Siraman Rohani :” ALLAH ADALAH SEGALA-SEGALANYA “( Ibrani 11:8-9;17-19 )

Oleh: Ev. Andre Saleh. S.Th

Setelah peristiwa pemusnahan manusia Oleh Allah lewat bencana Air bah, maka keturunan manusia yang baru dilahirkan oleh garis keturunan Nuh yaitu Ham, Sem dan Yafet. Sem melahirkan keturunan demi keturunan dan salah satu keturunannya adalah Abraham.

Di dalam Kejadian 11:27-32, Abraham dan nenek moyangnya berdiam di Ur-Kasdim. Kota Ur terletak di mesopotamia hilir, kota penting sekitar tahun 2000 SM. Sebutan Kasdim kemudian ditambahkan yaitu di zaman kerajaan Babel yang baru menjadi jaya. Ur adalah kota termashur di mesopotamia selatan, Abram sebelum berubah menjadi Abraham, hidup dan tinggal di tengah-tengah keturunan penyembahan berhala (politeisme). Allah mempunyai rencana yang khusus kepadanya, secara khusus ia dipilih (dikuduskan) untuk menjadi orang pilihan Allah yang akan menurunkan bangsa-bangsa yang menyembah hanya satu Allah saja yaitu Allah Israel.

Di Ur Kasdim Abraham menghabiskan masa mudanya. Tahun 1922-1934 dilakukan penggalian arkeologis di Ur oleh C. Leonard Wooley, dan ditemukan bahwa kehidupan modern pada zaman itu telah ada. Yaitu:

1. Rumah berukuran 12 kali 15,6 meter. Pada lantai bawah terdapat ruangan untuk para
pelayan-pelayan, dapur, ruangan tamu, kamar mandi, dan tempat cuci yg dicadangkan untuk
para tamu. Rata-rata rumah orang kelas menengah terdiri dari 10 sampai 20 kamar. Lantai
pertama untuk pelayan dan tamu, lantai kedua untuk keluarga.

2. Pendidikan telah diadakan secara luas yaitu meliputi: telah belajar menulis tulisan kuneiform,
belajar membaca, menulis dan berhitung yaitu matematika.

3. Luasnya jangkauan perdagangan. Banyak kapal-kapal perdagangan yang memuat emas,
gading, biji tembaga, kayu keras untuk membuat lemari, dan piroksen, batu pualam untuk
membuat patung. Beberapa bahan impor berasal dari daerah yang jauh. Banyak juga tagihan
surat kredit, pegadaian dan pajak pun telah dilakukan.

Dengan data-data diatas, dapat disimpulkan bahwa Abraham adalah salah satu tokoh golongan atas yang mempunyai harta kekayaan yang berlimpah (Kej 13:1-2). Terah membawa keturunannya keluar dari ur dan pergi ke haran mesopotamia utara 180 km di barat laut ur, di haran terah meninggal dunia. Di Haran ternyata Allah memanggil Abraham dalam panggilan yang khusus untuk pergi ke tanah Kanaan pada waktu ia berusia 75 tahun.

Kehidupan Abraham yang makmur, nyaman dan serba berlimpah sungguh dialami oleh Abraham dan keluarganya. Namun keadaan tersebut kemudian berubah menjadi pilihan bagi dia untuk meresponi panggilan Allah yang khusus kepadanya supaya ia harus pergi meninggalkan negerinya dan sanak saudaranya dan dari rumah bapanya kepada negeri yang akan Allah tunjukkan kepadanya (Kej 12:1-2). Allah mengintervensi kehidupan Abraham dengan satu tujuan kekal yakni Abraham akan diberkati melebihi kehidupan lamanya di mesopotamia dan akan menjadi berkat sampai kepada bangsa-bangsa.

Janji berkat Allah meliputi 5 hal yaitu “menjadi bangsa yang besar, diberkati, membuat namanya masyhur, menjadi berkat, memberkati orang yang memberkati Abraham dan mengutuk orang yang mengutuk Abraham, olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapatkan berkat (Kej 12:2-3).

Sungguh luar biasa janji Tuhan bagi kehidupan Abraham, namun untuk mewujudkan semua janji Allah bagi hidupnya, Abraham “harus taat dan mengambil tindakan iman” untuk melangkah dari kehidupan nyamannya dan pergi ke tanah perjanjian yang di janjikan Allah walaupun Abraham tidak tahu di mana tempat tersebut.

Alkitab mencatat perjalanan yang dilewati oleh Abraham bukanlah keadaan yang lancar tanpa proses dari Allah. Abraham harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (pohon tarbantin dekat More, pegunungan timur sebelah Betel, ke tanah Negeb, ke Mesir dan akhirnya Kanaan: Kis 7:5 “dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanah pun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak), namun kemanapun dia pergi dia “selalu mengingat Allah” dengan tanda mendirikan mezbah bagi Allah di tempat dimana dia sementara menetap.

Setelah 75 tahun Abraham menanti salah satu janji Allah dalam hidupnya yaitu keturunannya seorang anak laki-laki (Ishak), dan Allah memberikan Ishak bagi dia dan Sarah, Allah menguji sekali lagi ketaatan dan iman percaya Abraham (Kej 22:1-19) yakni Abraham harus mempersembahkan anak tunggal kesayangannya untuk di persembahkan kepada Allah sebagai korban bakaran, sekali lagi “ketaatan dan iman percaya” Abrahamlah yang membuat Dia mau melakukannya.

Mengapa Abraham mau melakukannya? Karena bagi Abraham “ALLAH ADALAH SEGALA-GALANYA”. Abraham begitu mengasihi Allah dan menghormati Allah, sehingga dari panggilan Allah yang pertama untuk pergi dari negri dan keluarganya juga rumah bapanya dia taat melakukannya. Kemanapun dia pergi, dia selalu mengingat Allah sehingga mendirikan mezbah bagi Allah.

Bahkan setelah menetap di tanah Kanaan dan Allah telah memberikan Ishak, Allah menguji ketaatan dan iman percayanya untuk mempersembahkannya kepada Allah. masa lalu keadaan Abraham yang makmur, tanah kanaan yang ditempatinya dan Ishak yang sangat dikasihinya bukanlah segala-galanya bagi Abraham, namun bagi Abraham ALLAH ADALAH SEGALA-GALANYA.

PERENUNGAN :
Jika saat ini kehidupan kita sedang dipanggil oleh Allah untuk melakukan suatu pekerjaan dan pelayanan bagi Allah dengan berbagai macam cara, ingatlah Allah memilih kita dan memanggil kita untuk menjadi umat-Nya yang dikasihinya dan untuk diberkati-Nya dan akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Ada harga yang harus kita bayar untuk mewujudkan Janji Allah dalam kehidupan kita. Biarlah kita dan keluarga kita mengasihi Allah melebihi segala-galanya, biarlah di dalam hati, pikiran, dan seluruh aspek kehidupan kita ALLAH ADALAH SEGALA-GALANYA. Jika Allah bukanlah segala-galanya maka Abraham tidak akan meninggalkan masa lalunya, namun sikap hatinya yang menganggap Allah adalah segala-galanya, sehingga dia begitu dikasihi dan diberkati oleh Allah.

Kita pun yang percaya kepada Allah, kita juga adalah ahli waris dari janji-janji Allah, yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakub (Roma 8:16). Gelarnya adalah “Bapak orang beriman”. Bahkan Abraham mempunyai arti yang sangat penting dalam agama samawi: Yahudi, Kristen dan Islam. Islam menganggap Abraham sebagai bapaknya orang-orang mu’min, karena yang menetapkan demikian. Abraham menunjukannya lewat penyerahan diri total kepada Allah dan relah mempersembahkan anak tunggalnya Ishak.

Di dalam Yahudi, Abraham adalah patriakh atau leluhur mereka. Di dalam kitab suci Ibrani Allah sering menyebut diriNya sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

Di dalam agama Kristen, Abraham disebut sebagai bapak orang percaya karena teladan iman luar biasa yang ditunjukkannya. Mari kita mengasihi Allah melebihi segalanya. AMIN

-Panggilan Allah melebihi harta, emas dan perak.
-Janji Allah menguatkan jalan-jalan kehidupan.
-Ujian iman memberikan kemenangan sejati.
-Waktu Tuhan adalah jawaban yang Indah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: