SIRAMAN ROHANI : INDAHNYA BERKAT TUHAN (Mazmur 128:1-6)

Oleh: Ev. Andre Saleh, S.Th

Kata “berkat” merupakan kalimat yang sangat disukai dan ingin dinikmati oleh semua orang. Kata berkat dalam bahasa Ibrani adalah “berakah” yang memiliki beberapa pengertian: prosperity (kelimpahan), suatu kuasa untuk menghidupkan, liberal (banyak berlimpah, bebas). dalam bahasa inggris adalah “blessing”. Dalam Alkitab, kata berkat dicatat sebanyak 415 kali. Kata inilah yang dicatat dalam kitab Ulangan 28. Jika Allah berjanji untuk memberkati maka Allah akan membuat makmur, berkuasa untuk menghidupkan, memberi kelimpahan dan membebaskan dan itu pasti tergenapi.

Mazmur 128:1-6 merupakan salah satu nyanyian ziarah yang dilakukan pada waktu orang mendaki ke Yerusalem dan berbagai tempat untuk berziarah dan beribadah pada tiga hari Raya Agung sesuai aturan taurat (Ulangan 16:16) atau nyanyian para imam ketika mereka menapaki 15 tangga naik untuk melayani di Bait Allah. Judul dari pasal ini adalah “Berkat atas rumah tangga”. Keluarga merupakan lembaga pertama yang Allah hadirkan di muka bumi untuk menjadi tempat dimana segala hal yang baik dan benar dimulai dari dalam keluarga. Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh semua orang percaya dan khususnya di dalam sebuah anggota keluarga orang percaya adalah “Takut akan TUHAN”.

Jika di dalam keluarga tidak ada sikap takut akan Tuhan, maka keluarga tersebut akan menjadi ladang untuk iblis menabur benih yang jahat dan tiba waktunya keluarga tersebut menjadi porak-poranda oleh Iblis. Bangsa Israel merupakan bangsa pilihan Allah yang secara khusus diperintah dan diperingatkan oleh Allah untuk “mendengar dan berpegang” akan apa yang telah Allah sampaikan kepada mereka dan salah satu janji-Nya adalah janji untuk “memberkati” bagi mereka yang mendengar dan berpegang atas firman Allah.

Di dalam ayat 1, firman Allah berbunyi: Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukan-Nya. Ternyata cara pandang Allah berbeda dengan cara pandang manusia. Sering terdengar manusia berkata berbahagialah jika kamu memiliki harta, uang, koneksi, warisan, dan sebagainya. Namun yang Alkitab katakan adalah jika orang tersebut memiliki sikap hati yang “Takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Saleh) dialah orang yang paling berbahagia di muka bumi ini. Perlu diketahui bahwa janji firman ini dijanjikan secara khusus kepada seorang laki-laki (ay 4). Mengapa laki-laki yang menjadi pusat penerima berkat dan sumber untuk mengalirkan berkat? Secara umum budaya patriakh di defenisikan sebagai suatu sistim yang bercirikan laki-laki. Pada sistim ini laki-laki yang memiliki kekuasaan untuk menentukan, kondisi ini dianggap wajar karena dikaitkan dengan pembagian kerja berdasarkan seks. Budaya patriakh ini mempengaruhi kondisi hubungan perempuan dan laki-laki yang pada umumnya memperlihatkan hubungan subordinasi atau keseluruhan didominasi oleh laki-laki. Lihat 1 Kor 11:3; 1 Tim 2:12-13.

Inilah alasan seorang laki-laki atau seorang suami menjadi prioritas Allah untuk menyalurkan berkat-Nya kepada keluarganya. Bagian ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Sangatlah berbeda antara orang ketakutan akan Tuhan dengan orang yang takut akan Tuhan. Didalam (Keluaran 20:20-21), orang Israel pernah takut terhadap Allah karena mereka memandang bahwa Allah adalah pribadi yang pemarah. Namun kata takut akan Tuhan di pakai dengan kata “yirah” yaitu takut karena hormat, kagum, terpesona. Dengan demikian sikap ketakutan terhadap Tuhan sangatlah berbeda dengan sikap hati yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan. Berkat apa saja yang akan diterima dan disalurkan oleh seorang laki-laki atau suami yang takut akan Tuhan:

1. Pekerjaannya akan diberkati (ay 2). Salah satu tanggung jawab seorang suami adalah bekerja. Dengan bekerja maka ia dapat memberi nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. Ini merupakan bentuk tanggung jawab yang dilakukan oleh seorang suami. Apapun usaha atau pekerjaan yang dilakukannya, Allah berjanji bahwa akan diberkati dan bisa menikmatinya.

2. Isterimu akan menjadi seperti pohon Anggur (ay 3a). Pohon Anggur dalam Alkitab berhubungan dengan kesejahteraan. Isteri akan menjadi penolong bagi suami dan menyukakan hati Tuhan juga suami.

3. Anak-anakmu seperti tunas pohon Zaitun sekeliling mejamu (ay 3b). Pohon Zaitun adalah salah satu pohon yang paling berharga buat orang Israel. Seorang ayah yang takut akan Tuhan akan memiliki anak-anak yang berbobot, bernilai, dan berbobot. Pahon Zaitun juga memiliki daya tahan yang kuat pada akarnya, bisa hidup di musim kering dan jika ditebang akan muncul lagi tunas yang baru.

4. Menikmati kebahagiaan seumur hidupnya (ay 5)

5. Diberikan umur panjang untuk melihat keturunan yang diberkati Tuhan (ay 6)

PERENUNGAN

Betapa indahnya berkat Tuhan bagi keluarga yang hidupnya takut akan Tuhan (menghormati Tuhan). Ada banyak orang Kristen yang merasa bahwa dengan rajin ke Gereja, terlibat aktif dalam kegiatan Gereja, rajin melayani di Gereja, itu menunjukan bahwa dia adalah orang yang takut akan Tuhan. Padahal ciri orang yang hidup takut akan Tuhan adalah orang respect atau hormat sama Tuhan dengan cara menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dengan cara bekerja dan bekerja dengan jujur, menjadi imam dan nabi yang taat buat keluarganya, membimbing anggota keluarganya untuk mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh, bahkan mengasihi jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Yesus Kristus.
Sesungguhnya sikap hati yang “Takut akan Tuhan” merupakan modal utama bagi seorang laki-laki untuk diberkati, bahkan seorang wanita mudapun jika ingin memilih pasangan hidupnya, pilihlah seorang laki-laki yang takut akan Tuhan karena hal inilah yang menjadi modal untuk kehidupan rumah tangga yang diberkati. Kepintaran, ketampanan, ketrampilan, karir itu penting, namun yang paling utama dan penting adalah sikap hati yang “TAKUT AKAN TUHAN”. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Mazmur 112:1-3: Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi. Angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

Mazmur 115:12-13 “TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar”.

Mazmur 25:12-14 “Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka”.

Amsal 8:13 “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut tipu muslihat.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: