SEMUEL LAUFA : “LEGO-LEGO “, TERKANDUNG SEMUA NILAI LUHUR HIDUP ORANG ALOR

ntt-expos.com.Alor, 10 Mei 2017.

FOTO BERITA SEMUEL LAUFA“ Angkat kaki kanan lalu banting kekanan, tarik kaki kiri kebelakang lalu banting lagi kaki kanan kedepan, gerakan bahu menunduk, goyangkan pinggul sesuai irama, acungkan pedang keatas dengan tangan kanan, siapkan busur ditangan kiri, pandanglah jauh kedepan dan lihatlah dan berjaga-jaga disekitarmu, lindungilah saudari perempuanmu dengan memegang pundaknya, peluklah pinggang saudara laki-lakimu untuk minta perlindungan darinya, daraskanlah pantun-pantun tanda syukur pada Wou Wari yang bertakta di Matahari nan jauh, daraskan lagi pantun persatuan sejati membangun kebersamaan hidup ini, balaslah syair perdamaian dengan tulus, itulah LEGO-LEGO “. Hal ini diungkapkan oleh Budayawan Kabupaten Alor, Semuel Laufa, ketika ditemui di Rumah Budaya di Desa Waisika – Bukapiting, Alor Timur Laut, pada 06 Mei 2017, yang lalu.

Dihadapan para penelitili Budaya dari Balai Pelestarian Budaya Bali,NTB,NTT,  yang diketuai oleh, Drs. I Made Satyananda, Semuel Laufa, menjelaskan, budaya Lego-Lego masih tetap hidup dan berjalan terus dalam setiap kehidupan Masyarakat Alor. Lego-Lego adalah tradisi turun-temurun warisan nenek moyang leluhur mereka, sehingga sampai kapanpun, tradisi Lego-Lego akan tetap dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat Alor.

Dikatakan lagi oleh Semuel Laufa, dalam berbagai peristiwa penting kehidupan orang Alor, selalu dilakukanya dengan Lego-Lego, jika belum melakukannya, maka peristiwa yang dirasakan akan menjadi hambar terasa.

Dia menjelaskan dengan serius, Lego-Lego, dilakukan saat mengucap syukur atas suatu keberhasilan yang diperoleh, seperti Syukur Panen, Suksesnya Pendidikan, Suksesnya atas suatu pekerjaan. Dilakukan juga saat membangun rumah adat, untuk tujuan perdamaian atas suatu masalah besar. Dan dilakukan untuk berbagai Hal yang akan dan telah sukses diperoleh.

Dijelaskan lagi, Lego-Lego, ada sejak manusia ada di Kepulauan Alor, Lego-Lego adalah warisan asli yang diberikan oleh leluhur orang Alor. Lego-Lego memiliki nilai-nilai luhur dalam hidup dan kehidupan orang Alor dari dulu hingga sekarang.

Semuel Laufa, menjelaskan lagi, menurut ceritera dulu, lego-lego dilakukan berdasarkan suara-suara dari Leluhur mereka, yang muncul bergema tengah malam dari bukit dan gunung, kemudian nada-nada suara itu, ditiru oleh tua-tua adat kemudian dijadikan pantun-pantun dan gerakan kaki,tangan dan gerakan tubuh lainya. Suara-suara Leluhur tersebut disebut Loki.

Katanya, asesoris yang diapakai oleh para penari, memiliki arti-arti yang mendalam. Bulu ayam lambang kejantanan, ikat kepala merah lambang kebewranian membela kebenaran, pedang ditangan kanan melambangkan siap berperang jarak dekat, busur ditangan kiri lambang siap bertempur jarak jauh, penangkis Salawaku dibelakang lambang menahan serangan lawan dari belakang, laki-laki memeluk pundak wanita melambangkan mengasihi wanita dan siap melindunginya, sedangkan wanita memluk pinggang lelaki sebagai lambang meminta perlindungan dari berbagai ancaman musuh.

Sementara tuturan-tuturan lewat pantun yang didaraskan mengandung nilai-nilai, untuk persatuan, ajakanimade styananda perdamaian, syukur, mohon perlindungan dari Sang Maha Kuasa dan ucapan terimakasih kepada orang-orang yang telah berjasa aatas suatu kesuksesan serta permintaan maaf atas suatu perbuatan yang telah menyakiti orang lain. “ Sampai kapanpun Tradisi Lego-Lego selalu melekat dengan kehidupan orang-orang Alor”’ ucap Semuel mengakhiri pembicaraanya.

Selaku, ketua Tim Peneliti dan Perekaman Video Balai Pelestarian Budaya Bali, NTB,NTT, Drs. I Made Satyananda, mengatakan, nilai-nilai budaya luhur yang terkandung dalam Pentas Teater Tutur LEGO-LEGO, harus tetap dijaga kelestarian dan keaslianya, sehingga akan abadi selamanya.

Sebagai orang  yang mencintai budaya, I Made, mengatakan, sudah saatnya, tradisi-tradisi yang bernilai luhur milik orang Alor, diangkat dan dilestarikan. Kerjasama dan saling bersinergi antara tokoh adat, budayawan, tokoh masyarakat, dinas terkait dan pemerintah yang ada di Kabupaten Alor menjadi amat penting . Karena hanya dengan kerjasama yang baik, maka upaya pelestarian budaya akan bisa dilakukan secara terarah.

“ Kami hormat akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Lego-Lego. Pesan kami, Masyarakat Alor harus tetap menjaga Lego-Lego, agar tetap Asli dan Lestari “, ucap I Made Satyananda, mengakhiri pembicaraanya. ( NTTEXPOS.001).

 

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: