SIRAMAN ROHANI : TAK PERNAH TERLAMBAT PERTOLONGAN TUHAN (1 Raja-Raja 17:24 )

Oleh: Ev. Andre Saleh, S.Th

Salah satu kisah nyata yang sangat menarik dan menguatkan iman di dalam Alkitab adalah kisah tentangjanda di Sarfat. Pada masa pemerintahan raja Ahab, raja Israel Utara yang ke-7 selama 22 tahun lamanya sekitar tahun 874-852 sM, Alkitab mencatat Ahab adalah raja yang melakukan apa yang jahat di mata Tuhan melebihi semua orang yang mendahuluinya, sehingga membuat rakyat pun ikut berdosa. Beberapa dosa yang ahab dan rakyat lakukan adalah:

1.Dosa Yerobeam (1 Raja-Raja 12:25-33): Ia membangun 2 mezbah anak lembuh jantan emas sebagai tempat menyembah berhala. Satu berada di kota Dan, yang satu di Bethel. Yerobeam membangun kuil-kuil di atas bukit pengorbanan untuk menyembah jin-jin. Yerobeam mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi. Sehingga para imam dan kaum lewi pergi dari daerah kekuasaan Yerobeam (10 suku) di wilayah kerajaan Israel Utara, mereka membantu Rehabeam memperkuat kerajaan (Kerajaan Yehuda) Israel Selatan.

2.Mengambil Izebel, anak Etbaal raja Sidon untuk menjadi isterinya, sehingga ia pergi menyembah berhala kepada Baal.

3. Membangun mezbah Baal di Samaria.

4. Membuat patung Asyera (dewi yang disembah oleh orang Kanaan, dewi tumbuh-tumbuhan, pasangan dari Baal).

5. Hiel (rakyat) orang Bethel membangun kembali Yerikho dengan mempersembahkan anak sulung dan bungsunya, padahal Yosua telah telah mengatakan terkutuklah orang yang membangun kembali Yerikho. Yosua 6:26.

Pada zaman itu, nabi Elia merupakan nabi yang populer di kerajaan Utara dan dipakai oleh Allah untuk memberitakan kabar baik dan jahat kepada umat Allah sebab dari raja sampai kepada kalangan rakyat biasa telah hidup di dalam dosa penyembahan berhala yang benar-benar jahat dan bobrok. Oleh karena dosa yang begitu jahat, Elia menyampaikan firman Allah bahwa tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini (3,5 tahun) kecuali kalau kukatakan (17:1) . Apa yang Elia sampaikan benar-benar terjadi dan kekeringan terjadi bukan saja di Israel, namun di negri luar Israel pun mengalami kekeringan dan salah satu negri yang mengalami kekeringan adalah daerah Sarfat yang termasuk wilayah Sidon (17:9).

Allah kemudian memerintahkan Elia untuk pergi berdiam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan, dan pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan Elia juga minum dari sungai itu. Namun beberapa waktu kemudian sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di Israel. Ternyata apa yang Elia alami juga sama seperti umat Israel alami yakni kekeringan dan kelaparan. Firman Allah telah digenapi sehingga peristiwa kekeringan dan kelaparan 3,5 tahun harus dialami oleh Elia juga sebagai nabi Allah yang telah berdoa dan menyampaikan firman Allah kepada Ahab sebagai pemimpin bangsa Israel saat itu. Dan akhirnya, daerah sarfatlah yang menjadi pilihan Allah untuk Elia harus pergi ke daerah itu, sebab Allah telah mempersiapkan atau memerintahkan seorang janda untuk memberi Elia makan.

Pertanyaan sederhana yang patut kita pikirkan adalah :

Mengapa wilayah Sidon yang dicatat secara khusus di dalam kisah nyata ini, dan juga mengapa janda di sarfat ini yang dipersiapkan oleh Allah untuk memberi minum dan makan kepada Elia padahal wilayah Sidon dan khususnya daerah Sarfatpun mengalami kekeringan dan kelaparan bahkan janda di Sarfat dan anaknya itu sudah menunggu waktunya untuk mereka menikmati makanan terakhir dan setelah itu mereka mati.

Kemudian juga mengapa Allah memilih dan memperhatikan dia untuk mengalami mujizat pertolongan Tuhan? Padahal di Sarfat ada banyak orang yang sedang menanti waktunya untuk mati, dan juga di Israel pada saat itu semua daerah dan semua orang mengalami kekeringan dan kelaparan yang luar biasa namun Allah tidak membiarkan Elia menetap di Israel untuk memberikan pertolongan kepada umat-umat pilihan-Nya?

Jawabannya adalah:

Pertama, Allah ingin menunjukkan kepada Ahab dan umat Israel bahwa akibat dari dosa mereka yang begitu jahat dan bobrok maka Allah harus memberikan kekeringan dan kelaparan kepada mereka sebagai kutuk yang mereka harus terima.

Kedua, Allah ingin menunjukkan bahwa yang sanggup memberikan berkat (hujan dan kelimpahan) adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub dan bukanlah Baal dan Asyera (dewi tumbuh-tumbuhan).

Ketiga, Allah ingin menunjukkan kepada Ahab dan Izebel isterinya bahwa akibat dari dosa mereka, bangsa kafir (diluar Israel) harus menerima hukuman juga dan itulah negri Sidon tempat asal Izebel.

Keempat, Allah ingin menunjukkan bahwa kasih-Nya begitu luas dapat menjangkau bangsa asing dan khususnya kepada janda di Sarfat yang bukan umat pilihan Tuhan, sehingga orang Israel mendengar dan melihat bahwa lewat mujizat kepada janda di Sarfat ini, orang Israel boleh takut akan Allah atau menghormati Allah seperti janda di sarfat yang memiliki iman dan sikap hati menghormati nabi Allah (utusan Allah) yakni Elia.

Kelima, Allah ingin menunjukkan lagi kepada janda di sarfat bahwa TAK PERNAH TERLAMBAT PERTOLONGAN TUHAN. Makanan terakhir yang mereka harus buat kemudian dia dan anaknya akan mati (17:12) yakni segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli itu kemudian mengalami mujizat pelipatgandaan, sehingga tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang (17:16) bahkan anak satu-satunya yang kemudian meninggal akhirnya juga mengalami mujizat yakni hidup kembali (17:20:24).

PERENUNGAN :

Pertama, Ada begitu banyak pemimpin Kristen: pemerintahan, perusahaan, keluarga dan sebagainya yang dipilih oleh Allah untuk menghadirkan kebenaran Allah lewat kedudukan dan mandat yang Allah berikan kepada mereka untuk mereka lakukan agar lewat kepemimpinan mereka, negri, penduduknya, usahanya, keluarganya mengalami berkat Allah. Namun yang terjadi adalah mereka hidup di dalam dosa sehingga kutuklah yang harus dialami sampai kepada negri, penduduknya, usahanya, kelaurganya akibat pemimpin yang tidak takut akan Allah.

Kedua, kasih Allah yang begitu besar, sanggup memperhatikan orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya sehingga lewat mujizat orang-orang yang sekalipun BERDOSA DAN KAFIR merekapun bisa mengalami perbuatan Allah yang besar dalam hidup dan keluarganya sehingga mereka dapat percaya kepada Allah, karena mereka menghormati Allah dan mau taat percaya kepada berita kebenaran dari Allah.

Ketiga, PERTOLONGAN TUHAN SELALU TEPAT WAKTU, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu terlambat bagi hidup kita, Dia selalu punya cara dan waktu yang tepat untuk menolong kita yang percaya dan menghormati-Nya sama seperti janda di Sarfat yang sekalipun orang kafir.

Keempat, belajarlah taat kepada perintah Tuhan dan menghormati seorang “hamba Tuhan” sebab hamba Tuhan adalah utusan Allah yang menyampaikan isi hati Allah dan menjadi saluran berkat bagi umat-Nya.
Matius 10:42 “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya”.

Kelima, hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan mungkin mengalami musim atau keadaan krisis yang terjadi dalam hidup kita, namun Allah memiliki banyak cara untuk MEMBERI PERTOLONGAN KEPADA ANAK-ANAK-NYA sama seperti Elia mengalami pertolongan Tuhan lewat janda miskin yang di Sarfat.

TUHAN YESUS MEMBERKATI. AMIN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: