah para tim sukses sang calon untuk mebekan warga agar harus memilih sang calon sebab telah memberikan bantuan kepada warga. Rakyat kecil terbelenggu, pemikirannya menjadi buntu untuk bias melihat secara bijak, mana calon yang berkualitas dan mana calon yang tidak berkualitas baik untuk membangun rakyatnya.

Rakyat harus bijak dalam menentukan pilihannya jika ingin maju dan sejahtrera. Calon yang hanya mampu membagi-bagikan uang atau barang, berpotensi akan menjadi koruptor, sebab apa ?, setelah terpilih nanti, dia akan sibuk garuk sana-sini untuk menutupi utang-utangnya saat proses menraup suara, sang calon terpilih akan menghalalkan segala cara untuk bias memperoleh uang banyak, sebab dirinya memiliki banyak utang saat proses sosialisasi dirinya ditengah masyarakat.
Karena sibuk mencari uang, sang calon terpilih hamper tidak punya waktu sama sekali untuk memikirkan nasib rakyatnya yang miskin. Kalau dulu bertemu orang kecil dia tersenyum dahulu, kini setelah jadi pemimpin, rakyat kecil tersenyum dahulu saat bertemu namun sang calon yang telah dipilihnya itu tidak membalas senyum orang kecil yang telah memilihnya. Karena wajah sang pemimpin sangat dingin dan tidak pernah tersenyum, maka rakyat enggan untuk menyampaikan apa yang sedang dialami dan dideritanya.

Tanggal 9 nanti kita akan menjatuhkan pilihan pada calon-calon kita, oleh karena itu, semoga rakyat mampu menjatuhkan pilihan yang benar berdasarkan hati nuraninya tanpa ada tekanan apapun dari pihak lain. Politik uang sebaiknya janganlah dilakukan, sebab akan membuat hati rakyat menjadi buta dalam menentukan pilihannya.

Pilkada adalah pilih kapada daerah. Kepala Daerah adalah pemimpin yang dipilih rakyat karena kemampuannya yang diharapkan mampu membangun rakyat. Pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang turut merasakan derita rakyatnya sebab selalu turun kebawah melihat cara hidup dan kondisi yang sedang dialami oleh rakyatnya terlebih yang dialami oleh rakyat kecil, lalu kemudian pemimpin itu berserta jajarannya mencang dan mencari serta memberikan jalan keluar yang tepat untuk mengatasi persoalan hidup yang dialami oleh rakyatnya.

Kepada pihak Panwaslu, KPU, pihak-pihak terkait, kiranya benar-benar mengawal jalannya Pilkada ini secara benar sesuai aturan, sehingga bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang diharapkan mampu membangun rakyatnya. Selamat memilih pemimpin yang berkualitas. SALAM REDAKSI.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: