SIRAMAN ROHANI : “ ABRAHAM DAN MEZBAH ”(Kej. 12:7-8; 13:4,18; 22:9)

Oleh: Ev. Andre Saleh, S.Th

Mezbah adalah sebuah tempat persembahan korban. Mezbah juga bisa diartikan sebagai sebuah peringatan, artinya untuk mengingatkan kembali pada suatu pengalaman pertemuan dengan Allah yang luar biasa. Mezbah menandai tempat-tempat pengembaraan para nenek moyang bangsa Israel (Kej 26:25; 33:20). Allah mengadakan hubungan dengan umat-Nya. Oleh sebab itu orang berusaha mengadakan sebuah mezbah tunggal yang dijadikan sumber kekuatan dan gambaran persatuan bangsa Israel. Mezbah dalam bahasa Ibrani adalah “mezbeakh” artinya adalah tempat korban persembahan. Dalam Perjanjian Lama, hewan disembelih dan di atasnya persembahan gandum, anggur dan kemenyan di bakar serta dipersembahkan di alam terbuka. Mezbah terbuat dari batu (Hak 6:19-23) atau dari tanah (Kel 20:24).

Abraham adalah salah satu patriakh atau bapak leluhur bangsa Israel yang di dalam perjalanan kehidupannya ia selalu mendirikan mezbah dengan Tuhan. Sebelum Abraham dipanggil oleh Allah untuk keluar dari Ur-Kasdim, bangsa Mesopotamia telah hidup di dalam cara mempersembahkan korban kepada dewa mereka. Seorang bernama J Marquet-Krause menemukan satu kuil kecil dari zaman perunggu purba. Dalam kuil itu terdapat satu mezbah yang terbuat dari batu lumpur yang satu lagi dari batu -batu yang ditempeli kapur. Banyak panggung dari tanah liat sudah ditemukan di daerah Megido, Bet-Sean, Lakhis dari zaman perunggu dan besi. Jadi mezbah sudah digunakan dikalangan orang kafir yakni di Eridu, Ur, Kayafah, dan Asyur di Mesopotamia. Dengan penjelasan di atas, maka selama Abraham hidup di Ur-Kasdim daerah Mesopotamia ia tinggal di tengah-tengah bangsa yang telah mendirikan mezbah untuk menyembah dewa mereka.

Setelah Abraham meresponi panggilan Allah untuk keluar dan pergi dari Ur-Kasdim menuju tempat yang akan diberikan kepadanya dan keturunannya, Sikhem adalah tempat perhentian pertama yang Abraham duduki, dan di Sikhem juga Abraham pertama kalinya mendirikan mezbah bagi Tuhan. Sebelum pasal 12, Alkitab tidak mencatat dengan jelas bahwa Abraham mendirikan mezbah, namun setelah sampai di Sikhem ia mendirikan mezbah dengan Tuhan. Betapa pentingnya bagi Abraham mendirikan mezbah dengan Tuhan. Mezbah melambangkan simbol atau tanda bahwa Abraham mengingat akan perbuatan TUHAN yang besar yang telah memanggil dia dari tengah-tengah keluarga, rumahnya, dan bangsanya untuk pergi menuju tanah perjanjian yang Allah telah sediakan. Mezbah juga bagi Abraham menandakan bahwa Abraham sangat membutuhkan TUHAN untuk menyertai perjalanan kehidupannya, Abraham membutuhkan kekuatan TUHAN untuk menghadapi orang-orang kafir, Mezbah juga menandakan Abraham sangat mengandalkan TUHAN. Di dalam kisah Perjanjian Lama, ada Nuh dan mezbahnya, Ishak dan mezbahnya, Yakub dan mezbahnya, Yosua dan mezbahnya, Daud dan mezbahnya, Elia denga Mezbahnya, Gideon dan mezbahnya, dan masih banyak lagi para patriakh dengan mezbahnya, namun Abrahamlah yang paling banyak dicatat (selama lima kali) dimanapun ia berada ia selalu mendirikan mezbah dengan Tuhan, dan Alkitab mencatat kemanapun Abraham pergi ia selalu berhasil dan di berkati oleh Allah. Dan tanah Perjanjian yang dijanjikan oleh Allah benar-benar digenapi bagi Abraham dan keturunannya Israel.
PERENUNGAN

Di dalam perjalanan kehidupan kita orang percaya, tidak dapat dipungkiri bahwa begitu banyak tantangan hidup dan pergumulan hidup yang berat yang setiap kita pasti hadapi. Membangun mezbah dengan Tuhan adalah sebuah tindakan iman percaya kita untuk menghadirkan Allah di dalam Gereja, keluarga kita, sekolah dan kampus, dunia kerja kita, kota kita, dan bangsa kita. Membangun mezbah adalah dengan cara berdoa, membagikan berkat Firman Allah, memuji dan menyembah Allah bersama-sama sekeluarga, dengan rekan kerja, Gereja bersatu dengan pemerintah kota dan bangsa untuk mengingatkan Tuhan akan tempat di mana Allah telah memberikan kota dan bangsa di mana kita berada dan tanda kita mempersembahkan hidup kita di hadapan-Nya.

Percayalah, Allah sangat disenangkan dan dihargai dengan kerinduan dan sikap hati yang selalu mengingat Tuhan. Dengan membangun mezbah maka kita mempersembahkan kehidupan kita seutuhnya hanya kepada Tuhan. Kita memerlukan Tuhan dan menaruh pengharapan kita kepada Allah karena kita percaya kepada Allah, tangan kasih-Nya (lambang kekuatan-Nya) akan menyertai dan memberkati kehidupan kita. Abraham adalah salah satu bukti di mana Allah menujukkan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar dan Ajaib. Jika hari-hari ini saudara sudah kehilangan mezbah dengan Tuhan, mari bangun kembali. Allah sedang menanti mezbah yang saudara dan saya bangun kembali. Gereja, keluarga, dunia kerja, sekolah dan kampus, kota, dan bangsa adalah tempat di mana kita bisa membangun mezbah dengan Allah. AMIN. TUHAN YESUS MEMBERKATI !




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: