Siraman Rohani : “MENGIKUT YESUS ITULAH KESUKAAN HATIKU”. ( Matius 4:18-22.)

Oleh: Ev. Andre Saleh. S.Th
Peristiwa kejatuhan adam dan hawa dalam dosa di taman eden menyebabkan hubungan antara Allah dengan manusia rusak dan terpisah sehingga di dalam perjalanan kehidupan manusia yang memiliki nature untuk berbuat dosa, Allah berfirman dan memilih khususnya di dalam kehidupan umat Israel para nabi dan imam untuk menyampaikan kabar baik kepada umat Israel bahkan kepada bangsa kafir atau asing untuk bertobat dan berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat.

Allah memilih orang-orang yang dipandang oleh manusia tidak masuk kualifikasi menjadi alat-Nya, namun Allah memandang mereka layak untuk dipakai-Nya menjadi penyambung lidah Allah dan sungguh Alkitab perjanjian lama mencatat begitu banyak orang-orang pilihan-Nya yang meresponi panggilan-Nya dan Alkitab mencatat rencana Allah digenapi lewat kehidupan dan pelayanan mereka (Ibr 1:1).

Rencana Allah tidak hanya berhenti di zaman Perjanjian Lama, namun yang sungguh menarik dan luar biasa pada zaman Perjanjian Baru Allah mengambil inisiatif mengutus anak tunggal-Nya untuk berinkarnasi menjadi manusia, hidup sebagai manusia dengan tujuan berbicara kepada kita (ibr 1:2) sehingga semua orang yang percaya akan Kabar Baik boleh diselamatkan dan lewat peristiwa penebusan di kayu salib, pengampunan dosa satu kali dan untuk selama-lamanya harus tergenapi dengan sasaran-Nya adalah seluruh umat manusia yang mau percaya kepada-Nya.

Di dalam injil Matius, Markus dan Lukas, Hal mengikut Yesus merupakan topik yang cukup banyak dicatat didalam Injil. Paling tidak Injil Matius mencatat ada 5 bagian yang berkaitan dengan “hal mengikut Yesus”.

1. Matius 4:18-22. Yesus berjumpa dengan Andreas, simon petrus, yakobus   dan saudaranya yohanes.
2. Matius 8: 18-22. Seorang ahli taurat dan salah satu dari murid-Nya.
3. Matius 9: 9-13. Matius pemungut cukai mengikuti Yesus.
4. Matius 10: 34-42. Yesus membawa pemisahan bagaimana mengikut Yesus
5. Matius 16: 21-28. Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan  syarat-syarat mengikut Dia.

Dengan demikian tema ini merupakan tema yang sangat penting untuk direnungkan karena Yesus memilih para murid di dalam situasi yang berbeda, kepribadian yang berbeda, status sosial yang berbeda, juga latar belakang pendidikan yang berbeda dengan orang-orang pada masa itu.

Alkitab menjelaskan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilela, Ia melihat dua kakak beradik yaitu Simon Petrus dan Andreas. Sebelumnya Yesus telah berjumpa dengan mereka dan mengenal mereka (Yoh 1:35-42). Situasi pada saat itu mereka sedang bekerja alias sedang menjala ikan karena mereka adalah seorang nelayan. Untuk menjelaskan lebih jauh tentang syarat-syarat menjadi murid Allah, kita perlu mengetahui bahwa pada zaman Perjanjian Lama dan sampai saat ini, orang israel sangat memegang taurat.

Taurat yang harus di dengar dan dilakukakan bangsa israel dari orang tua sampai kepada keturunan demi keturunan mereka karena taurat adalah pusat kehidupan mereka. Mereka mengenal ada tiga tingkat sistem pendidikan Yahudi

A. Beth safar. usia 6-10 tahun. Pada masa ini, mereka diberi makan madu sebagai lambang kebaikan. Yeh 3:3. Mereka belajar menghafal kitab taurat kejadian sampai ulangan dari usia 6-10 tahun.

B. Beth talmud. Usia 10-14 tahun. Mereka menghafal kitab Kejadian sampai maleakhi. Kitab taurat dan para nabi.Cara belajar mereka adalah tanya jawab. Cara mereka menjawab adalah dengan memberikan pertanyaan barulah jawaban. Yesus masuk didalam proses ini sehingga pada waktu Yesus ditanya oleh para ahli-ahi taurat dan orang farisi dia balik bertanya kepada mereka.

C. Beth midrash. Pendidikan untuk seorang rabi. Dalam tahap ini seorang murid wajib mencari rabi yang dihormati. Tafsiran seorang rabi itu adalah kuk (ajaran). Jadimuridnya wajib hidup di bawa kuk tersebut (Mat 11:29-30). Jika telah menyelesaikan tahap ini, seseorang barulah akan menjadi murid yaitu menjadi talmid atau talmidid. Rabi tersebut akan memberikan ujian dan ada tuntutan, kualifikasi, pertanyaan.

Pada masa itu, golongan masyarakat paling bawah mengalami beban ekonomi yang sangat berat yaitu mereka harus membayar pajak sistem rangkap tiga: pajak kepada penguasa Romawi, upeti bagi raja dan pegawainya, serta persepuluhan bagi Bait Allah. Bahkan banyak dari pegawai kerajaan yang sangat serakah menarik pajak lebih dari jumlah yang telah ditetapkan.

Nelayan pada saat itu termasuk lapisan masyarakat paling bawah yg tidak berpendidikan. Pemungut cukai adalah petugas pajak yang dipilih oleh penjajah romawi dari kalangan bangsa yahudi sendiri. Pemungut cukai adalah kaum yahudi yang telah kaya (bermodal) yang ingin lebih menjadi kaya yakni dgn cara menaikkan biaya pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah romawi.

Untuk mendapat pekerjaan ini tidak jarang mereka menyuap sehingga mendapatkan pekerjaan sebagai pemungut cukai. Namun ada juga murid Yesus yang bernama simon berasal dari golongan zelot (simon orang zelot).

Dengan situasi seperti ini, bangsa Israel akhirnya terpecah menjadi 4 kelompok berdasarkan sikap mereka terhadap pemerintahan Romawi.

1. Kelompok farisi. Terdiri dari ahli-ahli taurat yang taat dan patuh sepenuhnya terhadap taurat, namun bersedia bekerjasama dan menyesuaikan diri dengan pemenerintahan
romawi.

2. Kelompok saduki. Berasal dari keturunan imam zadok ( terdiri dari para imam dan imam besar, bangsawan dan juga tuan tanah. Mereka berpegang kepada taurat namun tidak percaya akan kebangkitan kembali (kehidupan setelah kematian).

3. Kelompok eseni. Terdiri dari para ahli taurat dan imam, mereka memisahkan diri dan hidup bertapa agar tidak terpengaruh dengan kejahatan pemerintahan romawi.

4. Kelompok zelot. Rata-rata kelompok ini adalah kaum rakyat jelata yang menolak penjajahan romawi yang telah menyengsarakan orang israel, juga merusak budaya dan aturan dalam kehidupan bangsa israel.

Dari uraian data-data yang telah dikutip, kini nyatalah bagi kita orang-orang seperti apakah yang Yesus pilih untuk menjadi murid-murid-Nya. Padahal diantara dua belas murid yang mengikut Dia, ada begitu banyak orang-orang yang ingin masuk menjadi salah satu dari dua belas murid yang dicatat namanya di dalam Alkitab.

Namun hanya para nelayan, pemungut cukai, orang zelot yang jelas-jelas bukan orang-orang yang istimewa dan di pandang sebagai kaum marginal dan juga kaum pendosa pada masa itu. Akan tetapi Yesus melihat dengan jelas bahwa mereka memiliki “HATI YANG RELAH DAN TULUS” untuk mau megikut Dia, tidak sama seperti ahli taurat yang ingin mendapat jaminan dan fasilitas untuk mengikut Yesus (Mat 8:18-20). Ternyata HATI YANG RELAH DAN TULUSLAH yang menjadi kualifikasi di mata Yesus untuk Dia pakai menjadi alat kerajaan-Nya.

Yesus merubah budaya pada masa itu yaitu murid yang biasanya mencari guru, kini seoang rabi atau gurulah yang mencari murid. Beban yang biasanya menjadi bagian dari murid kini bukan pada murid lagi melainkan pada yesus sang empunya kehidupan manusia. Itu sebabnya pada waktu mereka menerima panggilan sejati itu (menjadi murid Yesus) mereka segera meninggalkan dan melepaskan segala sesuatu untuk mengikut Dia.

PERENUNGAN

Perjumpaan dengan Yesus sungguh merubah kehidupan mereka.

1. Dahulu mereka adalah orang berdosa namun Yesus megasihi dan memilih mereka untuk menjadi saksiNya.

2. Identitas mereka berubah. Dahulu mereka terkenal sebagai seorang nelayan, pemungut cukai dan orang zelot (kaum pemberontak) namun kini mereka menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kehidupan baru.

3. Segala kesesakan mereka sebagai kaum marginal (nelayan dan zelot) yang dahulu ditindas, kini tidak lagi menjadi alasan untuk mereka tidak berani tampil di depan banyak orang bahkan melayani bersama-sama dengan Yesus. ddemikian juga dengan pemungut cukai yang telah melepaskan pekerjaan lamanya untuk sekarang menjadi penjala manusia “fisher of man”.

4. Menjadi murid Yesus adalah kesukaan hati mereka yang sesungguhnya. Segala kesukaran dan kenikmatan dunia menjadi masa lalu mereka, melayani Yesus dan pekerjaanNya adalah segala-galanya bagi mereka.

5. Pada zaman perjanjian lama Allah berfirman dari surga dan memilih para nabi dan imam untuk menyampaikan firmanNya, demikian juga di dalam masa perjanjian baru Yesus hadir dalam keadaan sebagai manusia dan berjumpa dengan manusia bertatap muka dengan muka dan Yesus memilih mereka untuk menjadi murid-murid- Nya.

6. Kita semua orang yang telah percaya kepada-Nya adalah murid Tuhan Yesus dan tujuan Allah menempatkan kita di dunia adalah menjadi saksi-Nya “fisher of man” penjala manusia. Beban bukan ada pada kita, melainkan ada pada si pemberi mandat. Tugas kita hanyalah menjadi saksi-Nya, janji penyertaan-Nya sempurna bagi kita.

“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”. Matius 9:13

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku”. Matius 10:38

“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”. Matius 11:25

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. 2 Kor 5:17

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 2 Timotius 4:5

AMIN. GOD BLESS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: