PUTRI PARIWISATA NTT YANG INGIN BERBAKTI MAKSIMAL

“ Terpilih menjadi Putri Pariwisata Nusa Tenggara Timur merupakan satu kebanggaan luar biasa, sebab tidak gampang kita bisa terpilih. Dua kali saya mengikuti Kompetensi ini, dan pada kali kedua ini saya berhasil menjadi juara dalam kompetensi bergensi tersebut”. Hal ini diungkapkan oleh Nola Dona Maria, ketika ditemui wartawan Exodus Pos, di kediamannya, Kelurahan Alak, beberapa waktu yang lalu.

Kata Nola, sebagai Putri Pariwisata Nusa Tenggara Timur, dia harus menjadi jembatan antara masyarakat kecil dan Pemerintah dalam rangkah memperbaiki dan memberdayakan fasilitas-fasilitas tempat wisata yang ada dalam Propinsi NTT ini, sehingga bisa dikelolah bersama demi pendapatan ekonomi bagi masyarakat serta menjadi Devisa bagi daerah kita di NTT.

“ Sektor Wisata di NTT sangat banyak dan kalau dikelolah secara baik, maka tentu kedepan nanti akan sangat menjanjikan bagi masyarakat NTT maupun Indonesia “, ungkap Nola dengan senyum manisnya.

Remaja cantik berhidung sedikit mancung ini menambahkan, tempat-tempat wisata yang ada di Propinsi NTT ini harus dibuat menarik, agar bisa dikunjungi oleh para wisatawan manca Negara. Tempat wisata yang ditata secara indah dan menarik, akan mendatangkan pemasukan ekonomi yang banyak.

Masyarakat pencari kerja yang belum mendapat pekerjaan tentu akan bisa bekerja di lahan-lahan wisata tersebut. “ Dengan adanya tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan manca Negara, maka adak meresap tenaga kerja bagi masyarakat kita yang ngganggur “, pungkas Nola serius.

Menurut Nola, untuk lebih menarik lagi apabila Pemerintah memasang simbol-simbol budaya kita pada tempat-tempat yang strategis diberbagai tempat-tempat dalam kabupaten-kabupaten yang ada di Propinsi kita ini.

Katanya symbol-simbol ini akan menjadi gambaran penampilan awal yang menarik ketika para wisatawan menyinggahi tempattempat kita, symbol-simbol tersebut akan membuat para wisatawan menjadi terkesan dan tertarik untuk bisa berkunjung ke daerah-daerah wisata kita.

“ Simbol-simbol harus bisa menggambarkan cirikhas budaya kita yang kaya akan pesonanya , symbol-simbol seperti Komodo atau gantungan kunci yang dan gelang tangan, baju dan topi yang bergambar pesona budaya kita, swaya yakin pasti bisa menarik hati para wisatawan. Dan dengan cara ini juga maka cirikhas budaya kita akan tetap terpelihara dengan baik “, ucap si cantik ini engan sikap yakin.

Ditanya soal apa saja yang akan dilakukan kedepan sebagai tugas seorang Putri Pariwisata, si cantik yang lahir 25 tahun yang silam dan suka dengan warna Pink ini mengatakan bahwa, dirinya akan melakukan pendekatan-pendekatan dengan
instansi-instansi terkait seperti, Dinas Pariwisata Kota dan Propinsi, Taman Budaya NTT, Dinas-dinas terkait lainnya, serta Walikota dan Gubernur, sehingga mendukung upaya-upaya dan rencana – rencana memperbaiki dan memperindah fasilitasfasilitas
tempat wisata yang ada di NTT ini, agar bisa mendatangkan ekonomi bagi masyarakat kecil, menyerap tenaga kerja serta mendatangkan devisa bagi daerah NTT.

Ditanya soal awal membangun bakatnya, buah hati dari pasangan Kristian Saketu Baitanu dan Melly Djami ini mengisahkan, sejak kecil dan remaja dirinya sudah aktif di organisasi-organisasi seni baik dalam masyarakat maupun disekolahnya. Kemudian pada tahun 2010 dirinya mengikuti pemilihan Putri NTT, namun hanya berhasil menjadi juara Faforit saja, namun dia tidak patah semangat.

Putri Wisata yang suka makan Jagung Bakar dan Jagung Bose ini menambahkan lagi bahwa, sejak pemilihan putrid NTT 2010 itu, dia bergabung dalam organisasi bernama ASWINDO, yaitu, Assosiasi Duta Wisata Indonesia yang berkedudukan di Kota Kupang. Di Organisasi inilah, dia menjadi pengurus dibidang Lingkungan, dia pun bergabung dengan temanteman lainnya dalam berbagai kegiatan-kegiatan kematangn diri serta melakukan aksi kerja bakti kebersihan lingkungan yang berada diberbagai tempat dalam kota Kupang.

Ditambahkan nya, Anggota dalam Organissi ini berasal dari para mantan artis Putri NTT, Putri Wisata NTT, Nyong dan Nona Kupang. Kemudian pada tahun 2012 si cantik ini mengikuti Lomba Pemilikan Putri Wisata NTT, dan dia amat bersyukur karena dirinya terpilih menjadi Juara Putri Wisata NTT 2013, sedang yang menjadi juara Putri NTT 2012 adalah Diva Silvana Baten. Keduanya samasama berasal dari organisasi Aswindo.

“ Saya berterimakasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung saya hingga saya berhasil Terpilih menjadi Putri Wisata NTT 2012. Kepada seluruh kaum remaja Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur, Nola mengajak agar bisa mengasah bakat secara maksimal untuk mengisi pembangunan kita di Nusa Tenggara Timur, dengan
bakat dan karya yang ada pada diri kita. Menurut Nola, mengisi pembangunan dengan
bakat yang ada merupakan perbuatan yang terpuji karena telah berbuat sesuatu bagi Bangsa dan Negara.

“ Tidak semua orang bisa melakukan nya, tapi kalau kita optimis, maka kita pun akan bisa menyumbangkan bhakti bagi Bangsa tercinta kita “, paparnya.

Nola melanjutkan lagi, dengan Motto yang dia miliki yaitu : Tetap Rendah hati, menjadi Inspirasi bagi orang lain dan menjadi saluran berkat bagi sesama, dia akan terus berjuang dan berbakhti buat Nusa Tenggara Timur tercinta dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya, ungkap si cantik berkulit putih ini menutupi perbincangan nya dengan Exodus Pos. ( ExPos 005).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: