PROYEK TEMBOK PENAHAN GELOMBANG DIDUGA ILEGAL !!

NTT-EXPOS.COM.Kupang, 03/07/2015.
Komisi III telah menanyakan perihal Proyek Pembangunan Tembok Penahan Gelombang di Kelurahan Pasir Panjang, pada Dinas Tata Ruang Kota Kupang, namun pihak Tata Ruang Kota Kupang, mengatakan, tidak tahu-menahu tentang proyek yang akan dilaksanakan di Pantai Kelurahan Pasir Panjang tersebut.

Dalam Pemandangan Umum, Fraksi PDIP, meminta pelaksana proyek tersebut merevisi kembali teknis pelaksaan proyek yang terkesan akan mengganggu pelestarian pantai serta adanya intimidasi dan intervensi pada masyarakat, juga adanya keluhan-keluhan masyarakat tentang dampak kedepan dari proyek tersebut. Pemerintah menjawab, tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan.

Dengan situasi seperti itu, Ketua Fraksi, yang selalu membela rakyat kecil ini, mengharapkan, lembaga DPRD Kota Kupang, mengambil langkah-langkah bijak, melakukan dengar pendapat dengan Lembaga-lembaga terkait dibidang lingkungan hidup dan pakar-pakar serta para ahli yang berkompoten, untuk mengkaji tentang dampak-dampak yang akan terjadi, jika proyek itu dilakukan seperti yang direncanakan oleh pihak pelaksana teknis.

Hal tersebut di atas diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Kupang, yang juga ketua Fraksi PDIP Perjuangan, Adrianus Tali, ketika diwawancarai wartawan media ini, di ruang komisi I DPRD Kota Kupang, Kamis,02/07/2015.
Menurutnya, Proyek Tembok Penahan Gelombang itu, dilakukan dalam Wilayah Kota Kupang, sehingga apapun masalahnya, pihak Dinas Tata Ruang Kota, harus tahu-menahu perihal proses awal hingga pelaksanaan proyek tersebut.

Pihak Dinas Tata Ruang Kota Kupang, harusnya turut memberi Advis pada proyek-proyek yang akan dilakukan dalam Wilayah Kota Kupang. Jika Pihak Tata Ruang Kota Kupang menjawab tidak tahu-menahu tentang perihal proyek tersebut, maka Proyek Tembok Penahan Gelombang di Pantai Pasir Panjang tersebut bisa dianggap Ilegal.

Dia menjelaskan, dinas Tata Ruang Kota adalah dinas yang memiliki cukup andil dalam proyek-proyek yang dilakukan di wilayah Kota Kupang. Jadi menurutnya, sangat tidak masuk akal, apabila proyek yang sudah mulai dikerjakan tersebut, tidak diketahui oleh pihak Dinas tata Ruang Kota Kupang.

Mencermati, jawaban pemerintah Kota Kupang dan Pengakuan Dinas Tata Ruang Kota Kupang, serta adanya keluhan-keluhan masyarakat tentang proyek itu, dirinya berharap, lembaga DPRD Kota Kupang akan melakukan langkah selanjutnya, yaitu, mengundang Instansi-Instansi yang berkepentingan dibidang lingkungan hidup, perijinan dan pengkajian dampak lingkungan serta para akademisi dan pakar-pakar lingkungan hidup, agar saling dengar pendapat tentang kelayakan Proyek Pembuatan Tembok Penahan Gelombang di Pantai Pasir Panjang Kupang, yang dilakukan 11 meter dari bibir pantai, sejauh 500 meter tersebut.

Dia melanjutkan, perjuangan yang dilakukannya, hanya demi kelestarian pantai, kenyamanan dan kesejahteraan hidup warga pesisir, serta, menegakan peraturan-peraturan yang sudah ada. ( NTT-EXPOS.COM.001).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: