TARI GAWI DI INVENTARISASI BPNB BALI

ntt-expos.com. Ende 20 Maret 2018.

Tim Inventarisasi  Warisan Budaya Tak Benda ( WBTB), Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali ( BPNB ), yang terdiri dari 6 orang yaitu , I Putu Putra Kusuma Yudha, I Wayan Rupa, I Made Setyananda, I Gusti Ayu Armini, Hartono, dan Ida Bagus Sugianto, melakukan Inventarisasi  di Kabupaten Ende Lio, terkait Tarian Gawi yang adalah kebanggaan masyarakat Lio. Kegiatan ini dilakukan sejak  tanggal 19  sampai Tgl 26 Maret 2018.

Kepada Media ini, I Putu Putra Kusuma Yudha, yang adalah ketua tim , mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah salah satu kegiatan routin yang dilaksanakan oleh BPNB Bali yang di Kepalai oleh I Made Dharma Suteja SS.MSi. Kata Yudha, tari Gawi merupakan peninggalan leluhur masyarakat Ende Lio, memiliki nilai-nilai  persatuan dalam kebersamaan hidup masyarakat di berbagi aspek. Oleh karena itu, Tradisi Gawi patutlah di lestarikan  menjadi kebanggaan dan kekayaan bangsa Indonesia.

“ Sebagai UPT dari Direktorat Jenderal Kebuydayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan   pihak kami , melakukan Inventarisir  sebagai upaya pengajuan penetapan  Tari Gawi sebagai warisan budaya Indonesia, yang mana nantinya Tari Gawi bukan saja menjadi kebanggaan masyarakat Ende Lio tetapi akanb menjadi kebanggaan bangsa “ ungkap Yudha dengan wajah  serius.

Yudha menjelaskan lagi, Inventarisasi tersebut dilakukan dengan cara pengambilan data-data dari tokoh-tokoh adat Lio kabupaten Ende tentang arti dan makna gerakan Tari Gawi dan arti khusus dari bentuk dan urutan penyajian gerakan, arti  syair-syair yang diucapkan serta perekaman video film sebagai dokumen.

Sementara, salah satu Tokoh Adat Lio, Sebastianus Naru, S.Sos, yang diwawancari, sehabis memimpin peragaan Tari Gawi asli di halaman depan Museum Tenun kota Ende, yang melibatkan 60 orang penari, mengatakan, walau zaman modern terus menerpa, orang-orang Lio tetap mempertahankan Tari peninggalan leluhur mereka itu. Katanya, dalam berbagai moment, orang-orang Lio selalu melakukan Tari Gawi dengan harapan agar tetap  diingat dan tetap lestari.

“ Terimakasih banyak kepada pihak BPNB Bali, yang sudah berusaha meneliti tarian ini, agar di Inventarisasi dan didaftarkan menjadi budaya bangsa Indonesia tercinta “, ucapnya mengakhiri. ( Frangko NTTEXPOS).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: