TAMAN BUDAYA NTT : KEMBANGKAN SENI TRADISI NTT SESUAI KEBUTUHAN

NTT EXPOS.COM.Kupang 20 September 2015

“ Seni itu berkembang sesuai zaman. Seni itu tidak bisa lebih indah dinikmati jika mengalami perkembangan sesuai kebutuhan zaman dan kebutuhan penyajiannya. Kalau Seni yang dipentaskan untuk umum, tentu harus dilakukan pengembangan-pengembangan agar indah dan harmoni untuk dinimmati, asdalkan tidak merusak keasliannya ”. Begitulah pernyataan Kepala Taman Budaya NTT,Eldisius Angi,S.Pd, ketika diwawancarai media ini, di kantornya, beberapa waktu lalu.

Katanya, ada kritikan bahwa pihaknya banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran dalam menjaga kelestarian Seni Tari Tradisional NTT, dimana, tarian-tarian yang dipentaskan oleh Taman Budaya NTT, banyak yang sudah mengalami perobahan-perobahan sehingga merusak keaslian tarian daerah tertentu. Menurutnya, kritikan-kritikan itu merupakan masukan yang patut diterima agar dalam menjalankan upaya pengkajian dan pengembangan Seni Tari Tradisional NTT, oleh pihak Taman Budaya NTT, lebih hati-hati dan pengkajian yang dilakukan harus lebih mendalam dan detail.

Terhadap berbagai kritikan tersebut, Eldisus pun dengan sikap serius mengatakan, memang benar ada Seni Tari Tradisional yang mengalami sedikit pengembangan, baik dari segi gerakan maupun musik pengiringnya, namun hal itu dilakukan hanya untuk kebutuhan pementasan atau pergelaran. Sebagai contoh, ada musik yang kalau dipakai aalat-alat aslinya, maka tidak terekam dan terdengar baik oleh publik yang menonton. Ada juga gerakan yang kalau dipakai aslinya, maka tidak indak ditonton umum. Ada juga Busana, kalau dipakai aslinya, akan melanggara aturan-aturan adat istiadat daerah tertentu. Contoh, ada pakaian adat yang hanya dipakai pada acara-acara khusus kepentingan adat, dan tidak boleh dipakai sembarangan. Ada juga gerakan tertentu, yang kalau dipakai akan melanggara aturan-aturan yanbg berlaku secara adat. Dan yang paling bebrbahaya adalah, ada tarian yang dulunya tidak memakai busana pada bagian-bagian khusus dari tubuh, dan jika dipentaskan untuk banyak orang, maka bisa melanggar nilai etika.

Dari beberapa alasan tersebut, Eldisisus, meluruskan bahwa Taman Budaya telah melakukan pengkajian seni-seni Tari Tradisional yang benar-benar asli dan direkam menjadi dokumentasi untuk kepentingan kelestariannya. Dan untuk pementasan seni tari untuk tontonan umum, maka Taman Budaya menyeleksi, mana seni tari yang bisa dikembangkan untuk dipentaskan dengan tidak merusak keasliannya. Tujuan, utama adalah, dengan dipentaskannya Seni Tari tertentu, maka orang akan mengetahui bahwa seni Tari tersebut masih ada dan tentu akan tetap lestari sepanjang waktu.

Kepada Masyarakat NTT, Eldi, berpesan, agar tetap yakin bahwa seni tari asli yang ada di NTT, tentu akan digali dan dikaji kemudian akan direkam dan didokumentasikan oleh UPTD Taman Budaya Nusa Tenggara Timur. (NTT EXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: