PROYEK PENAHAN GELOMBANG DI PASIR PANJANG DIKELUHKAN MASYARAKAT !!!!

Kupang.30 /06/2015.ntt-expos.com.

“ Sepertinya ada Intrervensi pihak-pihak tertentu, sehingga 60 warga yang hadir dalam sosialisasi itu dianggap menyetujui agar proyek segera dilakukan. Ada banyak kejanggalan saat pertemuan bersama warga. Tiga kali pertemuan, berbeda-beda penjelasannya.

Ada bahasa burung yang mengatakan, bagi warga yang tidak setuju, akan dipindahkan dari pesisir pantai tersebut.

Di Zaman moderen dan transparan seperti sekarang, intimidasi seperti itu dianggap cara yang tidak bijak dan kerdil. Upaya memaksa kehendak akan berunjung pada kesengsaraan panjang bagi warga Nelayan Pasir Panjang “.

Hal ini diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Kota Kupang, berinisial NTI ( 50 Tahun), ketika memberikan tanggapannya tentang rencana Proyek Tembok Penahan Gelombgang, yang akan di bangun 11 meter dari bibir Pantai Pasir Panjang, sejauh kurang lebih lima ratusan meter sepanjang pantai itu.

BELUM MELALUI AMDAL DAN PENGKAJIAN YANG MATANG
Kepada Media ini, NTI, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pemerintah Kota Kupang dan pihak-pihak yang terlibat, yang terkesan memaksa Proyek ini berjalan tanpa melakukan pengkajian mendalam tentang dampak-dampak yang akan terjadi terhadap kelestarian pantai yang masuk dalam daerah konservasi Laut.

TIDAK ADA AMDAL DAN PENGKAJIAN MENDALAM, LANGGAR ATURAN ?
Pemerintah Kota Kupang dinilai, kurang memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya terkait proyek tersebut, dan terkait dengan apa yang akan dialami oleh warga masyarakat pada hari-hari mendatang.

Proyek yang dilakukan tanpa pengkajian mendalam bersama lembaga-lembaga yang berwewenang dalam Lingkungan Hidup dan Konservasi Kelautan, menurutnya NTI, merupakan pelanggaran yang serius dan patut di hentikan.

SOSIALISASI HANYA DENGAN WARGA TERTENTU ?
Yang amat di sesalkan oleh NTI, Sosialisasi yang dilakukan oleh Pihak Pemerintah dan Tim Teknis, belum mengakomodir semua keinginan masyarakat kelurahan Pasir Panjang.

Pertemuan yang hanya menghadirkan 60 orang warga nelayan, tentunya belum bisa menjadi representase persetujuan seluruh warga pasir panjang dan warga kota kupang.

PANTAI PASIR PANJANG JUGA MILIK MASYARAKAT KOTA KUPANG
Menurutnya, Pantai Pasir Panjang bukan hanya milik 60 orang warga yang ikut dalam sosialisasi yang berindikasi diintervensi oleh oknum-oknum tertentu saja, tetapi Pantai Pasir Panjang juga adalah milik seluruh warga Kota Kupang.

SOSIALISASI AWAL YANG SALAH
Sesuai Wawancara yang dilakukan Media ini kepadea Warga Nelayan sepanjang pantai dalam wilayah RT.03.RT.13 dan RT 078. Para Nelayan mengatakan, mereka bukannya menolak rencana pembangunan tersebut, mereka ingin agar dibuat tempat penambatan perahu yang nyaman, sehingga perahu-perahu mereka tidak rusak diterjang gelombang.

Warga Nelayan meminta, pembangunan itu, kiranya tidak menutup area pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang. Menurut mereka, proyek itu sebaiknya dilakukan tepat di batas meeting atau posim, sehungga kelestarian pantai tetap terjaga.

PEMERINTAH BILANG LAIN, TIM TEKNIS BILANG LAIN, MANA YANG BETUL ?
Para Nelayan mengatakan, pertemuan awal, dikatakan, pembangunan dilakukan di batas posim, lalu ternyata tim teknis mengatakan pembangunan akan dilakukan 11 meter dari bibir pantai.

Jika demikian, pasir-pasir pantai akan tertutup,. Nuansa alam pantai yang indah pun akan luntur dan hilang .

Warga Nelayan kecewa berat karena aspirasi mereka dinilai oknum-oknum tertentu sebagai pembangkang dan penghalang rencana pembangunan itu, padahal mereka hanyalah minta pengertian dan pertimbangan demi kenyamanan usaha kenelayanan dan kelestarian Pantai Pasir Panjang untuk bisa dinikmati oleh seluruh warga Kota Kupang.

ASPIRASI JANGAN DIJADIKAN ALAT PERPECAHAN ANTAR WARGA PANTAI !
Yang lebih mengecewakan lagi, permintaan pertimbangan warga nelayan, terindikasi dipolitisir okunum-oknum tertentu, sehingga menimbulkan saling marah, saling musuh dalam kehidupan antar warga nelayan.

Harusnya pembangunan yang baik adalah pembangunan yang membuat rakyat hidup dalam kebersamaan yang sejahtera, bukan pembangunan yang berpotensi membuat kehidupan warga menjadi tidak nyaman dan saling musuh, seperti yang terjadi antar warga nelayan Pasir Panjang itu.

HARAPAN WARGA, POTENSI DAERAH WISATA YANG ASLI DAN ELOK
Harapan Warga Nelayan, Pemerintah dan Pelaksana Teknis Proyek harus mempertimbangkan, hal-hal yang dikeluhkan oleh masyarakat pasir panjang dan mengambil langkah sesuai harapan, demi kelestarian alam pantai Pasir Panjang yang adalah kebanggaan dan berpotensi menjadi tempat wisata yang elok.
( NTT- EXPOS.COM. 001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: