POLRES SIKA HARUS USUT : “DIDUGA KASUS PERDAGANGAN ANAK DI DESA KOTING C “

NTTEXPOS.Kupang.22/10/2015.

“ Saya merasa kecewa dan amat kesal atas perbuatan yang dilakukan oleh ponakan saya bernama Silfi ( 17 Tahun), karena telah membawa pergi anaknya dari tangan Ibu saya bernama Nona Pina ( 72 tahun), yang selama ini telah memelihara dan membesarkanSilfi dan anaknya bernama Santino ( 2 Tahun). Silfi adalah ponakan saya sedangkan Santino adalah Cece dari Ibu Saya, Silfi adalah ponakan kandung saya yakni anak dari adik perempuan saya. Akibat perbuatan Silfi, kini mama saya Nona Pina, jatuh sakit keras. Perbuatan Silfi telah membuat keluarga besar merasa kecewa dan malu”.

Inilah ungkapan kekecewaan yang lontarkan oleh Om Kandung Silfi bernama Petrus Tiksen ( 48 Tahun), ketika ditemui Media NTT EXPOS, di kediamannya dibilangan RSS Baumata Kupang, pada Kamis, 22/10/2015.

Kepada media ini, Petrus, mengatakan, dirinya tidak percaya kalau ponakanya sampai hati membawa pergi anaknya dan diberikan atau dijual kepada orang lain, kecuali ada unsur rayuan dan paksaan dari pihak lain.

Menurut informasi yang didapati Petrus dari Mama Kandungnya di Desa Koting C, bernama Nona Pina, mengatakan, Silfi membawa anaknya pergi ke Bajawa dan diduga anak yang baru berumur 2 tahun itu, diberikan kepada Oknum yang bernama Obeti. Obeti adalah anak kandung dari tetangga Mama Nona Pina yang bernama Aleks, yang kerjanya sebagai pedagang kambing di kampung itu, dan rumahnya tepat di depan Kantor Desa Koting C.

Merasa kehilangan cecenya yang sudah 8 hari menghilang, Nona Pina pun pikiran dan jatuh sakit serius. Hal ini membuat keluarga besar menaruh amarah yang mendalam atas kejadian tersebut.

Menurut Informasi dari para warga sekitar tempat tinggal Silfi, mengatakan, Silfi dan anaknya yang berumur 2 tahun itu diantar oleh Aleks ke kota Bajawa, kemudian, sekembalinya Silfi dan Aleks dari Bajawa, anak tersebut tidak dibawa kembali pulang ke Desa Koting C. Hal ini membuat warga sekitar bertanya-tanya, kepada siapa anak tersebut dititipkan atau diberikan ?

Informasi yang di peroleh Petrus Tiksen bahwa Aleks memiliki anak perempuan di Bajawa bernama Obeti, sehingga dicurigai anak kecil tersebut telah dijual kepada Obeti.

Penilaian ini terlintas dipikirannya karena menurut Petrus, kepergian Silfi bersama Aleks dengan membawa pergi anak tersebut tanpa diketahui oleh Oma Nona Pina yang telah membesarkan Silfi dan anak itu, adalah suatu perbuatan yang amat buruk dan terindikasi adanya persekongkolan antara Aleks dan Silfi untuk menjual anak tersebut.

Sebagai Om Kandung dari Silfi, Petrus meminta ke pihak aparat penegak hukum, kiranya segera menyikapi persoalan ini dan mengusut tuntas masalah tersebut karena diduga Silfi dan Aleks telah melakukan Trafiking. Jika ini benar dilakukan maka Silfi dan Aleks, segera ditangkap untuk diproses secara hukum yang berlaku.

Petrus bersama keluarga besar menyesali perbuatan yang dilakukan oleh Silfi, yang telah menyebabkan orangtua mereka Oma Nona Pina jatuh sakit karena pikiran.

“ Sejak kecil Silfi telah dibesarkan oleh Mama saya Nona Pina. Ketika dia hamil dan melahirkan hingga anaknya sudah berumur 2 tahun, juga dipelihara oleh Oma Nona Pina. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Silfi harus dengan persetujuan Oma Nona Pina dan keluarga besar. Perbuatan Silfi bersama Aleks tidak bisa dimaafkan keluarga. Kami ingin masalah ini diproses secara hukum”, ungkap Petrus mengakhiri pembicaraannya. ( NTT EXPOS.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: